{"id":44520,"date":"2026-02-18T09:00:45","date_gmt":"2026-02-18T09:00:45","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/?p=44520"},"modified":"2026-02-18T09:00:46","modified_gmt":"2026-02-18T09:00:46","slug":"swasembada-energi-jadi-fondasi-utama-transformasi-bangsa-indonesia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/2026\/02\/18\/swasembada-energi-jadi-fondasi-utama-transformasi-bangsa-indonesia\/","title":{"rendered":"Swasembada Energi Jadi Fondasi Utama Transformasi Bangsa Indonesia"},"content":{"rendered":"<p>JAKARTA \u0097 Pemerintah di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto menegaskan swasembada energi sebagai pilar utama transformasi bangsa menuju kedaulatan ekonomi dan kesejahteraan rakyat.<\/p>\n<p>Agenda tersebut diposisikan sejajar dengan swasembada pangan sebagai syarat mutlak kemerdekaan ekonomi, dengan penguatan produksi energi domestik untuk mengurangi ketergantungan impor dan mendorong pemerataan kesejahteraan.<\/p>\n<p>\u0093Swasembada pangan dan energi adalah fondasi utama dari strategi transformasi bangsa yang saya tawarkan dan saya jalankan sekarang. Kita punya kelebihan-kelebihan luar biasa,\u0094 kata Kepala Negara.<\/p>\n<p>\u0093Kalau kita mau merdeka, kalau kita mau sejahtera, kita harus jamin produksi pangan dan energi sehingga bisa dinikmati oleh seluruh rakyat kita,\u0094 ujar Presiden.<\/p>\n<p>Arah kebijakan tersebut diterjemahkan ke dalam strategi konkret melalui optimalisasi sumber daya nasional, peningkatan lifting minyak dan gas bumi, serta percepatan pengembangan energi baru dan terbarukan.<\/p>\n<p>Pemerintah juga memperkuat kebijakan biodiesel B40 dan menyiapkan kewajiban bioetanol 10 persen pada 2028 sebagai instrumen pengurangan impor bahan bakar fosil dan penguatan ketahanan energi.<\/p>\n<p>Ketua Harian Dewan Energi Nasional sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia, menegaskan bahwa kebijakan energi nasional kini berpijak pada empat pilar utama.<\/p>\n<p>\u0093Salah satu program prioritas Bapak Presiden Prabowo adalah menyangkut kedaulatan energi, ketahanan energi, kemandirian energi, dan pada akhirnya swasembada energi,\u0094 ujarnya.<\/p>\n<p>\u0093Salah satu instrumen negara untuk mewujudkan itu adalah melalui arah kebijakan dan roadmap yang dibangun bersama Dewan Energi Nasional,\u0094 ucap Bahlil.<\/p>\n<p>Ia menjelaskan pemerintah mendorong transisi energi melalui biofuel, tenaga surya, serta penguatan infrastruktur penyimpanan energi nasional.<\/p>\n<p>Dari sisi tata kelola, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menilai peran Dewan Energi Nasional krusial dalam mempercepat koordinasi lintas sektor.<\/p>\n<p>\u0093Harapannya dengan kehadiran Dewan Energi Nasional, semakin bisa mempercepat proses persiapan untuk kita mengejar beberapa program-program prioritas menuju swasembada energi,\u0094 kata Prasetyo.<\/p>\n<p>Sejumlah ekonom dan pelaku usaha menilai swasembada energi mampu memberi efek berganda bagi perekonomian nasional,<\/p>\n<p>Beberapa efek berganda tersebut, yakni mulai dari memperkuat ketahanan terhadap gejolak global, membuka lapangan kerja, hingga mendorong hilirisasi dan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.<\/p>\n<p>Dengan dukungan lintas pemangku kepentingan, pemerintah optimistis agenda tersebut menjadi fondasi transformasi bangsa ke depan. (*)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAKARTA \u0097 Pemerintah di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto menegaskan swasembada energi sebagai pilar utama transformasi&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"om_disable_all_campaigns":false,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-44520","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-sda-dan-agraria"],"aioseo_notices":[],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/44520","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=44520"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/44520\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":44521,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/44520\/revisions\/44521"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=44520"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=44520"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=44520"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=44520"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}