{"id":44717,"date":"2026-02-24T06:46:26","date_gmt":"2026-02-24T06:46:26","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/?p=44717"},"modified":"2026-02-24T06:46:27","modified_gmt":"2026-02-24T06:46:27","slug":"pemerintah-percepat-hilirisasi-untuk-perkuat-struktur-industri","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/2026\/02\/24\/pemerintah-percepat-hilirisasi-untuk-perkuat-struktur-industri\/","title":{"rendered":"Pemerintah Percepat Hilirisasi untuk Perkuat Struktur Industri"},"content":{"rendered":"<p>Jakarta \u2013 Pemerintah mempercepat agenda hilirisasi sebagai strategi utama memperkuat struktur industri nasional dan mendorong transformasi ekonomi berbasis nilai tambah.<\/p>\n<p>Kebijakan ini diarahkan untuk mengurangi ketergantungan pada ekspor bahan mentah sekaligus memperkokoh posisi Indonesia dalam rantai pasok global.<\/p>\n<p>Komitmen tersebut ditegaskan Prabowo Subianto saat memaparkan capaian hilirisasi dalam forum Business Summit di US Chamber of Commerce, Washington DC, Amerika Serikat.<\/p>\n<p>Presiden menyampaikan bahwa pemerintah telah memulai 18 proyek hilirisasi pada tahun ini sebagai bagian dari percepatan transformasi ekonomi nasional.<\/p>\n<p>\u201cKami baru saja memulai 18 proyek hilirisasi tahun ini,\u201d kata Prabowo.<\/p>\n<p>Ia menegaskan, proyek-proyek tersebut menjadi bagian dari strategi besar untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya alam, menciptakan lapangan kerja, dan memperkuat fondasi industri pengolahan dalam negeri.<\/p>\n<p>Pemerintah juga menyiapkan proyek waste to energy senilai 3 miliar dolar AS guna mendukung pengelolaan lingkungan dan ketahanan energi.<\/p>\n<p>Kepala Negara menilai penguatan industri pengolahan merupakan kunci agar Indonesia naik kelas dalam rantai pasok global.<\/p>\n<p>\u201cKami bergerak sangat cepat di semua sektor ini, dan saya pikir bagi perusahaan-perusahaan Amerika, Indonesia bukan hanya akan menjadi pasar yang menarik, tetapi juga kami berharap dapat dimanfaatkan sebagai basis produksi dan dipandang sebagai mitra strategis yang baik di kawasan,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p>Dalam mendukung pembiayaan serta percepatan implementasi, Badan Pengelola Investasi Danantara Indonesia disiapkan sebagai motor utama. CEO Danantara, Rosan Roeslani, menegaskan bahwa hilirisasi merupakan agenda strategis nasional.<\/p>\n<p>\u201cTahap awal proyek-proyek ini diharapkan dapat memberikan dampak positif yang nyata bagi perekonomian Indonesia, baik melalui penciptaan nilai tambah industri maupun penyerapan tenaga kerja,\u201d ujar Rosan.<\/p>\n<p>Ia menambahkan, proyek hilirisasi diharapkan menjadi tulang punggung pertumbuhan ekonomi yang lebih kuat, berkelanjutan, dan berdaya saing global melalui kolaborasi pemerintah, BUMN, dan mitra strategis.<\/p>\n<p>Dukungan di tingkat daerah disampaikan Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan. Ia optimistis proyek hilirisasi alumina\u2013aluminium terpadu di Kabupaten Mempawah dan Landak akan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.<\/p>\n<p>\u201cProyek ini akan membantu meningkatkan perekonomian Kalimantan Barat, terutama di Mempawah dan Landak,\u201d kata Norsan.<\/p>\n<p>Ia menekankan pentingnya perhatian terhadap tata ruang, pengelolaan limbah, dan reklamasi pascatambang.<\/p>\n<p>\u201cPenduduk kita jangan hanya menjadi penonton, tetapi bisa menjadi pekerja terampil, bahkan manajer di perusahaan tersebut,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p>Melalui sinergi pemerintah pusat dan daerah, hilirisasi diharapkan menjadi fondasi penguatan struktur industri nasional serta pengurangan ketergantungan impor secara bertahap.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jakarta \u2013 Pemerintah mempercepat agenda hilirisasi sebagai strategi utama memperkuat struktur industri nasional dan mendorong transformasi ekonomi berbasis nilai tambah. Kebijakan ini diarahkan untuk mengurangi ketergantungan pada ekspor bahan mentah sekaligus memperkokoh posisi Indonesia dalam rantai pasok global. Komitmen tersebut ditegaskan Prabowo Subianto saat memaparkan capaian hilirisasi dalam forum Business Summit di US Chamber of [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-44717","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-sda-dan-agraria"],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/44717","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=44717"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/44717\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":44718,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/44717\/revisions\/44718"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=44717"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=44717"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=44717"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}