{"id":44969,"date":"2026-03-02T06:44:59","date_gmt":"2026-03-02T06:44:59","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/?p=44969"},"modified":"2026-03-02T06:45:00","modified_gmt":"2026-03-02T06:45:00","slug":"tol-fungsional-trans-jawa-dan-trans-sumatra-digunakan-gratis-saat-lebaran","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/2026\/03\/02\/tol-fungsional-trans-jawa-dan-trans-sumatra-digunakan-gratis-saat-lebaran\/","title":{"rendered":"Tol Fungsional Trans Jawa dan Trans Sumatra Digunakan Gratis Saat Lebaran"},"content":{"rendered":"<p>Tol Fungsional Trans Jawa dan Trans Sumatra Digunakan Gratis Saat Lebaran<br \/>\nJakarta \u2013 Pemerintah resmi membuka enam ruas tol fungsional secara gratis selama periode Mudik Lebaran 2026 sebagai langkah strategis memperlancar mobilitas masyarakat. Total panjang ruas yang dapat dimanfaatkan mencapai sekitar 198 kilometer, tersebar di jaringan Trans-Java Toll Road dan Trans-Sumatra Toll Road. Kebijakan ini dirancang untuk mengurai kepadatan, mempercepat waktu tempuh, serta meningkatkan keselamatan dan kenyamanan perjalanan pada arus mudik dan arus balik Idulfitri 1447 Hijriah.<\/p>\n<p>Badan Komunikasi Pemerintah menyampaikan bahwa seluruh ruas tersebut akan dibuka sementara selama masa operasional mudik dan dapat dilalui tanpa dikenakan tarif.<\/p>\n<p>\u201cKebijakan ini diharapkan mampu membantu mengurai kepadatan arus kendaraan sekaligus mendukung perjalanan pemudik agar lebih lancar, aman, dan nyaman. Ruas tol dibuka secara fungsional dan dapat dimanfaatkan tanpa tarif selama periode mudik,\u201d demikian keterangan resmi yang dikutip dari akun Instagram @bakom.ri.<\/p>\n<p>Untuk jalur Trans Jawa, terdapat empat ruas tol fungsional yang dapat digunakan, yakni Tol Jakarta\u2013Cikampek II Selatan sepanjang 54,75 kilometer, Tol Jogja\u2013Bawen 4,85 kilometer, Tol Jogja\u2013Solo 11,48 kilometer, serta Tol Probolinggo\u2013Banyuwangi Tahap I sepanjang 49,68 kilometer. Sementara di jalur Trans Sumatra, dua ruas yang dikelola Hutama Karya turut dibuka gratis, yakni Tol Sigli\u2013Banda Aceh Seksi I sepanjang 23,9 kilometer dan Tol Palembang\u2013Betung Seksi I dan II sepanjang 53,6 kilometer.<\/p>\n<p>Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Agus Suryonugroho memprediksi sekitar 3,6 juta kendaraan akan melintasi Jalan Tol Trans Jawa\u2013Sumatra selama mudik Lebaran 2026. Ia memastikan kesiapan pengamanan arus lalu lintas melalui Operasi Ketupat 2026.<\/p>\n<p>\u201cKhusus jalan tol memang terjadi peningkatan arus yang cukup tinggi. Proyeksinya sekitar 3,6 juta kendaraan akan melintasi tol menuju Trans Jawa dan Sumatera,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Ia menambahkan, pengamanan tidak hanya difokuskan pada arus mudik dan balik, tetapi juga pada momentum Ramadan hingga Idulfitri, sejalan dengan tagline Operasi Ketupat 2026, \u201cmudik aman, masyarakat bahagia\u201d yang diinisiasi Kapolri Jenderal Listyo Sigit. Berbagai skenario rekayasa lalu lintas telah disiapkan, mulai dari contraflow, one way, hingga pengoperasian tol fungsional.<\/p>\n<p>Operasi Ketupat direncanakan berlangsung pada 13\u201326 April 2026, dengan jadwal resmi yang akan diumumkan Mabes Polri. Pemerintah juga tengah menyiapkan kebijakan pendukung seperti work from anywhere dan pembatasan kendaraan sumbu tiga.<\/p>\n<p>Sementara itu, Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Andi Iwan Darmawan Aras menegaskan pentingnya sinergi lintas kementerian dan lembaga dalam memastikan kelancaran mudik.<\/p>\n<p>\u201cMudik merupakan agenda tahunan berskala nasional yang menyangkut hajat hidup orang banyak, sehingga harus dilayani secara optimal oleh negara,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Dengan adanya tol gratis, pemerintah berharap stabilitas kendaraan menjadi lebih merata sehingga perjalanan pemudik tahun ini berlangsung lebih tertib, aman, dan lancar.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Tol Fungsional Trans Jawa dan Trans Sumatra Digunakan Gratis Saat Lebaran Jakarta \u2013 Pemerintah resmi&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"om_disable_all_campaigns":false,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-44969","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-sda-dan-agraria"],"aioseo_notices":[],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/44969","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=44969"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/44969\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":44970,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/44969\/revisions\/44970"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=44969"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=44969"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=44969"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=44969"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}