{"id":44975,"date":"2026-03-02T06:46:26","date_gmt":"2026-03-02T06:46:26","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/?p=44975"},"modified":"2026-03-02T06:46:26","modified_gmt":"2026-03-02T06:46:26","slug":"produksi-surplus-indonesia-siap-ekspor-beras","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/2026\/03\/02\/produksi-surplus-indonesia-siap-ekspor-beras\/","title":{"rendered":"Produksi Surplus, Indonesia Siap Ekspor Beras"},"content":{"rendered":"<p>Produksi Surplus, Indonesia Siap Ekspor Beras<br \/>\nJakarta, \u2013 Indonesia menegaskan babak baru kedaulatan pangan nasional. Setelah bertahun-tahun bergantung pada impor, kini produksi beras dalam negeri melonjak signifikan hingga menciptakan surplus besar. Pemerintah pun menyatakan kesiapan untuk mengekspor beras ke sejumlah negara sahabat sebagai bukti nyata keberhasilan swasembada yang berkelanjutan.<\/p>\n<p>Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa penguatan stok beras nasional dalam beberapa bulan terakhir menjadi fondasi penting bagi keberlanjutan swasembada sekaligus kesiapan ekspor.<\/p>\n<p>\u201cPenguatan stok beras nasional dalam beberapa bulan terakhir menjadi fondasi penting bagi keberlanjutan swasembada pangan dan kesiapan ekspor,\u201d ujar Mentan.<\/p>\n<p>Menurutnya, apabila tren produksi terus konsisten hingga akhir tahun, potensi surplus beras nasional dapat mencapai sekitar 9 juta ton. Capaian ini disebut sebagai puncak prestasi seluruh pemangku kepentingan sektor pertanian, mulai dari petani, penyuluh, hingga pemerintah daerah.<\/p>\n<p>\u201cIni puncak prestasi Bapak Ibu semua. Tetapi jangan lengah. Swasembada ini harus kita pertahankan dan tingkatkan,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p>Dengan proyeksi stok yang kuat, pemerintah mulai menjajaki peluang ekspor ke sejumlah negara, antara lain Filipina, Malaysia, Arab Saudi, dan Papua Nugini. Bahkan, untuk memperkuat konektivitas kawasan timur Indonesia, ekspor direncanakan langsung dilakukan dari wilayah timur menuju Papua Nugini.<\/p>\n<p>\u201cKalau tiga bulan ke depan tidak ada aral melintang, kita siap ekspor. Bahkan kita dorong dari wilayah timur langsung ke Papua Nugini,\u201d ungkap Amran.<\/p>\n<p>Kabar menggembirakan juga disampaikan Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan. Ia mengungkapkan bahwa setelah Indonesia mengimpor 4,5 juta ton beras pada 2024, pada 2025 angka impor berhasil ditekan hingga nol persen. Produksi nasional bahkan meroket menjadi 34,77 juta ton.<\/p>\n<p>Alih-alih mendatangkan beras dari luar negeri, Indonesia kini bersiap mengirimkan beras premium ke pasar internasional.<\/p>\n<p>\u201cEkspor perdana 2.280 ton beras premium ke Arab Saudi akan berangkat dari Tanjung Priok pada 28 Februari besok,\u201d ungkap Zulhas.<\/p>\n<p>Ekspor beras premium untuk kebutuhan jemaah haji tersebut diproyeksikan menyumbang devisa hingga Rp150 miliar. Dengan surplus stok yang melimpah, Kementerian Koordinator Bidang Pangan bahkan menolak usulan impor beras industri sebesar 380 ribu ton untuk tahun 2026.<\/p>\n<p>Keberhasilan ini menjadi tonggak penting transformasi sektor pangan nasional. Dari negara pengimpor besar, Indonesia kini berdiri sebagai produsen tangguh yang siap memasok kebutuhan dalam negeri sekaligus berkontribusi pada pasar global. Produksi surplus bukan sekadar angka, melainkan simbol kebangkitan pertanian nasional dan komitmen kuat menuju kedaulatan pangan yang kokoh dan berkelanjutan.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Produksi Surplus, Indonesia Siap Ekspor Beras Jakarta, \u2013 Indonesia menegaskan babak baru kedaulatan pangan nasional&#8230;.<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"om_disable_all_campaigns":false,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-44975","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-sda-dan-agraria"],"aioseo_notices":[],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/44975","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=44975"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/44975\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":44976,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/44975\/revisions\/44976"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=44975"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=44975"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=44975"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=44975"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}