{"id":45290,"date":"2026-03-12T01:18:04","date_gmt":"2026-03-12T01:18:04","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/?p=45290"},"modified":"2026-03-12T01:18:05","modified_gmt":"2026-03-12T01:18:05","slug":"masuk-board-of-peace-indonesia-pilih-perjuangan-diplomasi-dari-dalam","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/2026\/03\/12\/masuk-board-of-peace-indonesia-pilih-perjuangan-diplomasi-dari-dalam\/","title":{"rendered":"Masuk Board of Peace, Indonesia Pilih Perjuangan Diplomasi dari Dalam"},"content":{"rendered":"<p>JAKARTA \u0097 Presiden Prabowo Subianto mengambil langkah diplomasi berani dengan membawa Indonesia resmi bergabung ke dalam Board of Peace (BoP).<\/p>\n<p>Keputusan strategis tersebut bertujuan untuk mengawal stabilitas serta rekonstruksi pasca-konflik di Gaza, Palestina, langsung dari meja perundingan internasional.<\/p>\n<p>Melalui keterlibatan aktif di lembaga rintisan Amerika Serikat itu, Indonesia berkomitmen memastikan hak kemerdekaan Palestina tetap menjadi prioritas utama dunia.<\/p>\n<p>Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Muhadjir Effendy, menegaskan bahwa keanggotaan tersebut merupakan manifestasi strategi diplomasi proaktif.<\/p>\n<p>\u201cStrategi yang beliau (Prabowo) pilih adalah yang disebut dengan strategy from within,\u0094 katanya.<\/p>\n<p>\u0093Jadi setelah selama ini kita berada di luar, kita sekarang mencoba berjuang dari dalam,\u201d ujar Muhadjir usai bertemu Presiden di Istana Merdeka, Jakarta.<\/p>\n<p>Ia menambahkan bahwa langkah itu tetap berpijak pada mandat konstitusi.<\/p>\n<p>\u201cJuga tetap berkomitmen kepada tujuan awal, yaitu terciptanya dua negara yang berkoeksistensi damai, yaitu negara merdeka Palestina dan Israel,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p>Visi serupa melandasi pandangan Menteri Agraria dan Tata Ruang, Nusron Wahid.<\/p>\n<p>Ia menyebut BoP sebagai satu-satunya forum konkret saat ini untuk mewujudkan perdamaian di tanah Palestina.<\/p>\n<p>\u201cKarena forum untuk melakukan perundingan perdamaian di Palestina dan Gaza, itu satu-satunya hari ini adalah di BoP,\u201d kata Nusron.<\/p>\n<p>Ia menekankan agar publik memberi kesempatan pada upaya tersebut sebelum menghakimi hasilnya.<\/p>\n<p>\u201cPosisi Pak Presiden, bangsa Indonesia sudah menerima BoP ini sebagai sarana, sebagai ikhtiar menuju perdamaian. Setidaknya ikhtiar ini dicoba dulu,\u0094 ucapnya.<\/p>\n<p>\u0093Jangan sampai ikhtiar dan usahanya belum dilakukan, sudah diminta untuk keluar terlebih dahulu,\u201d tuturnya.<\/p>\n<p>Melengkapi perspektif tersebut, pengamat hubungan internasional Subhan Yusuf menilai keterlibatan itu sebagai langkah taktis menghadapi kebuntuan diplomasi global.<\/p>\n<p>\u201cYang utamanya adalah Indonesia hadir untuk berperan dalam \u2018addressing the elephant in the room\u2019, di tengah masalah yang nyata seperti pendekatan diplomatis terus terhambat,\u201d jelas Subhan.<\/p>\n<p>Ia menekankan bahwa keanggotaan tersebut bukanlah aliansi militer yang mengikat kedaulatan negara.<\/p>\n<p>\u201cBoP bukan aliansi militer seperti NATO. Jadi Indonesia sebagai anggota dari BoP tidak bertanggung jawab atas kebijakan luar negeri Amerika Serikat,\u201d pungkasnya.<\/p>\n<p>Melalui posisi itu, Indonesia kini memiliki ruang lebih luas untuk menyuarakan keadilan bagi Palestina secara langsung di jantung pengambilan keputusan. (*)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAKARTA \u0097 Presiden Prabowo Subianto mengambil langkah diplomasi berani dengan membawa Indonesia resmi bergabung ke&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"om_disable_all_campaigns":false,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-45290","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-sda-dan-agraria"],"aioseo_notices":[],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/45290","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=45290"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/45290\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":45291,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/45290\/revisions\/45291"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=45290"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=45290"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=45290"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=45290"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}