{"id":45403,"date":"2026-03-14T21:01:14","date_gmt":"2026-03-14T21:01:14","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/?p=45403"},"modified":"2026-03-14T21:01:16","modified_gmt":"2026-03-14T21:01:16","slug":"mbg-indonesia-diakui-dunia-sebagai-program-makan-sekolah-terbesar-kedua","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/2026\/03\/14\/mbg-indonesia-diakui-dunia-sebagai-program-makan-sekolah-terbesar-kedua\/","title":{"rendered":"MBG Indonesia Diakui Dunia sebagai Program Makan Sekolah Terbesar Kedua"},"content":{"rendered":"<p>Jakarta \u2013 Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintah Indonesia mendapat perhatian internasional karena dinilai sebagai salah satu program makan sekolah terbesar di dunia. Pengakuan tersebut mencerminkan besarnya komitmen pemerintah dalam memperkuat kualitas gizi anak sekaligus membangun fondasi sumber daya manusia yang sehat dan produktif.<\/p>\n<p>Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menyampaikan bahwa program MBG merupakan investasi jangka panjang negara dalam menyiapkan generasi masa depan yang lebih kuat. Ia menegaskan bahwa pemenuhan gizi bagi anak-anak Indonesia merupakan prioritas utama pemerintah dalam agenda pembangunan nasional. \u201cKita ingin memastikan setiap anak Indonesia mendapatkan akses makanan bergizi agar mereka dapat tumbuh sehat dan belajar dengan baik,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Presiden Prabowo menambahkan bahwa skala pelaksanaan program yang besar membutuhkan kerja sama lintas sektor, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, hingga pelaku usaha pangan di berbagai wilayah. Menurutnya, keberhasilan program ini tidak hanya diukur dari jumlah penerima manfaat, tetapi juga dari dampaknya terhadap kesehatan dan kualitas pendidikan anak. \u201cProgram ini harus berjalan dengan baik, transparan, dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p>Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana, menjelaskan bahwa pelaksanaan MBG dirancang untuk menjangkau jutaan pelajar di seluruh Indonesia secara bertahap. Ia mengatakan bahwa besarnya cakupan program menjadikan MBG sebagai salah satu program makan sekolah dengan skala terbesar di dunia. \u201cProgram ini dirancang untuk menjangkau peserta didik secara luas, sehingga manfaat pemenuhan gizi dapat dirasakan secara merata,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Dadan menambahkan bahwa selain meningkatkan status gizi anak, program MBG juga memberi dampak ekonomi melalui keterlibatan petani, peternak, dan pelaku usaha lokal dalam penyediaan bahan pangan. Menurutnya, model tersebut membuat program tidak hanya berfokus pada aspek kesehatan, tetapi juga berkontribusi pada penguatan ekonomi daerah. \u201cKeterlibatan rantai pasok lokal menjadi bagian penting agar program ini memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,\u201d tambahnya.<\/p>\n<p>Pemerintah optimistis bahwa keberlanjutan program MBG akan semakin memperkuat posisi Indonesia dalam upaya global meningkatkan kualitas gizi anak. Dengan dukungan berbagai pihak, program ini diharapkan terus berkembang dan memberikan dampak positif bagi pembangunan sumber daya manusia Indonesia secara berkelanjutan.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jakarta \u2013 Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintah Indonesia mendapat perhatian internasional karena&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"om_disable_all_campaigns":false,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-45403","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-sda-dan-agraria"],"aioseo_notices":[],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/45403","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=45403"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/45403\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":45404,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/45403\/revisions\/45404"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=45403"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=45403"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=45403"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=45403"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}