{"id":45447,"date":"2026-03-16T01:14:58","date_gmt":"2026-03-16T01:14:58","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/?p=45447"},"modified":"2026-03-16T01:14:59","modified_gmt":"2026-03-16T01:14:59","slug":"vice-executive-director-ifsr-alfatehan-septianta-mbg-perkuat-gizi-anak-dan-gerakkan-ekonomi-lokal","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/2026\/03\/16\/vice-executive-director-ifsr-alfatehan-septianta-mbg-perkuat-gizi-anak-dan-gerakkan-ekonomi-lokal\/","title":{"rendered":"Vice Executive Director IFSR Alfatehan Septianta: MBG Perkuat Gizi Anak dan Gerakkan Ekonomi Lokal"},"content":{"rendered":"<p>Jakarta \u2013 Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi salah satu program strategis pemerintah dalam meningkatkan kualitas gizi anak sekaligus mendorong kesejahteraan masyarakat. Mengingat cakupannya yang sangat besar, implementasi program ini membutuhkan tata kelola yang bersih, transparan, akuntabel, dan profesional agar manfaatnya dapat dirasakan secara optimal oleh masyarakat.<\/p>\n<p>Hal tersebut disampaikan dalam Dialog Radio Elshinta bertajuk \u201cTata Kelola yang Bersih, Transparan, dan Profesional Dalam Operasional SPPG Sebagai Bagian Dari Implementasi Program MBG\u201d.<\/p>\n<p>Vice Executive Director Indonesia Food Security Review (IFSR) Alfatehan Septianta mengatakan bahwa skala program MBG menuntut pengelolaan yang profesional serta pengawasan yang kuat.<\/p>\n<p>\u201cProgram MBG memiliki cakupan yang sangat besar sehingga tata kelola yang transparan, akuntabel, dan profesional menjadi kunci untuk menjaga kepercayaan publik,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Ia menjelaskan bahwa saat ini Indonesia menjadi negara dengan jumlah penerima manfaat program makan sekolah terbesar kedua di dunia. Program MBG telah menjangkau sekitar 64 juta penerima manfaat setiap hari. \u201cAngka tersebut masih berada di bawah program midday meal India yang menjangkau sekitar 82 juta penerima manfaat per hari,\u201d kata Alfatehan.<\/p>\n<p>Menurutnya, apabila program MBG telah berjalan secara penuh, jumlah penerima manfaat di Indonesia diperkirakan dapat mencapai sekitar 80 juta orang setiap hari.<\/p>\n<p>\u201cIni menunjukkan bahwa program MBG memiliki potensi besar dalam memperkuat upaya pemenuhan gizi anak di Indonesia,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p>Dalam mendukung pelaksanaan program tersebut, pemerintah melalui Badan Gizi Nasional (BGN) terus memperkuat operasional dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Hingga saat ini telah beroperasi sekitar 24 ribu dapur atau sekitar 70 persen dari target 30 ribu dapur yang direncanakan pemerintah.<\/p>\n<p>Alfatehan menyebutkan bahwa BGN juga telah menerapkan berbagai standar operasional untuk menjaga kualitas pelayanan dan keamanan pangan.<\/p>\n<p>\u201cSetiap dapur diwajibkan memenuhi standar keamanan pangan seperti sertifikasi halal dan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi, serta direncanakan menerapkan standar HACCP,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Ia menambahkan bahwa program MBG tidak hanya berdampak pada peningkatan kualitas gizi anak, tetapi juga memberikan efek ekonomi bagi masyarakat.<\/p>\n<p>\u201cSelain meningkatkan kualitas gizi anak sekolah, program ini juga menggerakkan ekonomi lokal karena kebutuhan bahan pangan dipasok dari petani dan pelaku usaha lokal serta membuka lapangan kerja di operasional dapur,\u201d tutupnya.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jakarta \u2013 Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi salah satu program strategis pemerintah dalam meningkatkan&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"om_disable_all_campaigns":false,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-45447","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-sda-dan-agraria"],"aioseo_notices":[],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/45447","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=45447"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/45447\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":45448,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/45447\/revisions\/45448"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=45447"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=45447"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=45447"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=45447"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}