{"id":46357,"date":"2026-04-10T08:38:56","date_gmt":"2026-04-10T08:38:56","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/?p=46357"},"modified":"2026-04-10T08:38:58","modified_gmt":"2026-04-10T08:38:58","slug":"pemerintah-perkuat-talenta-global-lewat-sekolah-garuda-berbasis-pendidikan-bermutu","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/2026\/04\/10\/pemerintah-perkuat-talenta-global-lewat-sekolah-garuda-berbasis-pendidikan-bermutu\/","title":{"rendered":"Pemerintah Perkuat Talenta Global Lewat Sekolah Garuda Berbasis Pendidikan Bermutu"},"content":{"rendered":"<p>Jakarta \u2013 Pemerintah terus memperkuat upaya mencetak talenta unggul berdaya saing global melalui program Sekolah Unggulan Garuda Transformasi (SUGT) yang berfokus pada peningkatan kualitas pendidikan menengah dan keterhubungannya dengan pendidikan tinggi. Program ini diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat dan kesiapan menghadapi persaingan global.<\/p>\n<p>Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto, menjelaskan bahwa program SUGT menjadi salah satu strategi penting dalam menjembatani kesenjangan antara pendidikan menengah dan pendidikan tinggi.<\/p>\n<p>\u0093Program ini dirancang untuk mendorong lahirnya lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berkarakter kuat dan siap bersaing di tingkat global,\u0094 ujarnya.<\/p>\n<p>Program ini menyasar sekolah menengah atas dan madrasah aliyah yang telah memiliki rekam jejak prestasi akademik yang baik. Menurut Brian, sekolah yang terpilih akan mendapatkan berbagai bentuk penguatan melalui intervensi strategis.<\/p>\n<p>\u0093Sekolah terpilih akan mendapatkan penguatan melalui berbagai intervensi strategis, mulai dari peningkatan kapasitas guru, pengayaan kurikulum berbasis sains dan teknologi, hingga pembinaan siswa agar mampu menembus perguruan tinggi terbaik dunia,\u0094 ungkapnya.<\/p>\n<p>Direktur Strategi dan Sistem Pembelajaran Transformatif, Ardi Findyartini, menambahkan bahwa pelaksanaan program ini bertumpu pada tiga pilar utama yang dirancang untuk menciptakan pemerataan kesempatan bagi seluruh siswa.<\/p>\n<p>\u0093Program ini dirancang untuk memastikan setiap siswa memiliki peluang yang sama untuk berkembang menjadi pemimpin masa depan,\u0094 tuturnya.<\/p>\n<p>Sejak diluncurkan pada 2025, program Sekolah Unggulan Garuda Transformasi telah menjangkau 12 sekolah dan memberikan dampak pengimbasan kepada sekitar 680 SMA\/MA di berbagai daerah di Indonesia. Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam memperluas akses pendidikan bermutu secara merata.<\/p>\n<p>Dukungan datang dari pemerintah daerah. Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena, menyampaikan apresiasinya atas penunjukan wilayahnya sebagai salah satu lokasi pembangunan sekolah unggulan tersebut, khususnya di Kabupaten Timor Tengah Selatan.<\/p>\n<p>\u0093Kami sangat berterima kasih kepada Pemerintah Pusat, Bapak Presiden yang telah memilih NTT sebagai salah satu provinsi untuk dibangun Sekolah Unggulan Garuda,\u0094 katanya.<\/p>\n<p>Ia juga menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk mendukung percepatan pembangunan sekolah tersebut agar segera dapat dimanfaatkan oleh masyarakat.<\/p>\n<p>\u0093Kami mendukung penuh kehadiran sekolah unggulan Garuda ini dan mendorong agar progres pembangunannya segera dirampungkan guna menunjang proses kegiatan belajar mengajar,\u0094 tambahnya.<\/p>\n<p>Dengan berbagai langkah tersebut, pemerintah berharap program Sekolah Garuda dapat menjadi solusi konkret dalam mencetak generasi emas Indonesia yang siap bersaing di kancah global serta memperkuat kualitas pendidikan nasional secara berkelanjutan.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jakarta \u2013 Pemerintah terus memperkuat upaya mencetak talenta unggul berdaya saing global melalui program Sekolah&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"om_disable_all_campaigns":false,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-46357","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-sda-dan-agraria"],"aioseo_notices":[],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/46357","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=46357"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/46357\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":46358,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/46357\/revisions\/46358"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=46357"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=46357"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=46357"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=46357"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}