{"id":46710,"date":"2026-04-19T07:49:27","date_gmt":"2026-04-19T07:49:27","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/?p=46710"},"modified":"2026-04-19T07:49:28","modified_gmt":"2026-04-19T07:49:28","slug":"sekolah-rakyat-perkuat-pendidikan-bermutu-lewat-karakter-dan-literasi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/2026\/04\/19\/sekolah-rakyat-perkuat-pendidikan-bermutu-lewat-karakter-dan-literasi\/","title":{"rendered":"Sekolah Rakyat Perkuat Pendidikan Bermutu Lewat Karakter dan Literasi"},"content":{"rendered":"<p>JAKARTA \u2014 Pemerintah terus memperkuat kualitas Program Sekolah Rakyat sebagai bagian dari upaya menghadirkan pendidikan bermutu bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Penguatan dilakukan melalui kolaborasi lintas sektor, baik dalam pembentukan karakter maupun pengembangan literasi.<\/p>\n<p>Kementerian Sosial (Kemensos) menggandeng Pengurus Besar Institut Karate-do Nasional (PB INKANAS) untuk memperkuat pendidikan karakter siswa melalui penandatanganan nota kesepahaman di Depok, Jawa Barat.<\/p>\n<p>Menteri Sosial Saifullah Yusuf menegaskan bahwa kerja sama ini menjadi bagian penting dari konsep pendidikan berbasis asrama yang diterapkan di Sekolah Rakyat.<\/p>\n<p>\u201cJadi hari ini kita bekerja sama dengan INKANAS. Tentu ini adalah satu hal yang kita butuhkan, khususnya dalam penguatan pendidikan karakter di Sekolah Rakyat,\u201d kata Saifullah.<\/p>\n<p>Ia menjelaskan, Sekolah Rakyat tidak hanya menekankan aspek akademik, tetapi juga pembinaan karakter secara menyeluruh selama 24 jam.<\/p>\n<p>\u201cSebagaimana diketahui, Sekolah Rakyat ini adalah sekolah berasrama yang siswa-siswanya berasal dari keluarga yang paling tidak mampu, di mana mereka dididik secara berkelanjutan selama 24 jam,\u201d ujarnya.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAKARTA \u2014 Pemerintah terus memperkuat kualitas Program Sekolah Rakyat sebagai bagian dari upaya menghadirkan pendidikan&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"om_disable_all_campaigns":false,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-46710","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-sda-dan-agraria"],"aioseo_notices":[],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/46710","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=46710"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/46710\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":46711,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/46710\/revisions\/46711"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=46710"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=46710"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=46710"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=46710"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}