{"id":46963,"date":"2026-04-23T05:51:44","date_gmt":"2026-04-23T05:51:44","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/?p=46963"},"modified":"2026-04-23T05:51:45","modified_gmt":"2026-04-23T05:51:45","slug":"relaunching-amanah-berlangsung-semarak-dorong-hilirisasi-dan-penguatan-ekonomi-pemuda-aceh","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/2026\/04\/23\/relaunching-amanah-berlangsung-semarak-dorong-hilirisasi-dan-penguatan-ekonomi-pemuda-aceh\/","title":{"rendered":"Relaunching AMANAH Berlangsung Semarak, Dorong Hilirisasi dan Penguatan Ekonomi Pemuda Aceh"},"content":{"rendered":"<p>ACEH BESAR \u2014 Relaunching program Aneuk Muda Aceh Unggul Hebat (AMANAH) berlangsung meriah dan penuh semangat kolaborasi di Gedung AMANAH, Kawasan Industri Aceh (KIA) Ladong. Momentum ini menandai penguatan peran AMANAH sebagai pusat pengembangan pemuda sekaligus motor hilirisasi komoditas lokal Aceh.<\/p>\n<p>Rangkaian acara dimulai dengan registrasi peserta dan pembukaan opening art exhibition yang menampilkan karya kreatif anak muda Aceh. Suasana semakin khidmat saat pembacaan ayat suci Al-Qur\u2019an dan menyanyikan lagu Indonesia Raya, sebelum memasuki inti acara pengukuhan badan pengurus AMANAH.<\/p>\n<p>Ketua Yayasan AMANAH Syaifullah Muhammad menegaskan bahwa relaunching ini menjadi titik awal penguatan visi besar dalam membangun generasi muda Aceh yang unggul.<\/p>\n<p>\u201cVisi utama kami adalah pengembangan generasi muda Aceh yang inovatif, mandiri, dan berdaya saing global,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Ia menjelaskan, AMANAH mengusung pendekatan berbasis inovasi, teknologi, dan penguatan ekonomi lokal sebagai strategi utama dalam pemberdayaan pemuda.<br \/>\n\u201cSelama ini kita hanya berhenti di komoditas mentah. Padahal, sesuai visi hilirisasi pemerintah, kita harus menciptakan nilai tambah,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Menurutnya, AMANAH telah mengembangkan teknologi pemurnian minyak nilam menggunakan metode molecular distillation and fractionation sehingga produk lokal dapat naik kelas ke industri kosmetik dan parfum.<\/p>\n<p>\u201cDengan teknologi ini, minyak nilam bisa masuk ke grade kosmetik, skincare, hingga parfum. Ini penting karena selama ini bahan mentah dari Indonesia diekspor, lalu kita membeli kembali dalam bentuk produk jadi,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p>Ia menambahkan, langkah tersebut merupakan bagian dari upaya mendorong substitusi impor dan menciptakan ekosistem ekonomi baru berbasis hilirisasi di daerah.<\/p>\n<p>\u201cJika ini berjalan, maka hilirisasi benar-benar terjadi di dalam negeri\u2014dari bahan baku hingga produk akhir. Ini akan menjadi gerakan ekonomi yang sangat besar,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p>Selain hilirisasi, AMANAH juga fokus pada peningkatan kapasitas pemuda melalui pelatihan, penguatan soft skill, serta pendampingan usaha berbasis teknologi.<\/p>\n<p>\u201cKami ingin produk mereka tidak hanya bagus, tetapi juga siap masuk pasar dengan standar tinggi,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Syaifullah menambahkan, AMANAH mengusung konsep social enterprise dengan pendekatan ganda, yakni penguatan SDM dan pengembangan ekonomi.<\/p>\n<p>Ketua Yayasan AMANAH, Dr. Saifullah Muhammad dalam sambutannya menegaskan bahwa AMANAH hadir menjadi momentum strategis konsolidasi pengurus dan badan pekerja dalam memperkuat peran pemuda Aceh yang unggul, produktif, dan berdaya saing dan pentingnya optimalisasi aset bernilai besar agar tidak terbengkalai dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.<\/p>\n<p>\u201cPeran pemangku kepentingan menjadi krusial sebagai problem solver yang mampu menyelesaikan persoalan secara cepat dan tepat,\u201d ujar nya.<\/p>\n<p>Ia juga menambahkan bahwa Program AMANAH diproyeksikan sebagai gelombang peluang yang harus dimanfa<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>ACEH BESAR \u2014 Relaunching program Aneuk Muda Aceh Unggul Hebat (AMANAH) berlangsung meriah dan penuh&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"om_disable_all_campaigns":false,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-46963","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-sda-dan-agraria"],"aioseo_notices":[],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/46963","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=46963"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/46963\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":46964,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/46963\/revisions\/46964"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=46963"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=46963"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=46963"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=46963"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}