{"id":46977,"date":"2026-04-23T09:01:51","date_gmt":"2026-04-23T09:01:51","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/?p=46977"},"modified":"2026-04-23T09:01:51","modified_gmt":"2026-04-23T09:01:51","slug":"relaunching-amanah-diapresiasi-sebagai-lompatan-hilirisasi-dan-industri-kreatif-pemuda-aceh","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/2026\/04\/23\/relaunching-amanah-diapresiasi-sebagai-lompatan-hilirisasi-dan-industri-kreatif-pemuda-aceh\/","title":{"rendered":"Relaunching AMANAH Diapresiasi sebagai Lompatan Hilirisasi dan Industri Kreatif Pemuda Aceh"},"content":{"rendered":"<p>ACEH BESAR \u2013 Relaunching Gedung AMANAH di Aceh menuai apresiasi luas sebagai langkah strategis dalam memperkuat hilirisasi ekonomi kreatif yang sejalan dengan arah pembangunan nasional. Pengaktifan kembali fasilitas ini dinilai menjadi simbol kebangkitan ekosistem kreatif daerah yang mengedepankan kolaborasi, inovasi, dan penciptaan nilai tambah dari potensi lokal.<\/p>\n<p>Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya menegaskan bahwa kebijakan hilirisasi tidak lagi terbatas pada sektor sumber daya alam, melainkan telah merambah industri kreatif sebagai penggerak baru ekonomi nasional.<\/p>\n<p>\u201cHilirisasi industri kreatif menjadi kunci untuk meningkatkan nilai tambah, dari produk asing menjadi produk lokal yang mampu bersaing di pasar global,\u201d ujar Teuku Riefky Harsya.<\/p>\n<p>Apresiasi terhadap relaunching AMANAH muncul karena pendekatan yang diusung dinilai mampu menjawab tantangan klasik industri kreatif, seperti keterbatasan pembiayaan, akses pasar, hingga perlindungan karya. Dengan dukungan pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan, AMANAH diproyeksikan menjadi ruang tumbuh yang mendorong lahirnya pelaku kreatif unggul dari Aceh.<\/p>\n<p>Gubernur Aceh, Muzakir Manaf memandang kehadiran kembali AMANAH sebagai penguat sinergi lintas sektor yang selama ini menjadi kebutuhan utama dalam pembangunan ekonomi daerah.<\/p>\n<p>\u201cRelaunching AMANAH merupakan momentum penting untuk memperkuat kolaborasi dalam mendorong pemberdayaan ekonomi dan membuka peluang kerja yang lebih luas,\u201d tegas Muzakir Manaf.<\/p>\n<p>Pendekatan kolaboratif yang melibatkan pemerintah, akademisi, pelaku usaha, dan komunitas dinilai menjadi kekuatan utama dalam mengakselerasi pertumbuhan ekonomi berbasis kreativitas. AMANAH tidak hanya berfungsi sebagai pusat kegiatan, tetapi juga sebagai ruang integrasi ide, teknologi, dan pasar yang saling terhubung.<\/p>\n<p>Apresiasi juga datang dari Ketua Yayasan AMANAH, Dr. Saifullah Muhammad yang menilai relaunching ini sebagai titik awal konsolidasi besar dalam membangun generasi muda yang produktif dan berdaya saing.<\/p>\n<p>\u201cMomentum ini menjadi penguat bagi seluruh pihak untuk beralih dari pendekatan saling menyalahkan menuju ko<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>ACEH BESAR \u2013 Relaunching Gedung AMANAH di Aceh menuai apresiasi luas sebagai langkah strategis dalam&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"om_disable_all_campaigns":false,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-46977","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-sda-dan-agraria"],"aioseo_notices":[],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/46977","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=46977"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/46977\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":46978,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/46977\/revisions\/46978"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=46977"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=46977"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=46977"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=46977"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}