{"id":47198,"date":"2026-04-28T07:46:11","date_gmt":"2026-04-28T07:46:11","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/?p=47198"},"modified":"2026-04-28T07:46:14","modified_gmt":"2026-04-28T07:46:14","slug":"koperasi-merah-putih-hadir-di-pelosok-akses-listrik-dan-ekonomi-kian-terbuka","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/2026\/04\/28\/koperasi-merah-putih-hadir-di-pelosok-akses-listrik-dan-ekonomi-kian-terbuka\/","title":{"rendered":"Koperasi Merah Putih Hadir di Pelosok, Akses Listrik dan Ekonomi Kian Terbuka"},"content":{"rendered":"<p>Jakarta \u0096 Upaya pemerintah menghadirkan keadilan energi sekaligus memperkuat ekonomi desa kian menunjukkan hasil. Melalui program Koperasi Desa\/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih, akses listrik di wilayah pelosok kini semakin terbuka, mendorong geliat usaha masyarakat hingga ke daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).<\/p>\n<p>Kementerian Koperasi (Kemenkop) menggandeng pihak swasta, yakni PT Energy Absolute Green X Indonesia, untuk menghadirkan listrik berbasis energi terbarukan melalui pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) skala mikro. Kolaborasi ini menjadi langkah strategis dalam menjawab tantangan keterbatasan listrik yang selama ini menghambat operasional koperasi desa.<\/p>\n<p>Menteri Koperasi, Ferry Juliantono, menegaskan bahwa keberadaan listrik merupakan fondasi penting dalam menggerakkan ekonomi desa.<\/p>\n<p>\u0093Dengan penggunaan energi berbasis tenaga surya kita bisa menyelesaikan masalah-masalah di desa dalam hal akses tenaga listrik,\u0094 ujarnya.<\/p>\n<p>Ia menambahkan, kehadiran PLTS tidak hanya memenuhi kebutuhan rumah tangga, tetapi juga membuka peluang aktivitas ekonomi baru di desa.<\/p>\n<p>\u0093Ini bisa digunakan untuk kegiatan usaha, kegiatan ekonomi mereka,\u0094 lanjut Ferry.<\/p>\n<p>Program ini dirancang dengan kapasitas sekitar 0,5 megawatt (MW) yang terintegrasi dengan sistem penyimpanan energi, sehingga mampu menyediakan listrik secara mandiri dan berkelanjutan bagi koperasi desa, bahkan di wilayah yang belum terjangkau jaringan listrik konvensional.<\/p>\n<p>Lebih jauh, pemerintah melihat program ini sebagai langkah besar menuju kemandirian energi nasional sekaligus penguatan ekonomi berbasis kerakyatan. Ferry optimistis implementasi PLTS di Kopdes Merah Putih dapat direplikasi secara luas di berbagai daerah.<\/p>\n<p>\u0093Kami yakin penggunaan PLTS berskala setengah megawatt ini menjadi solusi yang tepat untuk mendukung operasional koperasi desa Merah Putih,\u0094 tegasnya.<\/p>\n<p>Dari sisi mitra swasta, Executive Chairman PT Energy Absolute Green X Indonesia, Justin Joel, menilai kolaborasi ini memiliki dampak jangka panjang yang signifikan.<\/p>\n<p>\u0093Ini bukan sekadar proyek energi, ini adalah langkah strategis untuk membangun fondasi ekonomi masa depan Indonesia,\u0094 jelas Justin.<\/p>\n<p>Ia juga menekankan bahwa koperasi memiliki peran penting sebagai penggerak transformasi energi di tingkat akar rumput.<\/p>\n<p>\u0093Kami melihat koperasi sebagai platform yang memiliki potensi luar biasa untuk mendorong transformasi energi sekaligus membuka akses investasi yang lebih luas dan inklusif,\u0094 tambahnya.<\/p>\n<p>Dengan hadirnya listrik di pelosok melalui Kopdes Merah Putih, masyarakat desa kini memiliki peluang lebih besar untuk mengembangkan usaha, meningkatkan produktivitas, dan memperkuat ekonomi lokal. Program ini tidak hanya menghadirkan terang secara fisik, tetapi juga membuka jalan bagi masa depan ekonomi desa yang lebih mandiri dan berkelanjutan.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jakarta \u0096 Upaya pemerintah menghadirkan keadilan energi sekaligus memperkuat ekonomi desa kian menunjukkan hasil. Melalui&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"om_disable_all_campaigns":false,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-47198","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-sda-dan-agraria"],"aioseo_notices":[],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/47198","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=47198"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/47198\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":47199,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/47198\/revisions\/47199"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=47198"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=47198"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=47198"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=47198"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}