{"id":47474,"date":"2026-05-07T01:26:14","date_gmt":"2026-05-07T01:26:14","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/?p=47474"},"modified":"2026-05-07T01:26:15","modified_gmt":"2026-05-07T01:26:15","slug":"ckg-sebagai-solusi-kesehatan-berkualitas-untuk-lansia-di-era-modern","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/2026\/05\/07\/ckg-sebagai-solusi-kesehatan-berkualitas-untuk-lansia-di-era-modern\/","title":{"rendered":"CKG sebagai Solusi Kesehatan Berkualitas untuk Lansia di Era Modern"},"content":{"rendered":"<p>Jakarta \u2013 Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) semakin menegaskan perannya sebagai fondasi penting dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, termasuk bagi kelompok lansia.<\/p>\n<p>Melalui pendekatan deteksi dini, pemerintah mendorong perubahan dari pola pengobatan menuju pencegahan untuk menekan risiko penyakit berat seperti stroke dan jantung yang banyak dialami usia lanjut.<\/p>\n<p>Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, menegaskan bahwa pemeriksaan kesehatan berkala merupakan langkah penting yang tidak boleh diabaikan.<\/p>\n<p>\u0093Cek Kesehatan Gratis minimal setahun sekali itu semua orang harus lakukan. Kenapa?, karena kematian paling tinggi itu stroke, jantung, dan ginjal.\u0094 ucapnya<\/p>\n<p>Pernyataan tersebut memperkuat pentingnya CKG sebagai langkah preventif, khususnya bagi lansia yang rentan terhadap penyakit kronis.<\/p>\n<p>Data menunjukkan bahwa stroke menjadi penyebab kematian tertinggi dengan ratusan ribu kasus setiap tahun, disusul penyakit jantung, kanker, dan gagal ginjal. Menkes juga mengingatkan bahwa penyakit-penyakit tersebut sebenarnya dapat dicegah jika terdeteksi lebih awal.<\/p>\n<p>\u0093Stroke itu 300 ribu, jantung 250 ribu, kanker 234 ribu. Itu penyakit-penyakit kronis yang sebenarnya kita punya waktu 5 sampai 6 tahun sebelum kondisi menjadi fatal.\u0094 jelas Budi.<\/p>\n<p>Dalam praktiknya, pencegahan dapat dilakukan dengan memantau indikator kesehatan utama seperti tekanan darah, gula darah, dan kolesterol.<\/p>\n<p>\u0093Tekanan darah harus di bawah 120 per 80, gula darah tidak lebih dari 200. Kolesterol ideal di bawah 200, atau LDL sebaiknya di bawah 100.\u0094 terang Budi.<\/p>\n<p>Implementasi CKG tidak berhenti pada tahap pemeriksaan, tetapi juga mencakup tindak lanjut berupa pengobatan atau rujukan medis.<\/p>\n<p>Hal ini memperkuat efektivitas program dalam menekan angka kesakitan dan kematian, sekaligus meningkatkan kualitas hidup lansia.<\/p>\n<p>Di sisi lain, Wakil Menteri Kesehatan, Benjamin P. Octavianus, menekankan bahwa CKG juga berperan dalam mendukung penanganan penyakit menular seperti tuberkulosis.<\/p>\n<p>\u0093Kita fokus pada pemberantasan tuberkulosis sebagai bagian dari program prioritas. CKG menjadi pintu masuk penting untuk memperluas skrining dan menemukan kasus lebih awal.\u0094 paparnya.<\/p>\n<p>Pelaksanaan di daerah juga menunjukkan hasil positif. Kepala Dinas Kesehatan Dongg<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jakarta \u2013 Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) semakin menegaskan perannya sebagai fondasi penting dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, termasuk bagi kelompok lansia. Melalui pendekatan deteksi dini, pemerintah mendorong perubahan dari pola pengobatan menuju pencegahan untuk menekan risiko penyakit berat seperti stroke dan jantung yang banyak dialami usia lanjut. Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, menegaskan bahwa [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-47474","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-sda-dan-agraria"],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/47474","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=47474"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/47474\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":47475,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/47474\/revisions\/47475"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=47474"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=47474"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=47474"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}