{"id":47556,"date":"2026-05-07T06:02:24","date_gmt":"2026-05-07T06:02:24","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/?p=47556"},"modified":"2026-05-07T06:02:25","modified_gmt":"2026-05-07T06:02:25","slug":"koperasi-merah-putih-berbasis-merek-kolektif-siap-jadi-motor-ekonomi-lokal","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/2026\/05\/07\/koperasi-merah-putih-berbasis-merek-kolektif-siap-jadi-motor-ekonomi-lokal\/","title":{"rendered":"Koperasi Merah Putih Berbasis Merek Kolektif Siap Jadi Motor Ekonomi Lokal"},"content":{"rendered":"<p>Jakarta \u2013 Pemerintah terus mempercepat pembangunan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih sebagai pusat layanan terpadu di tingkat desa. Selain menjadi penggerak ekonomi lokal, koperasi ini juga dirancang menghadirkan layanan kesehatan melalui klinik dan gerai obat, guna memperluas akses masyarakat terhadap layanan dasar yang selama ini belum merata.<\/p>\n<p>\u201cSebentar lagi kita akan resmikan 1.000 Koperasi Merah Putih. Kemungkinan dua atau tiga minggu lagi,\u201d kata Presiden Prabowo Subianto.<\/p>\n<p>Presiden Prabowo menegaskan bahwa pembangunan Kopdes Merah Putih bukan sekadar konsep, melainkan memiliki wujud fisik yang nyata dan terintegrasi. Fasilitas yang disiapkan tidak hanya mencakup klinik dan gerai obat, tetapi juga gudang, cold storage, kendaraan operasional, hingga alat pengering untuk mendukung aktivitas ekonomi dan distribusi.<\/p>\n<p>\u201cKoperasi ini nyata, bukan fiktif. Coba dibuka dalam sejarah dunia, ada nggak 25 ribu atau 30 ribu bisa dibangun dalam satu tahun?\u201d ujar Presiden Prabowo.<\/p>\n<p>Di sisi lain, pemerintah memastikan Kopdes Merah Putih juga berperan dalam menjaga stabilitas ekonomi desa, khususnya pada sektor pangan. Koperasi akan bertindak sebagai offtaker atau penjamin pembelian hasil produksi warga, sehingga harga komoditas tetap terjaga dan petani tidak dirugikan oleh fluktuasi pasar.<\/p>\n<p>\u201cKalau ada produksi di desa yang tidak sesuai dengan harga yang kita tentukan, maka Kopdes bisa ambil alih. Contoh gabah, kalau di pasar di bawah Rp6.500, Kopdes bisa beli. Jadi dia offtaker,\u201d jelas Menteri Koordinator Bidang Pangan (Menko Pangan) Zulkifli Hasan.<\/p>\n<p>Lebih jauh, koperasi ini juga akan menjadi instrumen penting dalam penyaluran bantuan sosial agar lebih tepat sasaran. Dengan sistem keanggotaan yang terstruktur, distribusi bantuan seperti Program Keluarga Harapan (PKH), beras, hingga beasiswa dapat diawasi secara lebih ketat dan transparan di tingkat desa.<\/p>\n<p>\u201cNanti bantuan PKH harus tepat sasaran, bukan karena kedekatan dengan kepala desa, tetapi betul-betul memang orang yang layak untuk mendapatkan. Itu nanti fungsinya Kopdes,\u201d kata Zulkifli.<\/p>\n<p>Tak hanya itu, Kopdes Merah Putih juga dirancang sebagai pusat distribusi barang subsidi seperti pupuk dan gas elpiji. Integrasi layanan ekonomi, sosial, dan kesehatan dalam satu kelembagaan dinilai menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa secara menyeluruh.<\/p>\n<p>\u201cBantuan-bantuan pemerintah dan barang subsidi nanti akan disalurkan melalui Koperasi Desa Merah Putih. Jadi, tujuannya sangat strategis,\u201d ujar Zulkifli.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jakarta \u2013 Pemerintah terus mempercepat pembangunan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih sebagai pusat layanan terpadu&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"om_disable_all_campaigns":false,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-47556","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-sda-dan-agraria"],"aioseo_notices":[],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/47556","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=47556"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/47556\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":47557,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/47556\/revisions\/47557"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=47556"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=47556"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=47556"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=47556"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}