{"id":47765,"date":"2026-05-14T15:03:45","date_gmt":"2026-05-14T15:03:45","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/?p=47765"},"modified":"2026-05-14T15:03:47","modified_gmt":"2026-05-14T15:03:47","slug":"hilirisasi-ayam-sebagai-pilar-baru-ketahanan-pangan-indonesia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/2026\/05\/14\/hilirisasi-ayam-sebagai-pilar-baru-ketahanan-pangan-indonesia\/","title":{"rendered":"Hilirisasi Ayam sebagai Pilar Baru Ketahanan Pangan Indonesia"},"content":{"rendered":"<p>Oleh: Dhita Karuniawati )*<\/p>\n<p>Ketahanan pangan nasional tidak lagi dapat hanya bertumpu pada komoditas beras. Dalam beberapa tahun terakhir, kebutuhan masyarakat terhadap protein hewani terus meningkat seiring pertumbuhan penduduk, perubahan pola konsumsi, dan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap gizi. Di tengah tantangan global berupa gangguan rantai pasok pangan, fluktuasi harga bahan baku, hingga ancaman krisis pangan dunia, Indonesia mulai memperkuat strategi baru melalui hilirisasi industri peternakan ayam.<\/p>\n<p>Langkah tersebut kini menjadi salah satu agenda strategis pemerintah dalam membangun sistem pangan nasional yang lebih kuat, modern, dan berkelanjutan. Hilirisasi ayam dipandang bukan hanya sebagai upaya meningkatkan produksi peternakan, tetapi juga sebagai strategi memperkuat rantai pasok pangan dari hulu hingga hilir agar lebih efisien dan mampu menciptakan nilai tambah ekonomi yang besar.<\/p>\n<p>Selama ini industri perunggasan nasional masih menghadapi persoalan struktural yang berulang, mulai dari ketidakseimbangan produksi dan penyerapan pasar, fluktuasi harga ayam dan telur di tingkat peternak, hingga lemahnya integrasi antara sektor produksi, distribusi, dan pengolahan. Kondisi tersebut membuat peternak rakyat menjadi kelompok paling rentan ketika terjadi gejolak pasar.<\/p>\n<p>Karena itu, pemerintah mulai mendorong model industri ayam terintegrasi yang tidak hanya fokus pada produksi ayam hidup, tetapi juga penguatan sektor pembibitan, pakan, rumah potong unggas, industri pengolahan makanan, logistik rantai dingin, hingga distribusi produk olahan bernilai tambah tinggi. Pendekatan ini diharapkan mampu menciptakan stabilitas harga sekaligus meningkatkan kesejahteraan peternak nasional.<\/p>\n<p>Percepatan hilirisasi tersebut kini mulai dijalankan PT Berdikari sebagai BUMN sektor peternakan yang berada di bawah holding pangan ID FOOD. Melalui Proyek Hilirisasi Ayam Terintegrasi (HAT), perusahaan mulai mengonsolidasikan berbagai kekuatan nasional seperti akademisi, badan riset, ilmuwan, praktisi peternakan, dan pemerintah untuk membangun fondasi baru industri unggas nasional.<\/p>\n<p>Direktur Utama PT Berdikari, Maryadi, mengatakan bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi faktor penting dalam mempercepat terwujudnya kemandirian pangan nasional. Perusahaan membuka ruang inovasi bersama dengan berbagai pihak untuk merancang proyek hilirisasi ayam terintegrasi agar dapat berjalan sesuai harapan bersama.<\/p>\n<p>Maryadi juga berpandangan bahwa sinergi antara korporasi, akademisi, pemerintah, dan peternak rakyat perlu diperkuat agar seluruh pemangku kepentingan dapat tumbuh bersama dalam satu ekosistem industri peternakan nasional yang sehat dan berkelanjutan.<\/p>\n<p>Langkah tersebut menunjukkan adanya perubahan pendekatan dalam pembangunan sektor pangan nasional. Selama bertahun-tahun, pengembangan industri pangan sering berjalan parsial. Produksi ditingkatkan, tetapi pasar tidak siap menyerap hasil panen atau hasil ternak. Riset akademik berkembang, tetapi tidak terhubung dengan kebutuhan industri. Peternak rakyat memproduksi dalam jumlah besar, namun tidak memiliki kepastian harga maupun akses pengolahan.<\/p>\n<p>Kini, melalui hilirisasi ayam terintegrasi, pemerintah mulai mencoba membangun model baru yang menyatukan seluruh rantai produksi dalam satu sistem yang saling terhubung. Model ini diyakini mampu mengurangi ketergantungan terhadap impor, menjaga stabilitas pasokan protein hewani, serta memperkuat daya tahan pangan nasional dalam jangka panjang.<\/p>\n<p>Selain untuk memperkuat ketahanan pangan, hilirisasi ayam juga memiliki peran besar dalam mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Pasokan protein hewani yang stabil dan terjangkau dinilai penting untuk mendukung peningkatan kualitas gizi masyarakat, khususnya anak-anak sekolah.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Oleh: Dhita Karuniawati )* Ketahanan pangan nasional tidak lagi dapat hanya bertumpu pada komoditas beras&#8230;.<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"om_disable_all_campaigns":false,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-47765","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-sda-dan-agraria"],"aioseo_notices":[],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/47765","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=47765"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/47765\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":47766,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/47765\/revisions\/47766"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=47765"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=47765"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=47765"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=47765"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}