{"id":47856,"date":"2026-05-17T21:42:41","date_gmt":"2026-05-17T21:42:41","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/?p=47856"},"modified":"2026-05-17T21:42:42","modified_gmt":"2026-05-17T21:42:42","slug":"kepala-daerah-didorong-perkuat-ketahanan-pangan-melalui-aksi-nyata","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/2026\/05\/17\/kepala-daerah-didorong-perkuat-ketahanan-pangan-melalui-aksi-nyata\/","title":{"rendered":"Kepala Daerah Didorong Perkuat Ketahanan Pangan melalui Aksi Nyata"},"content":{"rendered":"<p>Jakarta \u2013 Pemerintah terus mendorong penguatan ketahanan pangan nasional melalui langkah nyata yang melibatkan kepala daerah sebagai ujung tombak pembangunan sektor pertanian dan distribusi pangan.<\/p>\n<p>Di tengah tantangan perubahan iklim, fluktuasi harga komoditas, hingga ketimpangan distribusi antardaerah, sinergi lintas wilayah dinilai menjadi kunci menjaga stabilitas pasokan pangan sekaligus memperkuat kemandirian bangsa.<\/p>\n<p>Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya Sugiarto, menegaskan bahwa kepala daerah harus mampu mengesampingkan ego sektoral yang selama ini menjadi hambatan dalam membangun kerja sama distribusi pangan antardaerah.<\/p>\n<p>Menurutnya, penguatan sistem pangan nasional tidak dapat berjalan optimal apabila setiap daerah masih bekerja sendiri tanpa integrasi data dan koordinasi yang kuat.<\/p>\n<p>Ia menilai pemanfaatan big data berbasis real-time menjadi kebutuhan mendesak agar pemerintah daerah mampu mengambil keputusan yang cepat, tepat, dan efektif dalam menjaga keseimbangan pasokan pangan.<\/p>\n<p>\u0093Masih menjadi tantangan kita membangun data yang real-time untuk Bapak-Ibu membuat keputusan mengambil kerja sama yang efektif. Daerah-daerah mana yang suplainya berlebih, daerah mana yang membutuhkan, kemudian apa saja yang bisa dikerjasamakan,\u0094 ujar Bima Arya.<\/p>\n<p>Ia menambahkan, keterpaduan data antardaerah akan mempercepat proses distribusi komoditas sekaligus menekan potensi lonjakan harga akibat gangguan pasokan.<\/p>\n<p>Karena itu, pemerintah pusat terus mendorong transformasi tata kelola pangan yang berbasis kolaborasi, digitalisasi, dan respons cepat setiap pemerintah daerah terhadap dinamika kebutuhan masyarakat.<\/p>\n<p>Komitmen memperkuat ketahanan pangan juga ditunjukkan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah melalui pembangunan kembali Kawasan Pangan Nusantara (KPN) Talaga.<\/p>\n<p>Gubernur Anwar Hafid menegaskan bahwa pengembangan kawasan tersebut merupakan bentuk dukungan nyata terhadap program prioritas nasional di sektor pangan sekaligus upaya memperkuat ekonomi masyarakat pedesaan.<\/p>\n<p>Menurutnya, pembangunan sektor pangan tidak hanya berorientasi pada produksi, tetapi juga menciptakan ekosistem ekonomi yang mampu meningkatkan kesejahteraan petani.<\/p>\n<p>\u0093Program pangan merupakan prioritas nasional. Dengan dibangunnya kembali KPN Talaga, diharapkan dapat memperkokoh ketahanan pangan daerah, memberdayakan petani, meningkatkan ekonomi masyarakat, serta mendorong industrialisasi di pedesaan,\u0094 kata Anwar Hafid.<\/p>\n<p>Ia menilai pembangunan kawasan pangan terpadu akan memperbesar kapasitas produksi daerah sekaligus membuka peluang investasi dan hilirisasi hasil pertanian di Sulawesi Tengah.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jakarta \u2013 Pemerintah terus mendorong penguatan ketahanan pangan nasional melalui langkah nyata yang melibatkan kepala&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"om_disable_all_campaigns":false,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-47856","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-sda-dan-agraria"],"aioseo_notices":[],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/47856","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=47856"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/47856\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":47857,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/47856\/revisions\/47857"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=47856"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=47856"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=47856"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=47856"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}