{"id":48021,"date":"2026-05-20T04:04:11","date_gmt":"2026-05-20T04:04:11","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/?p=48021"},"modified":"2026-05-20T04:04:12","modified_gmt":"2026-05-20T04:04:12","slug":"fundamental-ekonomi-indonesia-menjadi-penopang-stabilitas-rupiah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/2026\/05\/20\/fundamental-ekonomi-indonesia-menjadi-penopang-stabilitas-rupiah\/","title":{"rendered":"Fundamental Ekonomi Indonesia Menjadi Penopang Stabilitas Rupiah"},"content":{"rendered":"<p>Jakarta \u2013 Presiden Prabowo Subianto menegaskan fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat di tengah tekanan terhadap nilai tukar rupiah dalam beberapa pekan terakhir.<\/p>\n<p>Kepala Negara meminta masyarakat tetap optimistis terhadap kondisi ekonomi nasional dan percaya pada kemampuan Indonesia menghadapi dinamika global.<\/p>\n<p>\u201cPercaya ekonomi kita kuat, fundamental kita kuat. Indonesia kuat. Percaya kepada kekuatan kita, percaya kepada rakyat kita. Semua pemimpin harus bekerja untuk rakyat,\u201d kata Prabowo.<\/p>\n<p>Presiden juga menekankan pentingnya membangun mental bangsa yang tangguh dalam menghadapi tantangan ekonomi dunia.<\/p>\n<p>Menurutnya, Indonesia tidak boleh memandang diri sebagai bangsa yang lemah di tengah gejolak global yang terus berkembang.<\/p>\n<p>Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, memastikan kondisi saat ini berbeda dengan krisis moneter 1998.<\/p>\n<p>Ia menilai fundamental ekonomi nasional masih berada dalam kondisi solid sehingga tekanan terhadap rupiah tidak dapat disamakan dengan situasi krisis pada masa lalu.<\/p>\n<p>\u201cKalau rupiah melemah, seolah-olah kita akan bergerak seperti 1998 lagi. Kondisinya berbeda,\u201d kata Purbaya.<\/p>\n<p>Ia menjelaskan pada 1998 Indonesia mengalami resesi panjang yang disertai ketidakstabilan sosial-politik.<\/p>\n<p>Sementara saat ini pertumbuhan ekonomi nasional masih terjaga sehingga pemerintah memiliki ruang untuk menjaga stabilitas ekonomi dan memperbaiki indikator makroekonomi yang terdampak gejolak pasar global.<\/p>\n<p>Purbaya juga mengatakan pemerintah mulai meningkatkan pembelian di pasar obligasi melalui Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) guna menjaga stabilitas pasar surat utang dan mengurangi tekanan dari investor asing.<\/p>\n<p>\u201cMulai hari ini akan kita masuk dengan lebih signifikan lagi sehingga pasar obligasinya terkendali,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Ia turut mengimbau investor domestik agar tidak panik menghadapi koreksi pasar saham jangka pendek. Pemerintah, kata dia, terus memantau perkembangan pasar dan menjaga stabilitas ekonomi nasional.<\/p>\n<p>Sementara itu, Otoritas Jasa Keuangan memastikan sektor perbankan nasional tetap kuat di tengah tekanan global.<\/p>\n<p>Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, menyebut permodalan perbankan masih memadai untuk menghadapi berbagai risiko ekonomi.<\/p>\n<p>\u201cHasil stress test OJK maupun perbankan menunjukkan bahwa tingkat permodalan perbankan saat ini masih memadai untuk menghadapi risiko yang disebabkan oleh perubahan signifikan dalam kondisi makroekonomi Indonesia,\u201d kata Dian.<\/p>\n<p>Menurut OJK, koordinasi bersama pemerintah dan Komite Stabilitas Sistem Keuangan terus diperkuat guna menjaga stabilitas sektor keuangan nasional di tengah dinamika pasar global.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jakarta \u2013 Presiden Prabowo Subianto menegaskan fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat di tengah tekanan terhadap&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"om_disable_all_campaigns":false,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-48021","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-sda-dan-agraria"],"aioseo_notices":[],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/48021","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=48021"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/48021\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":48022,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/48021\/revisions\/48022"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=48021"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=48021"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=48021"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=48021"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}