{"id":48798,"date":"2026-06-10T07:25:23","date_gmt":"2026-06-10T07:25:23","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/?p=48798"},"modified":"2026-06-10T07:25:24","modified_gmt":"2026-06-10T07:25:24","slug":"ketahanan-pangan-diperkuat-melalui-hilirisasi-pertanian-dan-inovasi-agroindustri","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/2026\/06\/10\/ketahanan-pangan-diperkuat-melalui-hilirisasi-pertanian-dan-inovasi-agroindustri\/","title":{"rendered":"Ketahanan Pangan Diperkuat melalui Hilirisasi Pertanian dan Inovasi Agroindustri"},"content":{"rendered":"<p>Ketahanan Pangan Diperkuat melalui Hilirisasi Pertanian dan Inovasi Agroindustri<br \/>\nJAKARTA \u2013 Upaya memperkuat ketahanan pangan nasional terus dilakukan melalui berbagai pendekatan inovatif, mulai dari pemberdayaan masyarakat berbasis agroindustri hingga pengembangan hilirisasi sektor pertanian yang mampu menciptakan nilai tambah bagi perekonomian nasional.<\/p>\n<p>Komitmen tersebut tercermin dari langkah berbagai pihak, baik pemerintah, dunia usaha, perguruan tinggi, maupun kalangan pemuda yang secara aktif terlibat dalam memperkuat kemandirian pangan Indonesia.<\/p>\n<p>PT Pertamina Patra Niaga, misalnya, terus memperkuat ketahanan pangan berkelanjutan melalui program Community Involvement and Development (CID) yang berbasis pemberdayaan masyarakat dan pemanfaatan potensi lokal. Program tersebut tidak hanya bertujuan meningkatkan ketersediaan pangan, tetapi juga mendorong kesejahteraan ekonomi masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.<\/p>\n<p>Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, menegaskan bahwa ketahanan pangan yang kuat harus dibangun dari fondasi kemandirian masyarakat.<\/p>\n<p>\u201cMelalui pendekatan tersebut, Pertamina Patra Niaga menghadirkan solusi yang tidak hanya meningkatkan ketersediaan pangan, tetapi juga memperkuat kesejahteraan masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan,\u201d ujar Roberth.<\/p>\n<p>Sementara itu, Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa keberhasilan Indonesia mencapai swasembada pada sejumlah komoditas pangan harus menjadi pijakan untuk memperkuat hilirisasi pertanian nasional.<\/p>\n<p>\u201cKita sudah membuktikan swasembada pangan. Sekarang tantangannya adalah bagaimana menjaga keberlanjutannya dan melangkah ke hilirisasi,\u201d kata Amran saat memberikan kuliah umum di Universitas Halu Oleo, Kendari.<\/p>\n<p>Menurutnya, pengembangan industri pengolahan hasil pertanian akan meningkatkan nilai tambah komoditas dan berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan petani.<\/p>\n<p>\u201cKalau hanya menjual bahan mentah, nilainya kecil. Mimpi kita adalah hilirisasi seluruh komoditas sehingga kesejahteraan petani meningkat,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Amran juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan generasi muda dalam menghadirkan inovasi teknologi yang mampu mempercepat transformasi sektor pertanian menuju agroindustri modern.<\/p>\n<p>Dukungan terhadap ketahanan pangan juga datang dari kalangan pemuda. Wakil Gubernur Banten, Achmad Dimyati Natakusumah mengapresiasi keterlibatan Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) dalam program pertanian yang menghasilkan panen jagung di Kabupaten Lebak.<\/p>\n<p>\u201cIni bisa menjadi contoh para pemuda yang malu atau merasa rendah menjadi petani,\u201d ujar Dimyati.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ketahanan Pangan Diperkuat melalui Hilirisasi Pertanian dan Inovasi Agroindustri JAKARTA \u2013 Upaya memperkuat ketahanan pangan&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"om_disable_all_campaigns":false,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-48798","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-sda-dan-agraria"],"aioseo_notices":[],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/48798","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=48798"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/48798\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":48799,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/48798\/revisions\/48799"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=48798"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=48798"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=48798"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=48798"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}