{"id":49021,"date":"2026-06-16T11:55:28","date_gmt":"2026-06-16T11:55:28","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/?p=49021"},"modified":"2026-06-16T11:55:36","modified_gmt":"2026-06-16T11:55:36","slug":"sekolah-rakyat-sebagai-investasi-jangka-panjang-peningkatan-kualitas-sdm-indonesia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/2026\/06\/16\/sekolah-rakyat-sebagai-investasi-jangka-panjang-peningkatan-kualitas-sdm-indonesia\/","title":{"rendered":"Sekolah Rakyat Sebagai Investasi Jangka Panjang Peningkatan Kualitas SDM Indonesia"},"content":{"rendered":"<p>Oleh: Rahma Santika )*<\/p>\n<p>Pembangunan sumber daya manusia merupakan fondasi utama dalam mewujudkan Indonesia yang maju dan berdaya saing. Di tengah berbagai tantangan pembangunan, pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto menempatkan sektor pendidikan sebagai prioritas strategis. <\/p>\n<p>Salah satu langkah konkret yang kini terus diperkuat adalah Program Sekolah Rakyat, sebuah kebijakan yang dirancang untuk memperluas akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu sekaligus menjadi investasi jangka panjang dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.<\/p>\n<p>Sekolah Rakyat dengan semangat menghadirkan keadilan sosial di bidang pendidikan. Selama bertahun-tahun, masih terdapat anak-anak yang menghadapi keterbatasan akses pendidikan karena faktor ekonomi maupun kondisi sosial. <\/p>\n<p>Melalui Sekolah Rakyat, pemerintah berupaya memastikan bahwa setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk mengembangkan potensi dan meraih masa depan yang lebih baik.<\/p>\n<p>Keseriusan pemerintah dalam mengawal program tersebut terlihat dari keterlibatan langsung berbagai kementerian dan lembaga. Kepala Staf Kepresidenan, Dudung Abdurachman, misalnya, melakukan peninjauan langsung ke pelaksanaan Program Sekolah Rakyat di Malang, Jawa Timur. Kunjungan tersebut menunjukkan bahwa pemerintah tidak hanya merancang kebijakan, tetapi juga memastikan implementasinya berjalan sesuai tujuan.<\/p>\n<p>Dalam peninjauan langsung ke pelaksanaan Program Sekolah Rakyat, Dudung melihat secara langsung proses pembelajaran di sekolah rintisan yang saat ini digunakan sambil menunggu pembangunan sekolah permanen. Dari hasil dialog dengan kepala sekolah dan para pembimbing, diperoleh gambaran bahwa berbagai tantangan pada tahap awal pelaksanaan program mampu dihadapi melalui kerja sama seluruh pihak yang terlibat.<\/p>\n<p>Dudung menegaskan bahwa Sekolah Rakyat merupakan salah satu program prioritas Presiden yang bertujuan memberikan kesempatan pendidikan kepada anak-anak yang selama ini menghadapi keterbatasan ekonomi maupun pernah putus sekolah. Menurutnya, program tersebut merupakan wujud nyata komitmen negara untuk memastikan tidak ada anak Indonesia yang kehilangan hak memperoleh pendidikan.<\/p>\n<p>Upaya pemerintah tidak berhenti pada penyediaan ruang belajar semata. Program ini juga dirancang untuk membangun karakter, moral, kedisiplinan, dan semangat kebangsaan peserta didik. Hal tersebut tercermin dari perkembangan para siswa yang mulai menunjukkan perubahan positif selama mengikuti proses pendidikan di Sekolah Rakyat.<\/p>\n<p>Perubahan tersebut juga disampaikan oleh Menteri Sosial, Saifullah Yusuf. Berdasarkan hasil pemantauan langsung terhadap kegiatan siswa, ia menilai peserta didik Sekolah Rakyat mengalami perkembangan yang cukup signifikan. Mereka menjadi lebih percaya diri, lebih bersemangat dalam belajar, lebih disiplin, serta memiliki keberanian untuk menampilkan kemampuan di depan publik.<\/p>\n<p>Perkembangan peserta didik Sekolah Rakyat menunjukkan bahwa investasi pendidikan tidak hanya menghasilkan peningkatan kemampuan akademik, tetapi juga membentuk karakter yang kuat. Dalam jangka panjang, karakter positif seperti disiplin, keberanian, tanggung jawab, dan rasa percaya diri merupakan modal penting untuk menciptakan generasi unggul yang mampu bersaing di berbagai bidang.<\/p>\n<p>Keberhasilan pembentukan karakter itu terlihat dalam berbagai kegiatan yang ditampilkan para siswa. Mereka mampu menunjukkan keterampilan melalui pertunjukan seni, olahraga, pidato, hingga berbagai aktivitas yang mencerminkan peningkatan kemampuan komunikasi dan kepercayaan diri. Kondisi tersebut menjadi indikator bahwa pendekatan pendidikan yang diterapkan dalam Sekolah Rakyat memberikan dampak nyata terhadap perkembangan peserta didik.<\/p>\n<p>Komitmen tersebut terlihat dari peninjauan yang dilakukan Wakil Menteri Sosial, Agus Jabo Priyono, terhadap pembangunan Sekolah Rakyat permanen di Lampung Timur. Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh proses pembangunan berjalan sesuai target sehingga dapat segera digunakan untuk menerima peserta didik baru.<\/p>\n<p>Menurut Agus Jabo, sekolah tersebut akan menjadi pusat pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu dengan kapasitas ratusan siswa yang mencakup jenjang SD, SMP, dan SMA. Kehadiran fasilitas permanen ini akan memperluas jangkauan program sekaligus meningkatkan kualitas layanan pendidikan yang diberikan kepada masyarakat.<\/p>\n<p>Tingginya minat masyarakat terhadap Sekolah Rakyat menjadi bukti bahwa program ini menjawab kebutuhan nyata di lapangan. Jumlah calon siswa yang mengikuti proses asesmen bahkan dilaporkan melebihi kuota yang tersedia. Kondisi tersebut menunjukkan besarnya harapan masyarakat terhadap hadirnya pendidikan yang berkualitas dan terjangkau bagi seluruh lapisan sosial.<\/p>\n<p>Merespons tingginya antusiasme tersebut, pemerintah terus menyiapkan berbagai skema pengembangan agar semakin banyak anak dapat memperoleh manfaat dari program ini. Langkah tersebut penting karena peningkatan kualitas sumber daya manusia membutuhkan cakupan program yang luas dan berkelanjutan.<\/p>\n<p>Pembangunan Sekolah Rakyat juga mencerminkan kuatnya kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah. Penyediaan lahan, pembangunan fasilitas, hingga dukungan operasional dilakukan melalui koordinasi lintas sektor. Pendekatan kolaboratif ini mempercepat realisasi program sekaligus memastikan setiap tahapan berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.<\/p>\n<p>Program Sekolah Rakyat juga selaras dengan agenda besar Indonesia Emas 2045 yang menempatkan kualitas manusia sebagai faktor utama kemajuan bangsa. Generasi yang sehat, berpendidikan, berkarakter, dan memiliki keterampilan yang baik akan menjadi kekuatan utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, inovasi, serta daya saing nasional.<\/p>\n<p>Melalui penguatan akses pendidikan, pembangunan fasilitas yang memadai, pembinaan karakter, dan dukungan lintas sektor, pemerintah menunjukkan komitmen kuat dalam membangun fondasi sumber daya manusia Indonesia. Sekolah Rakyat bukan sekadar program pendidikan, melainkan investasi strategis yang akan memberikan manfaat bagi bangsa dalam jangka panjang.<\/p>\n<p>*) Pengamat Kebijakan Publik<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Oleh: Rahma Santika )* Pembangunan sumber daya manusia merupakan fondasi utama dalam mewujudkan Indonesia yang&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"om_disable_all_campaigns":false,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-49021","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-sda-dan-agraria"],"aioseo_notices":[],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/49021","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=49021"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/49021\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":49028,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/49021\/revisions\/49028"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=49021"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=49021"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=49021"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=49021"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}