{"id":49120,"date":"2026-06-19T01:54:30","date_gmt":"2026-06-19T01:54:30","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/?p=49120"},"modified":"2026-06-19T01:54:32","modified_gmt":"2026-06-19T01:54:32","slug":"psn-papua-dukung-ketahanan-pangan-lokal-dan-buka-peluang-ekonomi-baru","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/2026\/06\/19\/psn-papua-dukung-ketahanan-pangan-lokal-dan-buka-peluang-ekonomi-baru\/","title":{"rendered":"PSN Papua Dukung Ketahanan Pangan Lokal dan Buka Peluang Ekonomi Baru"},"content":{"rendered":"<p>Papua &#8211; Program Strategis Nasional (PSN) Papua di sektor pangan dinilai memiliki potensi besar dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat lokal. Melalui pengelolaan yang inklusif dan berkelanjutan, PSN di Papua diyakini mampu mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat tanpa mengabaikan kekayaan budaya dan pangan lokal.<\/p>\n<p>Ketua Melanesian Youth Diplomacy Forum, Steve Mara, menyampaikan apresiasi terhadap langkah pemerintah dalam menyiapkan masa depan ketahanan pangan nasional. Menurutnya, kebijakan yang dijalankan pemerintah saat ini menjadi bagian penting dalam membangun fondasi ekonomi yang lebih kuat bagi masyarakat dan negara.<\/p>\n<p>\u201cPemerintah telah menunjukkan komitmen dalam mempersiapkan ketahanan pangan dan menciptakan iklim ekonomi yang sehat. Program ini berpotensi memberikan manfaat bagi masyarakat kecil sekaligus memperkuat pendapatan negara,\u201d ujar Ketua Melanesian Youth Diplomacy Forum, Steve Mara.<\/p>\n<p>Ia menilai generasi muda perlu mengambil peran aktif dalam mendukung keberhasilan PSN karena program tersebut dapat melahirkan berbagai peluang usaha baru. Kehadiran PSN, lanjutnya, tidak hanya berorientasi pada produksi pangan nasional, tetapi juga dapat menjadi ruang pengembangan ekonomi berbasis potensi daerah.<\/p>\n<p>Menurut Steve, Papua memiliki kekayaan pangan lokal seperti sagu dan umbi-umbian yang memiliki nilai ekonomi tinggi apabila diintegrasikan dalam strategi ketahanan pangan nasional. <\/p>\n<p>\u201cPangan lokal seperti sagu dan umbi-umbian dapat dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi daerah. Ke depan, Papua memiliki peluang menjadi sentra pangan yang mampu melayani kebutuhan kawasan Pasifik,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Lebih lanjut, Ketua Melanesian Youth Diplomacy Forum, Steve Mara, menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat adat agar implementasi PSN berjalan secara inklusif. Menurutnya, pelibatan masyarakat adat menjadi kunci agar pembangunan tetap selaras dengan pelestarian budaya, perlindungan hutan adat, dan kawasan sakral.<\/p>\n<p>\u201cKoordinasi yang baik perlu terus diperkuat agar masyarakat adat terlibat aktif dalam pembangunan pangan nasional, sementara identitas budaya dan pangan lokal tetap terjaga,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Ia juga mengajak generasi muda untuk mendukung program strategis pemerintah secara objektif dan konstruktif. Dengan kolaborasi seluruh pihak, PSN Papua diyakini mampu memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus menghadirkan nilai ekonomis yang nyata bagi masyarakat lokal dan pembangunan Indonesia secara berkelanjutan.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Papua &#8211; Program Strategis Nasional (PSN) Papua di sektor pangan dinilai memiliki potensi besar dalam&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"om_disable_all_campaigns":false,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-49120","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-sda-dan-agraria"],"aioseo_notices":[],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/49120","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=49120"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/49120\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":49125,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/49120\/revisions\/49125"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=49120"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=49120"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=49120"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=49120"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}