{"id":49256,"date":"2026-06-23T09:05:19","date_gmt":"2026-06-23T09:05:19","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/?p=49256"},"modified":"2026-06-23T09:05:20","modified_gmt":"2026-06-23T09:05:20","slug":"koperasi-desa-menjadi-motor-baru-kebangkitan-ekonomi-kerakyatan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/2026\/06\/23\/koperasi-desa-menjadi-motor-baru-kebangkitan-ekonomi-kerakyatan\/","title":{"rendered":"Koperasi Desa Menjadi Motor Baru Kebangkitan Ekonomi Kerakyatan"},"content":{"rendered":"<p>JAKARTA &#8211; Pemerintah terus memperkuat peran Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) sebagai instrumen strategis untuk mendorong kebangkitan ekonomi kerakyatan sekaligus mempercepat pembangunan yang lebih inklusif hingga ke tingkat desa.<\/p>\n<p>Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming menegaskan pemerintah saat ini tengah memperbaiki tata kelola berbagai program prioritas, termasuk Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih. <\/p>\n<p>Menurutnya, langkah tersebut dilakukan agar pelaksanaan program semakin tepat sasaran dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.<\/p>\n<p>\u201cPemerintah berkomitmen melakukan perbaikan tata kelola MBG dan KDMP untuk memastikan setiap rupiah benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat dan eksekusi program bisa lebih tepat sasaran, lebih efektif, efisien, serta terbebas dari praktik-praktik korupsi,\u201d kata Gibran.<\/p>\n<p>Ia menambahkan, penguatan tata kelola program juga penting untuk menjaga kepercayaan publik sekaligus meningkatkan kemampuan fiskal pemerintah. <\/p>\n<p>\u201cSehingga dapat meningkatkan kepercayaan pasar terhadap perekonomian nasional,\u201d lanjutnya.<\/p>\n<p>Komitmen pemerintah tersebut mulai terlihat di berbagai daerah. Di Kabupaten Kampar, Provinsi Riau, pembangunan Koperasi Desa Merah Putih menunjukkan perkembangan yang positif. <\/p>\n<p>Pelaksana Tugas Gubernur Riau, SF Hariyanto, mengatakan dari target 250 unit koperasi yang direncanakan, sebanyak 73 bangunan telah selesai dibangun.<\/p>\n<p>\u201cAlhamdulillah, hari ini kita meninjau pembangunan Koperasi Desa Merah Putih di Kabupaten Kampar. Dari target 250 unit, sebanyak 73 bangunan telah selesai,\u201d ujarnya saat meninjau lokasi pembangunan.<\/p>\n<p>Menurut SF Hariyanto, capaian tersebut tidak lepas dari dukungan Pemerintah Kabupaten Kampar, terutama dalam penyediaan lahan yang menjadi faktor penting dalam percepatan pembangunan.<\/p>\n<p>Ia optimistis seluruh target pembangunan koperasi di Kabupaten Kampar dapat diselesaikan tahun ini. <\/p>\n<p>\u201cTargetnya seluruh pembangunan dapat selesai tahun ini. Untuk operasional, kita menunggu arahan dari pemerintah pusat,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p>Sementara itu, Menteri Koperasi, Ferry Juliantono, menilai koperasi memiliki posisi strategis dalam mendukung transformasi ekonomi nasional yang berkelanjutan. <\/p>\n<p>Menurutnya, koperasi tidak hanya menjadi penggerak ekonomi masyarakat, tetapi juga mampu mendorong pengembangan ekonomi hijau yang berpihak pada kesejahteraan rakyat.<\/p>\n<p>\u201cUntuk memperkuat peran tersebut, Kementerian Koperasi mendorong berbagai kegiatan perkembangan koperasi berbasis energi terbarukan, sehingga instrumen kemandirian ekonomi desa itu juga bisa berkembang secara bersamaan,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Ferry menegaskan transformasi ekonomi tidak cukup hanya bertumpu pada kebijakan pemerintah dan pelaku usaha besar, tetapi juga harus tumbuh dari tingkat komunitas melalui koperasi.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAKARTA &#8211; Pemerintah terus memperkuat peran Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) sebagai instrumen strategis untuk mendorong kebangkitan ekonomi kerakyatan sekaligus mempercepat pembangunan yang lebih inklusif hingga ke tingkat desa. Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming menegaskan pemerintah saat ini tengah memperbaiki tata kelola berbagai program prioritas, termasuk Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"om_disable_all_campaigns":false,"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-49256","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-sda-dan-agraria"],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/49256","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=49256"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/49256\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":49266,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/49256\/revisions\/49266"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=49256"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=49256"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=49256"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}