{"id":49285,"date":"2026-06-24T09:37:45","date_gmt":"2026-06-24T09:37:45","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/?p=49285"},"modified":"2026-06-24T09:37:52","modified_gmt":"2026-06-24T09:37:52","slug":"danantara-pangkas-entitas-bumn-untuk-efisiensi-dan-kurangi-beban-negara","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/2026\/06\/24\/danantara-pangkas-entitas-bumn-untuk-efisiensi-dan-kurangi-beban-negara\/","title":{"rendered":"Danantara Pangkas Entitas BUMN untuk Efisiensi dan Kurangi Beban Negara"},"content":{"rendered":"<p>Jakarta &#8211; Pemerintah terus mempercepat transformasi badan usaha milik negara (BUMN) melalui program konsolidasi besar-besaran yang dijalankan bersama Danantara. Langkah ini diarahkan untuk meningkatkan efisiensi, memperkuat tata kelola perusahaan negara, serta mengurangi beban biaya yang selama ini ditanggung negara akibat banyaknya entitas usaha yang tersebar di berbagai sektor.<\/p>\n<p>\u201cProses konsolidasi dan transformasi BUMN terus berjalan. Dari total sekitar 1.077 entitas BUMN, sebanyak 258 telah berhasil dikonsolidasikan, dan dilanjutkan dengan target sekitar 300 entitas dalam waktu dekat,\u201d ujar Sekretaris Kabinet Letkol Teddy Indra Wijaya.<\/p>\n<p>Menurut Teddy, konsolidasi menjadi bagian dari agenda strategis Presiden Prabowo Subianto dalam mengoptimalkan pengelolaan aset negara. Pemerintah menilai penyederhanaan struktur BUMN diperlukan agar perusahaan pelat merah lebih fokus menjalankan bisnis yang produktif, kompetitif, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.<\/p>\n<p>\u201cLangkah ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi, memperkuat tata kelola, serta mengurangi beban biaya yang selama ini ditanggung negara,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Selain memperkuat kinerja perusahaan negara, transformasi BUMN juga diarahkan untuk membuka peluang pertumbuhan ekonomi baru. Pemerintah melihat pengelolaan aset yang lebih efektif dapat mendukung pengembangan sektor strategis seperti pariwisata, industri kreatif, olahraga, hingga berbagai kegiatan yang mampu menarik investasi dan menciptakan lapangan kerja.<\/p>\n<p>\u201cMengelola aset bangsa dengan lebih baik untuk menghasilkan manfaat yang lebih besar bagi rakyat,\u201d ujar Teddy.<\/p>\n<p>Di sisi lain, Kepala BP BUMN sekaligus Chief Operating Officer Danantara, Dony Oskaria, menegaskan bahwa proses restrukturisasi tidak hanya berfokus pada aspek keuangan perusahaan, tetapi juga menyentuh perbaikan model bisnis secara menyeluruh. Langkah tersebut dilakukan setelah proses pendataan dan validasi seluruh entitas BUMN yang sebelumnya bahkan belum memiliki angka pasti mengenai jumlah perusahaan pelat merah.<\/p>\n<p>\u201cBiasanya kita melakukan financial restructuring. Saya bilang saya tidak mau hanya financial restructuring, saya mau business restructuring. Kita ubah, kita pastikan bahwa bisnisnya benar dulu,\u201d ungkap Dony.<\/p>\n<p>Dony mencontohkan keberhasilan restrukturisasi PT Krakatau Steel yang tidak hanya dilakukan melalui penataan keuangan, tetapi juga pembenahan model bisnis sehingga mampu kembali mencatat keuntungan. Ia memastikan konsolidasi BUMN tidak akan dilakukan melalui pemutusan hubungan kerja massal.<\/p>\n<p>\u201cPenyederhanaan jumlah entitas BUMN tidak identik dengan pengurangan pegawai. Tujuannya adalah meningkatkan efisiensi organisasi dan memperkuat daya saing perusahaan negara,\u201d ujarnya. <\/p>\n<p>Dengan langkah tersebut, pemerintah berharap BUMN menjadi lebih sehat, produktif, dan mampu memberikan kontribusi yang lebih besar bagi perekonomian nasional. (*)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jakarta &#8211; Pemerintah terus mempercepat transformasi badan usaha milik negara (BUMN) melalui program konsolidasi besar-besaran&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"om_disable_all_campaigns":false,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-49285","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-sda-dan-agraria"],"aioseo_notices":[],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/49285","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=49285"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/49285\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":49295,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/49285\/revisions\/49295"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=49285"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=49285"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=49285"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=49285"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}