{"id":49880,"date":"2026-07-17T19:20:31","date_gmt":"2026-07-17T19:20:31","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/?p=49880"},"modified":"2026-07-17T19:20:33","modified_gmt":"2026-07-17T19:20:33","slug":"presiden-ingatkan-elite-politik-jaga-demokrasi-dari-aksi-anarkis","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/2026\/07\/17\/presiden-ingatkan-elite-politik-jaga-demokrasi-dari-aksi-anarkis\/","title":{"rendered":"Presiden Ingatkan Elite Politik Jaga Demokrasi dari Aksi Anarkis"},"content":{"rendered":"<p>JAKARTA \u2013 Presiden Prabowo Subianto mengingatkan seluruh elemen bangsa, khususnya para elite politik, untuk menjaga kualitas demokrasi Indonesia dengan mengedepankan persatuan dan sikap saling menghormati. Kepala Negara menegaskan bahwa perbedaan pilihan politik merupakan bagian yang wajar dalam sistem demokrasi, namun tidak boleh berkembang menjadi tindakan anarkis ataupun upaya memecah belah persatuan nasional.<br \/>\nPresiden Prabowo menekankan bahwa demokrasi hanya akan tumbuh sehat apabila seluruh pihak mampu menerima hasil kontestasi politik secara dewasa. Ia mengingatkan agar setiap proses politik tidak diwarnai provokasi maupun ajakan melakukan tindakan perusakan terhadap fasilitas publik.<br \/>\n\u201cMari kita bersatu. Semua unsur kita berbeda tidak ada masalah. Berbeda partai tidak ada masalah. Sekian tahun kita bertanding dengan baik, nggak ada masalah. Siapa yang menang monggo. Jangan kalau kalah mau bakar-bakar. Pemimpin yang menganjurkan bakar-bakar di Republik ini, itu adalah pemimpin pengkhianat,\u201d kata Presiden Prabowo.<br \/>\nPresiden menilai bangsa Indonesia memiliki modal besar berupa keberagaman yang harus dijaga bersama. Karena itu, ia mengajak masyarakat meninggalkan budaya saling mencaci, menyebarkan kebencian, maupun memelihara rasa curiga yang dapat menggerus persaudaraan di tengah masyarakat.<br \/>\n\u201cMari kita bersatu, mari kita gotong royong, mari kita kerja sama. Jangan ikut-ikut budaya caci maki, budaya dengki, budaya curiga,\u201d ujarnya.<br \/>\nPernyataan Presiden tersebut mendapat tanggapan dari Sekretaris Jenderal Partai Golkar, M. Sarmuji. Ia menilai pesan yang disampaikan Kepala Negara merupakan peringatan bagi seluruh pihak agar tidak mengulangi berbagai pengalaman buruk yang pernah mencederai kehidupan demokrasi di Indonesia.<br \/>\n\u201cYa itu warning ya. Warning jangan sampai kita mengulangi kesalahan yang terdahulu,\u201d kata Sarmuji.<br \/>\nSarmuji menambahkan bahwa dinamika politik harus dikelola secara bijaksana. Menurutnya, baik kepuasan maupun ketidakpuasan terhadap hasil politik tidak boleh berkembang menjadi sikap yang merusak kehidupan berbangsa.<br \/>\nIa mengingatkan bahwa fanatisme berlebihan maupun rasa kecewa yang tidak terkendali sama-sama berpotensi memicu tindakan yang mengganggu stabilitas nasional. Karena itu, seluruh elemen masyarakat diharapkan mampu menjaga kedewasaan dalam menyampaikan aspirasi dan menghormati aturan yang berlaku.<br \/>\n\u201cTapi ketidakpuasan jangan juga menjadikan seseorang menjadi anarki, iri dengki yang kemudian merusak tatanan kenegaraan kita. Jadi itu semua adalah warning dari Presiden,\u201d tuturnya.<br \/>\nPesan Presiden tersebut dinilai menjadi pengingat penting bagi seluruh elite politik dan masyarakat agar terus menjaga demokrasi Indonesia tetap berjalan dalam koridor konstitusi, menjunjung persatuan, serta menolak segala bentuk provokasi dan tindakan anarkis yang dapat mengancam keutuhan bangsa. )*<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAKARTA \u2013 Presiden Prabowo Subianto mengingatkan seluruh elemen bangsa, khususnya para elite politik, untuk menjaga&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"om_disable_all_campaigns":false,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-49880","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-sda-dan-agraria"],"aioseo_notices":[],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/49880","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=49880"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/49880\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":49883,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/49880\/revisions\/49883"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=49880"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=49880"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=49880"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=49880"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}