{"id":50060,"date":"2026-07-28T08:54:22","date_gmt":"2026-07-28T08:54:22","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/?p=50060"},"modified":"2026-07-28T08:54:30","modified_gmt":"2026-07-28T08:54:30","slug":"revitalisasi-71-744-sekolah-jadi-langkah-besar-perkuat-infrastruktur-pendidikan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/2026\/07\/28\/revitalisasi-71-744-sekolah-jadi-langkah-besar-perkuat-infrastruktur-pendidikan\/","title":{"rendered":"Revitalisasi 71.744 Sekolah Jadi Langkah Besar Perkuat Infrastruktur Pendidikan"},"content":{"rendered":"<p>Jakarta \u2013 Pemerintah terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan nasional dengan menaikkan target program revitalisasi sekolah pada 2026. Melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), jumlah sekolah yang akan direvitalisasi bertambah dari 11.744 menjadi 71.744 sekolah di seluruh Indonesia.<\/p>\n<p>Program ini tidak hanya ditujukan untuk memperbaiki infrastruktur pendidikan, tetapi juga diproyeksikan mampu menyerap sekitar 1,1 juta tenaga kerja sehingga memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat.<\/p>\n<p>Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu\u2019ti menjelaskan bahwa pelaksanaan revitalisasi akan melibatkan sekitar 1,1 juta pekerja dengan masa pengerjaan berkisar antara tiga hingga delapan bulan.<\/p>\n<p>\u201cSebanyak sekitar 1,1 juta orang akan terlibat dalam revitalisasi 71.744 sekolah, dengan waktu pelaksanaan yang diperkirakan berlangsung selama tiga sampai delapan bulan,\u0094 ujarnya.<\/p>\n<p>Semula pemerintah hanya menargetkan revitalisasi terhadap 11.744 sekolah dengan anggaran Rp14 triliun. Namun, setelah dilakukan evaluasi terhadap kebutuhan di lapangan, pemerintah menambah sasaran sebanyak 60.000 satuan pendidikan sehingga total target revitalisasi pada 2026 mencapai 71.744 sekolah. Kebijakan tersebut diharapkan dapat mempercepat pemerataan kualitas sarana pendidikan di berbagai daerah.<\/p>\n<p>Abdul Mu\u2019ti mengungkapkan bahwa hingga pertengahan Juni 2026, sekitar 70 persen dari target awal revitalisasi telah berhasil diselesaikan.<\/p>\n<p>Menurutnya, \u201cBahkan, beberapa di antaranya sudah bisa selesai di bulan Juli atau Agustus, dan sudah bisa diresmikan untuk memulai tahun ajaran 2026\/2027.\u201d<\/p>\n<p>Selain memperbaiki fasilitas sekolah, program ini juga dirancang untuk memberikan manfaat ekonomi melalui mekanisme swakelola yang melibatkan masing-masing satuan pendidikan dan masyarakat sekitar.<\/p>\n<p>Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) memastikan pemerintah akan terus mengawal pelaksanaan revitalisasi sekolah di seluruh Indonesia.<\/p>\n<p>Ia menegaskan, \u201cKami akan terus mengawal proses revitalisasi, termasuk renovasi sekolah-sekolah di Indonesia di semua daerah.\u201d<\/p>\n<p>AHY menambahkan bahwa pemerintah ingin memastikan seluruh sekolah memiliki fasilitas yang semakin memadai agar proses belajar mengajar berlangsung lebih nyaman bagi siswa maupun guru.<\/p>\n<p>\u201cKami ingin memastikan bahwa seluruh sekolah menjadi semakin layak, dengan fasilitas dan dukungan yang terus ditingkatkan sehingga proses belajar mengajar berjalan lebih baik, para siswa dapat belajar dengan lebih fokus, guru merasa nyaman, dan pada akhirnya menghasilkan lulusan yang berkualitas,\u0094 ujarnya.<\/p>\n<p>Menurutnya, revitalisasi akan dilaksanakan melalui sinergi lintas kementerian dengan tetap memperhatikan skala prioritas di setiap daerah agar pelaksanaannya berjalan sesuai target.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jakarta \u2013 Pemerintah terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan nasional dengan menaikkan target program&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"om_disable_all_campaigns":false,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-50060","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-sda-dan-agraria"],"aioseo_notices":[],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/50060","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=50060"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/50060\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":50063,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/50060\/revisions\/50063"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=50060"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=50060"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=50060"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=50060"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}