{"id":50525,"date":"2026-08-17T16:22:45","date_gmt":"2026-08-17T16:22:45","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/?p=50525"},"modified":"2026-08-17T16:22:46","modified_gmt":"2026-08-17T16:22:46","slug":"perkuat-literasi-digital-masyarakat-diajak-bijak-hadapi-provokasi-dan-hoaks","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/2026\/08\/17\/perkuat-literasi-digital-masyarakat-diajak-bijak-hadapi-provokasi-dan-hoaks\/","title":{"rendered":"Perkuat Literasi Digital, Masyarakat Diajak Bijak Hadapi Provokasi dan Hoaks"},"content":{"rendered":"<p>Jakarta \u2013 Masyarakat diingatkan untuk semakin kritis menyikapi informasi yang beredar di ruang digital. Kemampuan memeriksa kebenaran informasi penting agar publik tidak mudah terpengaruh hoaks, disinformasi, maupun narasi provokatif dan Hoaks yang dapat memicu perpecahan.<\/p>\n<p>Ketua DPR RI Puan Maharani menekankan pentingnya menjaga ruang digital agar tetap sehat dan tidak menjadi arena politik kebencian, polarisasi, serta kepentingan yang memecah belah masyarakat. Menurutnya, derasnya arus informasi harus diimbangi kecermatan dan kedewasaan pengguna.<\/p>\n<p>\u0093Perkembangan ruang digital telah membuka ruang yang semakin luas bagi masyarakat untuk memperoleh informasi, menyampaikan aspirasi, dan memberikan kritik,\u0094 ujar Puan.<\/p>\n<p>Puan menyebut kemudahan tersebut juga membawa tantangan berupa disinformasi, hoaks, serta konten yang dimanipulasi atau dilepaskan dari konteks. Informasi semacam itu dapat memperuncing polarisasi dan mengaburkan batas antara kritik konstruktif dan provokasi.<\/p>\n<p>Ia mencontohkan informasi keliru terkait DPR, seperti kutipan palsu yang mengatasnamakan pimpinan atau anggota DPR serta informasi tidak benar mengenai pembahasan rancangan undang-undang. Video lama yang digunakan kembali dengan narasi baru juga berpotensi membentuk persepsi yang keliru.<\/p>\n<p>\u0093Karena itu, menjaga ruang digital yang sehat membutuhkan peran dan kedewasaan semua pihak,\u0094 ujar Puan.<\/p>\n<p>Senada, Analis Komunikasi Politik Silvanus Alvin juga mengingatkan masyarakat agar tidak langsung mempercayai konten yang ramai beredar di media sosial. Ia menyoroti kembali munculnya video lama aksi demonstrasi mahasiswa yang dikemas seolah-olah sebagai peristiwa terkini.<\/p>\n<p>\u0093Entah apa maksud dan tujuannya, banyaknya video demo lama yang diviralkan kembali menunjukkan sebuah pola yang patut diduga bertujuan untuk menggiring opini publik. Apalagi meskipun akun-akunnya berbeda, narasi yang dikeluarkan seragam,\u0094 kata Alvin.<\/p>\n<p>Alvin meminta publik melakukan pengecekan silang sebelum mempercayai atau menyebarkan informasi. Menurutnya, masyarakat dapat membandingkan informasi di media sosial dengan pemberitaan media pers yang kredibel dan menerapkan standar jurnalistik.<\/p>\n<p>\u0093Dalam konteks ini, masyarakat harus mau melakukan check and recheck yakni mencocokkan dan memeriksa kembali kebenaran suatu informasi, berita, atau data angka,\u0094 jelasnya.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jakarta \u2013 Masyarakat diingatkan untuk semakin kritis menyikapi informasi yang beredar di ruang digital. Kemampuan memeriksa kebenaran informasi penting agar publik tidak mudah terpengaruh hoaks, disinformasi, maupun narasi provokatif dan Hoaks yang dapat memicu perpecahan. Ketua DPR RI Puan Maharani menekankan pentingnya menjaga ruang digital agar tetap sehat dan tidak menjadi arena politik kebencian, polarisasi, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"om_disable_all_campaigns":false,"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-50525","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-sda-dan-agraria"],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/50525","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=50525"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/50525\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":50526,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/50525\/revisions\/50526"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=50525"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=50525"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=50525"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}