{"id":51678,"date":"2026-08-26T12:59:13","date_gmt":"2026-08-26T12:59:13","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/?p=51678"},"modified":"2026-08-26T12:59:14","modified_gmt":"2026-08-26T12:59:14","slug":"budi-arie-luruskan-polemik-percepatan-dinamika-politik-ajak-masyarakat-jaga-stabilitas","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/2026\/08\/26\/budi-arie-luruskan-polemik-percepatan-dinamika-politik-ajak-masyarakat-jaga-stabilitas\/","title":{"rendered":"Budi Arie Luruskan Polemik Percepatan Dinamika Politik, Ajak Masyarakat Jaga Stabilitas"},"content":{"rendered":"<p>Ketua Umum Projo Budi Arie Setiadi memberikan klarifikasi terkait pernyataannya mengenai kemungkinan terjadinya percepatan dinamika politik sebelum Pemilu 2029 yang beredar luas di media sosial dan memicu berbagai spekulasi. Budi Arie menegaskan pernyataan tersebut merupakan analisis pribadi dan tidak berkaitan dengan Presiden ke-7 RI Joko Widodo.<\/p>\n<p>Klarifikasi disampaikan setelah pernyataannya menimbulkan beragam penafsiran mengenai arah politik nasional. Budi Arie juga menyampaikan permohonan maaf kepada pihak-pihak yang merasa kurang nyaman dengan pernyataan tersebut.<\/p>\n<p>\u201cSehubungan dengan viralnya pernyataan dan analisa saya dalam sebuah pertemuan di Jakarta baru-baru ini yang menimbulkan spekulasi dan berbagai salah penafsiran, saya Budi Arie Setiadi memohon maaf kepada pihak-pihak yang kurang berkenan dan nyaman dengan pernyataan saya tersebut,\u201d ujar Budi Arie.<\/p>\n<p>Ia menegaskan pernyataan mengenai kemungkinan percepatan dinamika politik sebelum 2029 merupakan pandangan pribadi. \u201cPernyataan dan analisa tersebut merupakan pernyataan dan analisa pribadi saya,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p>Budi Arie juga meluruskan isu yang mengaitkan pernyataannya dengan Joko Widodo. \u201cPernyataan tersebut tidak ada hubungan dan kait-mengaitnya dengan Bapak Joko Widodo,\u201d lanjutnya.<\/p>\n<p>Budi Arie menyatakan siap bertanggung jawab atas pernyataan tersebut dan menerima segala konsekuensi yang muncul. Ia juga mengajak masyarakat menjaga persatuan nasional.<\/p>\n<p>\u201cSaya siap bertanggung jawab dan menerima segala konsekuensi karena analisa dan pernyataan saya tersebut. Terima kasih, jaga terus persatuan Indonesia,\u201d pungkas Budi Arie.<\/p>\n<p>Pernyataan tersebut mendapat perhatian dari Ketua DPC Partai Gerindra Kebumen Solatun. Ia menilai polemik tersebut telah menimbulkan kegaduhan publik dan menyinggung perasaan sejumlah kader Gerindra di Kebumen.<\/p>\n<p>\u201cPernyataan seperti itu menimbulkan kegaduhan. Apalagi kalau dikaitkan dengan dinamika politik dan Pemilu 2029. Banyak kader Gerindra di Kebumen merasa tersinggung dengan pernyataan tersebut,\u201d ujar Solatun.<\/p>\n<p>Meski demikian, Solatun mengimbau kader Gerindra dan masyarakat tidak terpancing oleh polemik yang berkembang. Menurutnya, dinamika politik merupakan bagian dari demokrasi, tetapi harus tetap dijalankan dengan mengedepankan ketenangan dan menjaga stabilitas nasional.<\/p>\n<p>\u201cKami di daerah tetap mengedepankan ketenangan dan soliditas. Jangan sampai pernyataan yang belum jelas konteksnya justru membuat kader resah atau menimbulkan persepsi yang macam-macam,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Solatun menegaskan Gerindra Kebumen akan tetap fokus menjalankan agenda organisasi dan bekerja untuk masyarakat. Ia berharap seluruh pihak mengutamakan persatuan serta tidak membiarkan perbedaan pandangan politik mengganggu stabilitas bangsa.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ketua Umum Projo Budi Arie Setiadi memberikan klarifikasi terkait pernyataannya mengenai kemungkinan terjadinya percepatan dinamika&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"om_disable_all_campaigns":false,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-51678","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-sda-dan-agraria"],"aioseo_notices":[],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/51678","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=51678"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/51678\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":51679,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/51678\/revisions\/51679"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=51678"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=51678"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=51678"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=51678"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}