{"id":5224,"date":"2022-07-22T02:28:51","date_gmt":"2022-07-22T02:28:51","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/?p=5224"},"modified":"2022-07-22T02:28:52","modified_gmt":"2022-07-22T02:28:52","slug":"pengamat-presidensi-g20-indonesia-selamatkan-ketahanan-pangan-global","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/2022\/07\/22\/pengamat-presidensi-g20-indonesia-selamatkan-ketahanan-pangan-global\/","title":{"rendered":"Pengamat: Presidensi G20 Indonesia Selamatkan Ketahanan Pangan Global"},"content":{"rendered":"\n<p><strong>Jurnalredaksi, Jakarta&#8211;<\/strong> Direktur Center of Economics and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira menyatakan, Presidensi G20 Indonesia sangat krusial dalam menyelamatkan ketahanan pangan global. Pasalnya, saat ini terjadi perang Rusia dan Ukraina.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Posisi Indonesia sangat krusial karena sebagai presidensi G20, masalahnya jauh lebih komplek dibandingkan dengan sebelum adanya perang Rusia-Ukraina,&#8221; kata Bhima dalam dialog di radio Elshinta, Kamis (21 Juli 2022).<\/p>\n\n\n\n<p>Menurut Bhima, meski Indonesia secara langsung tidak memiliki kepentingan terhadap Rusia dan Ukraina, namun karena Indonesia memegang kendali di dalam Presidensi G20, maka Indonesia diharapkan dapat menjembatani pihak-pihak yang berkonflik. Terutama blok barat serta Rusia dengan Tiongkok.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Yang paling krusial adalah hambatan dalam pemulihan ekonomi. Pandemi melandai, sekarang masalah ketahanan pangan,&#8221; ujarnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Bhima menambahkan, sejauh ini yang bisa dilakukan dalam ketahanan pangan adalah memberi proteksi ataupun pembatasan-pembatasan pangan. Hal itu dilakukan oleh negara-negara penghasil pangan di G20, seperti India, Amerika Serikat, dan Turki. Diharapkan negara-negara yang memiliki cadangan pangan tidak melakukan pembatasan berlebihan.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Kalau sekedar memenuhi kebutuhan di dalam negeri, membatasi ekspor dalam waktu temporer, itu masih bisa dibenarkan. Tapi kalau ini dilakukan lebih dari 30 negara bersama-sama melakukan proteksi ekspor pangan, maka akan memperburuk krisis pangan,&#8221; ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Untuk itu, kata Bhima, Indonesia harus memoderasi agar negara-negara penghasil pangan tidak melakukan proteksi pangan secara berlebihan.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Tentunya juga menjaga perlindungan sosial bagi masyarakat rentan dan para petani. Sebab kenaikan biaya pertanian, terutama pupuk yang harganya naik 180 persen secara internasional,&#8221; jelasnya.<\/p>\n\n\n\n<p>(CA\/AA)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jurnalredaksi, Jakarta&#8211; Direktur Center of Economics and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira menyatakan, Presidensi G20&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":5225,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"om_disable_all_campaigns":false,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[12],"tags":[55,447],"newstopic":[],"class_list":["post-5224","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-ekonomi-dan-investasi","tag-g20","tag-pangan"],"aioseo_notices":[],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5224","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=5224"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5224\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":5226,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5224\/revisions\/5226"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/5225"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=5224"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=5224"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=5224"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=5224"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}