{"id":53669,"date":"2026-09-15T13:31:43","date_gmt":"2026-09-15T13:31:43","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/?p=53669"},"modified":"2026-09-15T13:31:47","modified_gmt":"2026-09-15T13:31:47","slug":"pimpin-pb-esi-herindra-indonesia-jangan-hanya-jadi-pasar-gim","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/2026\/09\/15\/pimpin-pb-esi-herindra-indonesia-jangan-hanya-jadi-pasar-gim\/","title":{"rendered":"Pimpin PB ESI, Herindra: Indonesia Jangan Hanya Jadi Pasar Gim"},"content":{"rendered":"<p>Pimpin PB ESI, Herindra: Indonesia Jangan Hanya Jadi Pasar Gim<br \/>\nJakarta \u2013 Ketua Umum Pengurus Besar Esports Indonesia (PB ESI), Jenderal TNI (Purn.) Muhammad Herindra, M.A., M.Sc menegaskan komitmennya untuk membawa industri gim dan esports nasional naik kelas, membangun ekosistem esports yang sehat, aman, dan berkelanjutan.<\/p>\n<p>\u201cDengan lebih dari 200 juta gamer aktif dan nilai pasar melampaui US$2 miliar pada 2026, Indonesia tidak boleh hanya menjadi pasar, melainkan harus memperkuat ekosistem lokal melalui game developer, event organizer, content creator, dan platform streaming,\u201d kata Herindra dalam sambutannya di Jakarta, Selasa (15\/9).<\/p>\n<p>Untuk dikatahui, Herindra resmi memegang tongkat nahkoda PB ESI, dan menyatakan untuk menjadikan Esports sebagai prioritas, khususnya sebagai bagian dari agenda strategis menghadapi transformasi digital.<\/p>\n<p>\u201cPB ESI akan menyediakan jalur prestasi yang jelas bagi atlet. Prestasi internasional menjadi bentuk diplomasi digital dan memperkuat citra Indonesia,\u201dkata Herindra.<\/p>\n<p>Untuk mewujudkan visi besar tersebut, PB ESI memfokuskan strategi penguatan ekosistem nasional secara menyeluruh dan terintegrasi.<\/p>\n<p>PB ESI, lanjutnya mendorong regulasi dan standardisasi untuk melindungi atlet dan pelaku industri.<\/p>\n<p>\u201cTarget utama adalah meningkatkan prestasi esports Indonesia, Menjadikan Indonesia sebagai pusat kekuatan esports Asia,\u201d kata Herindra.<\/p>\n<p>Sementara itu, Ketua Umum (Ketum) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat, Letjen TNI Purn Marciano Norman menyampaikan harapannya agar pengembangan game lokal membuat perputaran ekonomi dan belanja masyarakat dalam industri esports lebih banyak berada di dalam negeri.<\/p>\n<p>\u201cIndonesia harus menunjukkan kepada dunia bahwa atlet esports nasional merupakan lawan yang kuat dan mampu bersaing di level internasional,\u201d ungkapnya.<\/p>\n<p>Dalam kesempatan tersebut, dirinya juga menyampaikan selamat kepada M. Herindra dan jajaran pengurus PB ESI masa bakti 2026\u20132030 serta memberikan doa dan dukungan untuk keberhasilan esports Indonesia.<\/p>\n<p>\u201cKepemimpinan M. Herindra diharapkan membuat esports Indonesia berlari lebih kencang dalam mengejar prestasi terbaik dunia,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Wamenpora Taufik Hidayat menyebutkan bahwa Esports bukan lagi sekadar permainan atau hiburan, tetapi telah menjadi olahraga prestasi, profesi, industri, dan bagian dari masa depan generasi muda.<\/p>\n<p>\u201cPrestasi Indonesia telah terbukti, antara lain menjadi juara umum IIESF World Esports Championship 2022 di Bali. Indonesia kembali menjadi juara umum IIESF World Esports Championship 2024 di Riyadh dengan satu emas MLBB Women dan satu perunggu MLBB Men,\u201d ucapnya.<\/p>\n<p>Selain itu, Indonesia juga menorehkan prestasi di FIFA eWorld Cup 2024 dan menjadi juara perdana AFC eAsian Cup tingkat regional dan meraih medali perunggu SEA Games Thailand 2025 melalui MLBB Men. ***<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pimpin PB ESI, Herindra: Indonesia Jangan Hanya Jadi Pasar Gim Jakarta \u2013 Ketua Umum Pengurus Besar Esports Indonesia (PB ESI), Jenderal TNI (Purn.) Muhammad Herindra, M.A., M.Sc menegaskan komitmennya untuk membawa industri gim dan esports nasional naik kelas, membangun ekosistem esports yang sehat, aman, dan berkelanjutan. \u201cDengan lebih dari 200 juta gamer aktif dan nilai [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-53669","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-sda-dan-agraria"],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/53669","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=53669"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/53669\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":53670,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/53669\/revisions\/53670"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=53669"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=53669"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=53669"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}