{"id":53829,"date":"2026-09-20T00:48:39","date_gmt":"2026-09-20T00:48:39","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/?p=53829"},"modified":"2026-09-20T00:48:40","modified_gmt":"2026-09-20T00:48:40","slug":"jelang-2-tahun-prabowo-perbaikan-ekonomi-kian-terasa-langsung-oleh-masyarakat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/2026\/09\/20\/jelang-2-tahun-prabowo-perbaikan-ekonomi-kian-terasa-langsung-oleh-masyarakat\/","title":{"rendered":"Jelang 2 Tahun Prabowo, Perbaikan Ekonomi Kian Terasa Langsung oleh Masyarakat"},"content":{"rendered":"<p>*) Oleh : Gavin Asadit<\/p>\n<p>Menjelang dua tahun masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, arah kebijakan ekonomi nasional terus dikalibrasi untuk menjaga stabilitas sekaligus memastikan manfaat pembangunan semakin nyata di tingkat akar rumput. Memasuki tahun kedua ini, evaluasi terhadap kinerja ekonomi menjadi instrumen penting bagi pemerintah guna memastikan setiap kebijakan yang berjalan mampu memberikan dampak konkret. Fokus utama tata kelola negara kini bertumpu kuat pada upaya menjaga daya beli masyarakat, membuka ruang perluasan lapangan kerja, memperkuat ekosistem usaha mikro, kecil, dan menengah, hingga menciptakan ceruk pertumbuhan baru bagi dunia usaha secara luas.<\/p>\n<p>Salah satu langkah strategis yang menyita perhatian publik guna mengamankan momentum perbaikan ekonomi tersebut adalah penataan kabinet, khususnya pada sektor fiskal. Presiden Prabowo Subianto secara resmi melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan pada 14 September 2026, menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa. Dengan rekam jejak akademik dan birokrasi yang sangat panjang, termasuk pengalaman matang sebagai Wakil Menteri Keuangan sebelumnya, Suahasil memikul tanggung jawab besar.<\/p>\n<p>Menanggapi dinamika pergantian ini, Harry Su selaku Managing Director Research Samuel Sekuritas Indonesia, mengamati bahwa penunjukan Suahasil Nazara merupakan langkah penting untuk memperkuat stabilitas manajemen makroekonomi dan fiskal negara. Pemahaman mendalam Suahasil atas dinamika internal kementerian diyakini mampu menjamin kesinambungan kebijakan sekaligus mengurai berbagai hambatan koordinasi dalam tata kelola keuangan pemerintahan.<\/p>\n<p>Tantangan terdekat bagi Suahasil Nazara adalah memastikan postur Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara tetap sehat dan kredibel di tengah masifnya pembiayaan program prioritas nasional. Pengalaman panjang sang menteri menjadi modal esensial guna memperkuat tata kelola fiskal, mendorong harmonisasi keuangan pusat dan daerah, serta mengawal efektivitas penggunaan anggaran. Pergantian pucuk pimpinan kementerian ini diproyeksikan mampu mengakselerasi koordinasi lintas sektoral, sehingga orkestrasi agenda pembangunan negara berjalan jauh lebih terukur dan responsif.<\/p>\n<p>Dari sudut pandang masyarakat, indikator perbaikan ekonomi pada hakikatnya bermuara pada realitas kehidupan sehari-hari. Ketersediaan dan stabilitas harga kebutuhan pokok, kemudahan mengakses lapangan pekerjaan, peningkatan pendapatan rumah tangga, perluasan akses pembiayaan, hingga keterjangkauan layanan pendidikan dan kesehatan adalah tolok ukur yang jauh lebih bermakna dibandingkan deretan statistik makro semata. Merespons ekspektasi sosial tersebut, pemerintah terus merancang strategi ekonomi yang bersentuhan langsung dengan denyut nadi publik. Penguatan ketahanan pangan, masifnya pembangunan infrastruktur, hingga beragam jaring pengaman sosial didesain secara spesifik agar meringankan beban hidup sekaligus memicu lahirnya ragam aktivitas ekonomi baru.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>*) Oleh : Gavin Asadit Menjelang dua tahun masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, arah kebijakan ekonomi nasional terus dikalibrasi untuk menjaga stabilitas sekaligus memastikan manfaat pembangunan semakin nyata di tingkat akar rumput. Memasuki tahun kedua ini, evaluasi terhadap kinerja ekonomi menjadi instrumen penting bagi pemerintah guna memastikan setiap kebijakan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-53829","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-sda-dan-agraria"],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/53829","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=53829"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/53829\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":53830,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/53829\/revisions\/53830"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=53829"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=53829"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=53829"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}