{"id":53986,"date":"2026-09-23T03:29:39","date_gmt":"2026-09-23T03:29:39","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/?p=53986"},"modified":"2026-09-23T03:29:41","modified_gmt":"2026-09-23T03:29:41","slug":"pemerintah-pacu-investasi-dan-ekonomi-rakyat-dialog-jadi-jalan-menyampaikan-aspirasi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/2026\/09\/23\/pemerintah-pacu-investasi-dan-ekonomi-rakyat-dialog-jadi-jalan-menyampaikan-aspirasi\/","title":{"rendered":"Pemerintah Pacu Investasi dan Ekonomi Rakyat, Dialog Jadi Jalan Menyampaikan Aspirasi"},"content":{"rendered":"<p>Pemerintah Pacu Investasi dan Ekonomi Rakyat, Dialog Jadi Jalan Menyampaikan Aspirasi<br \/>\nJakarta \u2013 Pemerintah terus memacu investasi dan menggerakkan ekonomi rakyat untuk memperluas lapangan kerja. Bersamaan dengan itu, ruang komunikasi dengan masyarakat terus dibuka agar kebijakan dapat dijelaskan sekaligus menyerap masukan publik.<\/p>\n<p>Presiden Prabowo Subianto mengatakan investasi menjadi salah satu motor pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja. Sepanjang 2025, realisasi investasi mencapai Rp1.931 triliun dan menghasilkan 2,7 juta lapangan kerja baru. Hingga Juni 2026, investasi tercatat Rp1.010 triliun dengan pembukaan sekitar 1,4 juta lapangan kerja.<\/p>\n<p>\u201cIni 2,7 juta lapangan kerja baru 2025. Nah, sekarang, ini ilmu makroekonomi. Bahwa satu persen pertumbuhan itu menghasilkan 400 ribu lapangan kerja,\u201d kata Prabowo.<\/p>\n<p>Selain investasi, pemerintah menggerakkan aktivitas ekonomi hingga tingkat desa melalui sejumlah program. Makan Bergizi Gratis (MBG), misalnya, melibatkan tenaga kerja dapur sekaligus membentuk rantai pasok yang mencakup petani, peternak, hingga pemasok lokal.<\/p>\n<p>\u201cMBG kalau nanti sampai ke puncaknya 30 ribu dapur, satu dapur employ gaji 50 orang. Nah, 30 ribu kali 50, 1,5 juta. Belum supplier. Tiap dapur berada di desa, dia spend rata-rata up to Rp6 juta sehari,\u201d ujar Prabowo.<\/p>\n<p>Di tengah upaya mempercepat investasi dan memperluas manfaat ekonomi, pemerintah juga membuka ruang komunikasi dengan publik. Dialog dinilai penting agar kebijakan dapat dijelaskan sekaligus memberi ruang bagi masyarakat menyampaikan masukan.<\/p>\n<p>Terkait hal itu, pengamat politik Bawono Kumoro menilai keterbukaan Presiden berdialog dengan kalangan media menjadi sinyal positif bagi komunikasi publik pemerintah. Menurutnya, langkah tersebut sekaligus menjawab penilaian negatif mengenai keterbukaan komunikasi Presiden.<\/p>\n<p>\u201cWawancara Presiden Prabowo dengan para pemimpin redaksi media massa dan podcaster itu membalikkan penilaian negatif tersebut,\u201d kata Bawono.<\/p>\n<p>Bawono menilai semangat keterbukaan itu juga perlu diterapkan jajaran Kabinet Merah Putih. Semakin terbuka komunikasi pemerintah, menurut dia, semakin luas pula ruang masyarakat memperoleh informasi dan menilai jalannya pemerintahan.<\/p>\n<p>\u201cWawancara secara terbuka dari Presiden Prabowo dengan para pemimpin redaksi media massa dan podcaster juga dapat dilihat sebagai ikhtiar Sang Kepala Negara dalam melakukan optimalisasi komunikasi publik pemerintah selama hampir dua tahun usia pemerintahan,\u201d tambahnya.**<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pemerintah Pacu Investasi dan Ekonomi Rakyat, Dialog Jadi Jalan Menyampaikan Aspirasi Jakarta \u2013 Pemerintah terus memacu investasi dan menggerakkan ekonomi rakyat untuk memperluas lapangan kerja. Bersamaan dengan itu, ruang komunikasi dengan masyarakat terus dibuka agar kebijakan dapat dijelaskan sekaligus menyerap masukan publik. Presiden Prabowo Subianto mengatakan investasi menjadi salah satu motor pertumbuhan ekonomi dan penciptaan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-53986","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-sda-dan-agraria"],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/53986","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=53986"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/53986\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":53987,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/53986\/revisions\/53987"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=53986"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=53986"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=53986"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}