{"id":54103,"date":"2026-09-25T00:33:02","date_gmt":"2026-09-25T00:33:02","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/?p=54103"},"modified":"2026-09-25T00:33:04","modified_gmt":"2026-09-25T00:33:04","slug":"bakom-ri-capaian-pemerintah-prabowo-gibran-perkuat-kepercayaan-investasi-global","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/2026\/09\/25\/bakom-ri-capaian-pemerintah-prabowo-gibran-perkuat-kepercayaan-investasi-global\/","title":{"rendered":"BAKOM RI: Capaian Pemerintah Prabowo-Gibran Perkuat Kepercayaan Investasi Global"},"content":{"rendered":"<p>JAKARTA \u2013 Capaian dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menunjukkan arah transformasi ekonomi yang semakin bertumpu pada investasi produktif. Stabilitas ekonomi yang tetap terjaga di tengah tekanan global dinilai menjadi modal untuk menarik investasi sekaligus memperluas kapasitas produksi nasional.<\/p>\n<p>Tenaga Ahli Utama Badan Komunikasi Pemerintah (BAKOM) RI Fithra Faisal Hastiadi mengatakan komponen pertumbuhan ekonomi mulai memperlihatkan perubahan. Konsumsi tetap berperan penting, namun investasi semakin menguat sebagai sumber pertumbuhan.<\/p>\n<p>\u201cKita sudah ada perubahan struktur yang tadinya fokus ke konsumsi, sekarang bergerak ke investasi. Dari kuartal IV tahun 2025 hingga kuartal I dan II 2026 tumbuh positif,\u201d kata Fithra dalam sebuah dialog di stasiun televisi swasta.<\/p>\n<p>Menurutnya, peluang investasi juga terbuka dari hubungan ekonomi Indonesia dengan Jepang, Jerman, Prancis, Rusia dan China.<\/p>\n<p>\u201cMelihat potensi investasi yang besar menunjukkan bahwa roadmap pembangunan bangsa ke depan berbasis nilai tambah,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Fithra menekankan investasi bukan tujuan akhir. Modal yang masuk  menghasilkan industrialisasi, pekerjaan formal dan pertumbuhan yang menjangkau masyarakat lebih luas. Ia juga menekankan pentingnya mempertahankan transisi menuju perekonomian yang ditopang investasi produktif dan peningkatan kualitas SDM.<\/p>\n<p>Sementara itu, Guru Besar FEB Universitas Indonesia Prof. Telisa Aulia Falianty menilai pemerintah mampu mempertahankan sejumlah indikator makro di tengah gejolak eksternal.<\/p>\n<p>\u201cSecara makro kita bisa menjaga stabilitas ekonomi minimal di 5 persen. Kita cukup apresiasi pemerintah bisa menjaga itu bahkan lebih dari 5 persen,\u201d kata Telisa.<\/p>\n<p>Ia juga menyoroti inflasi yang relatif terkendali dan tren pengangguran yang menurun. Menurutnya, capaian makro harus semakin diterjemahkan menjadi manfaat di tingkat rumah tangga.<\/p>\n<p>\u201cSaya melihat kebijakan pemerintah sudah mengarah ke penciptaan lapangan kerja dan investasi,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Telisa mendukung pemerintah memperkuat implementasi di lapangan, khususnya akses pekerjaan bagi generasi muda dan kelas menengah, pengawasan perizinan, pemberantasan pungutan liar, serta perlindungan UMKM.<\/p>\n<p>Dengan demikian, dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran memperlihatkan upaya menjaga stabilitas sekaligus menggeser mesin pertumbuhan menuju investasi yang makin dipercaya dunia.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAKARTA \u2013 Capaian dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menunjukkan arah transformasi ekonomi yang semakin bertumpu pada investasi produktif. Stabilitas ekonomi yang tetap terjaga di tengah tekanan global dinilai menjadi modal untuk menarik investasi sekaligus memperluas kapasitas produksi nasional. Tenaga Ahli Utama Badan Komunikasi Pemerintah (BAKOM) RI Fithra Faisal [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-54103","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-sda-dan-agraria"],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/54103","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=54103"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/54103\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":54104,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/54103\/revisions\/54104"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=54103"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=54103"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=54103"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}