{"id":54107,"date":"2026-09-25T00:34:28","date_gmt":"2026-09-25T00:34:28","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/?p=54107"},"modified":"2026-09-25T00:34:31","modified_gmt":"2026-09-25T00:34:31","slug":"jelang-2-tahun-prabowo-gibran-pakar-ekonomi-ui-arah-kebijakan-pemerintah-sudah-dirasakan-masyarakat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/2026\/09\/25\/jelang-2-tahun-prabowo-gibran-pakar-ekonomi-ui-arah-kebijakan-pemerintah-sudah-dirasakan-masyarakat\/","title":{"rendered":"Jelang 2 Tahun Prabowo-Gibran, Pakar Ekonomi UI: Arah Kebijakan Pemerintah Sudah Dirasakan Masyarakat"},"content":{"rendered":"<p>Jakarta \u2013 Menjelang dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, arah kebijakan ekonomi pemerintah dinilai sudah dirasakan masyarakat.<\/p>\n<p>Pakar Ekonomi Universitas Indonesia (UI) Prof. Telisa Falianty mengatakan, sejumlah kebijakan pemerintah telah diarahkan untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus mendorong investasi dan kesinambungan program prioritas.<\/p>\n<p>Hal itu disampaikan Telisa saat menjadi narasumber dalam dialog ekonomi yang ditayangkan salah satu stasiun televisi swasta. Ia mencontohkan upaya pemerintah dalam mendatangkan investasi, menjaga iuran BPJS, menahan tarif listrik agar tidak naik, serta mempertahankan kondisi fiskal.<\/p>\n<p>\u201cArah kebijakan pemerintah saat ini sudah dirasakan oleh masyarakat, bagaimana mendatangkan investasi, kemudian iuran BPJS, tarif listrik ditahan agar tidak naik, dan menjaga fiskal agar program prioritas ini bisa terus berjalan,\u201d kata Telisa.<\/p>\n<p>Menurut dia, pelaksanaan sejumlah program prioritas pemerintah juga terus mengalami penyempurnaan.<\/p>\n<p>Telisa menilai kekurangan dalam desain awal sebuah program merupakan hal yang wajar. Namun, perbaikan perlu terus dilakukan agar manfaat kebijakan dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.<\/p>\n<p>\u201cSebenarnya jika dikaitkan program prioritas sudah ada perbaikan. Wajar jika desain awal ada kekurangan, tapi yang penting terus dilakukan perbaikan agar multiplier effect dirasakan masyarakat, yaitu bagaimana akses pekerjaan, harga terjangkau, ada tabungan masyarakat, itu sedang diupayakan,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Sementara itu, Tenaga Ahli Badan Komunikasi Pemerintah RI (Bakom RI), Fithra Faisal mengatakan, struktur pertumbuhan ekonomi Indonesia mulai menunjukkan perubahan.<\/p>\n<p>Menurut Fithra, investasi kini semakin berperan dalam menopang pertumbuhan ekonomi nasional.<\/p>\n<p>\u201cJika zoom in ke variabel pertumbuhan, bisa kita lihat ke investasi, di mana komponen utama pertumbuhan ekonomi sudah mulai berubah, mulai ditopang oleh investasi,\u201d kata Fithra.<\/p>\n<p>Ia mengatakan, perubahan struktur tersebut mulai terlihat sejak kuartal IV 2025 dan berlanjut pada kuartal I serta kuartal II 2026 dengan pertumbuhan positif.<\/p>\n<p>Fithra juga menyebut peluang investasi masih terbuka dari sejumlah negara, antara lain Jepang, Jerman, Perancis, Rusia, dan China.<\/p>\n<p>Menurut dia, negara-negara tersebut memiliki komitmen investasi strategis yang dapat mendukung pembangunan nasional.<\/p>\n<p>\u201cMelihat potensi investasi yang besar menunjukkan bahwa roadmap pembangunan bangsa ke depan berbasis nilai tambah,\u201d pungkasnya. (*)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jakarta \u2013 Menjelang dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, arah kebijakan ekonomi pemerintah dinilai sudah dirasakan masyarakat. Pakar Ekonomi Universitas Indonesia (UI) Prof. Telisa Falianty mengatakan, sejumlah kebijakan pemerintah telah diarahkan untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus mendorong investasi dan kesinambungan program prioritas. Hal itu disampaikan Telisa saat menjadi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-54107","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-sda-dan-agraria"],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/54107","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=54107"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/54107\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":54108,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/54107\/revisions\/54108"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=54107"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=54107"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=54107"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}