{"id":54223,"date":"2026-09-27T15:26:28","date_gmt":"2026-09-27T15:26:28","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/?p=54223"},"modified":"2026-09-27T15:26:31","modified_gmt":"2026-09-27T15:26:31","slug":"23-ribu-bangunan-rampung-kopdes-merah-putih-bersiap-gerakkan-ekonomi-desa","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/2026\/09\/27\/23-ribu-bangunan-rampung-kopdes-merah-putih-bersiap-gerakkan-ekonomi-desa\/","title":{"rendered":"23 Ribu Bangunan Rampung, Kopdes Merah Putih Bersiap Gerakkan Ekonomi Desa"},"content":{"rendered":"<p>23 Ribu Bangunan Rampung, Kopdes Merah Putih Bersiap Gerakkan Ekonomi Desa<br \/>\nJakarta \u2013 Program Koperasi Desa\/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) mulai memasuki tahap operasional setelah pembangunan sekitar 23 ribu bangunan koperasi rampung di berbagai daerah. Pemerintah kini mempercepat proses verifikasi dan validasi sekaligus menyiapkan penempatan puluhan ribu manajer untuk menjalankan kegiatan usaha koperasi.<\/p>\n<p>Menteri Koperasi Ferry Juliantono mengatakan sebanyak 28.626 manajer KDKMP telah melewati proses rekrutmen dan pelatihan. Surat Keputusan (SK) pengangkatan juga telah disiapkan beserta ketentuan gaji dan tunjangan.<\/p>\n<p>\u201cManajer-manajer yang kemarin direkrut, dilatih, juga sudah dibuatkan SK-nya dan kemudian sudah ditetapkan besaran gaji dan tunjangannya,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Para manajer akan ditempatkan secara bertahap pada koperasi yang telah memenuhi kesiapan infrastruktur dan kelengkapan operasional.<\/p>\n<p>\u201cDan kemudian nanti didistribusikan di seluruh Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih yang bangunan fisik gudang gerai dan alat kelengkapannya sudah selesai dibangun,\u201d jelas Ferry.<\/p>\n<p>Dari sekitar 23 ribu bangunan KDKMP yang telah selesai, sekitar 17 ribu titik masih menjalani proses verifikasi dan validasi. Pemeriksaan dilakukan terhadap aspek administrasi maupun kondisi di lapangan sebelum koperasi dinyatakan siap beroperasi.<\/p>\n<p>Ferry menegaskan kesiapan Kopdes Merah Putih tidak hanya ditentukan oleh penyelesaian pembangunan fisik, tetapi juga kemampuan koperasi menjalankan kegiatan usaha dan memberikan manfaat bagi masyarakat.<\/p>\n<p>\u201cKeberadaan Kopdes tidak cukup diukur dari aspek fisiknya, tapi juga dari kemampuan koperasi tersebut untuk beroperasi, melayani anggota, dan memiliki manfaat nyata bagi masyarakat,\u201d ungkapnya.<\/p>\n<p>Sejumlah KDKMP ditargetkan mulai memasuki tahap soft launching operasional pada Oktober 2026 setelah proses penempatan manajer dan verifikasi kesiapan koperasi selesai.<\/p>\n<p>\u201cDan mungkin bulan Oktober ini juga sudah mulai soft launching untuk operasionalnya, gitu,\u201d tambah Ferry.<\/p>\n<p>Sebelumnya, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto mengatakan 20 persen hasil KDKMP akan menjadi pendapatan asli desa (PADes).<\/p>\n<p>\u201cKoperasi Desa Merah Putih ini tetap sifatnya sebenarnya dari kepala-kepala desa. Karena dia dilahirkan dari musyawarah desa khusus,\u201d ucapnya.<\/p>\n<p>Menurut Yandri, koperasi tersebut tumbuh dari proses musyawarah dan potensi ekonomi masing-masing desa.<\/p>\n<p>\u201cJadi ini benar-benar sebenarnya dilahirkan dari desa,\u201d pungkasnya.<\/p>\n<p>Kehadiran Kopdes Merah Putih diharapkan memperluas kegiatan usaha masyarakat, membuka peluang ekonomi baru, serta menambah sumber pendapatan bagi desa.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>23 Ribu Bangunan Rampung, Kopdes Merah Putih Bersiap Gerakkan Ekonomi Desa Jakarta \u2013 Program Koperasi Desa\/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) mulai memasuki tahap operasional setelah pembangunan sekitar 23 ribu bangunan koperasi rampung di berbagai daerah. Pemerintah kini mempercepat proses verifikasi dan validasi sekaligus menyiapkan penempatan puluhan ribu manajer untuk menjalankan kegiatan usaha koperasi. Menteri Koperasi Ferry [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-54223","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-sda-dan-agraria"],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/54223","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=54223"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/54223\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":54224,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/54223\/revisions\/54224"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=54223"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=54223"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=54223"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}