{"id":54308,"date":"2026-09-29T07:34:51","date_gmt":"2026-09-29T07:34:51","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/?p=54308"},"modified":"2026-09-29T07:34:54","modified_gmt":"2026-09-29T07:34:54","slug":"pemerintah-bangun-aplikasi-rating-mbg-untuk-tata-kelola-lebih-transparan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/2026\/09\/29\/pemerintah-bangun-aplikasi-rating-mbg-untuk-tata-kelola-lebih-transparan\/","title":{"rendered":"Pemerintah Bangun Aplikasi Rating MBG untuk Tata Kelola Lebih Transparan"},"content":{"rendered":"<p>JAKARTA \u2013 Pemerintah melalui Badan Gizi Nasional (BGN) menyiapkan aplikasi rating Program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk memperkuat pengawasan sekaligus membuka ruang partisipasi sekolah dalam menilai kualitas layanan. Melalui sistem ini, kepala sekolah dan guru dapat memberikan penilaian langsung terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), mulai dari ketepatan distribusi hingga kelayakan makanan yang diterima peserta didik.<\/p>\n<p>Juru Bicara BGN Tysa Novenny mengatakan, aplikasi tersebut dirancang agar evaluasi tidak hanya bergantung pada laporan internal, tetapi juga berdasarkan pengalaman pihak yang berinteraksi langsung dengan layanan MBG.<\/p>\n<p>\u0093Melalui aplikasi rating MBG, kami ingin memastikan suara dari sekolah dapat tersampaikan secara langsung dan menjadi bagian dari proses evaluasi layanan. Kepala sekolah dan guru nantinya dapat memberikan penilaian sekaligus mencantumkan catatan apabila terdapat layanan yang belum sesuai. Masukan tersebut menjadi bahan bagi BGN untuk melihat bagian mana yang perlu segera diperbaiki,\u0094 kata Tysa.<\/p>\n<p>Sekolah nantinya dapat memberikan penilaian menggunakan skala bintang satu hingga lima, disertai catatan mengenai aspek layanan yang perlu diperhatikan. Mekanisme tersebut diharapkan membantu BGN memetakan persoalan secara lebih terukur dan mempercepat tindak lanjut terhadap layanan yang belum memenuhi harapan.<\/p>\n<p>Kepala BGN Sudaryono menegaskan bahwa sistem tersebut akan memberikan akses penilaian langsung kepada pihak sekolah. Ia mengibaratkan mekanismenya seperti layanan pemesanan makanan daring yang memungkinkan pengguna memberikan bintang dan catatan terhadap penyedia layanan.<\/p>\n<p>\u0093Nantinya kami akan memberikan semacam aplikasi kepada Bapak-Ibu kepala sekolah, seperti di Ojek Online, seperti di GoFood, yang kemudian Bapak-Ibu guru itu bisa ngasih bintang, bisa ngasih catatan terhadap si dapur itu,\u0094 ujar Sudaryono.<\/p>\n<p>Pengembangan aplikasi rating ini melanjutkan penguatan sistem pengawasan digital BGN. Sebelumnya, Wakil Kepala BGN Bidang Operasional Pemenuhan Gizi, Sony Sonjaya, menjelaskan bahwa integrasi data lintas kementerian dan lembaga diperlukan agar penyaluran MBG tepat sasaran.<\/p>\n<p>\u0093BGN tidak mengintervensi tugas para wali data, kami adalah user atau pengguna data. Untuk optimalisasi pelaksanaan program, kami membutuhkan data yang terintegrasi dalam satu tabel, sehingga nanti seluruh kementerian juga memiliki data yang sama,\u0094 kata Sony.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAKARTA \u2013 Pemerintah melalui Badan Gizi Nasional (BGN) menyiapkan aplikasi rating Program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk memperkuat pengawasan sekaligus membuka ruang partisipasi sekolah dalam menilai kualitas layanan. Melalui sistem ini, kepala sekolah dan guru dapat memberikan penilaian langsung terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), mulai dari ketepatan distribusi hingga kelayakan makanan yang diterima peserta [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-54308","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-sda-dan-agraria"],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/54308","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=54308"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/54308\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":54309,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/54308\/revisions\/54309"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=54308"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=54308"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=54308"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}