{"id":54318,"date":"2026-09-29T07:37:21","date_gmt":"2026-09-29T07:37:21","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/?p=54318"},"modified":"2026-09-29T07:37:22","modified_gmt":"2026-09-29T07:37:22","slug":"pemerintah-perkuat-data-untuk-menata-subsidi-energi-bbm-dan-lpg","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/2026\/09\/29\/pemerintah-perkuat-data-untuk-menata-subsidi-energi-bbm-dan-lpg\/","title":{"rendered":"Pemerintah Perkuat Data untuk Menata Subsidi Energi BBM dan LPG"},"content":{"rendered":"<p>Jakarta \u0097 Pemerintah terus memperkuat tata kelola subsidi energi dengan menjadikan akurasi data sebagai fondasi utama dalam penyaluran BBM dan LPG bersubsidi.<\/p>\n<p>Langkah tersebut diarahkan agar subsidi semakin tepat sasaran, menjaga hak masyarakat yang membutuhkan, sekaligus meningkatkan efisiensi penggunaan anggaran negara.<\/p>\n<p>Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan pemerintah tengah melakukan pemutakhiran dan pengujian data sebelum menerapkan kebijakan pengendalian subsidi.<\/p>\n<p>\u0093Itu masih di-exercise. Karena apa? Kita ingin subsidi itu harus tepat sasaran. Nah salah satu cara untuk membuat tepat sasaran data kita harus valid,\u0094 ujar Bahlil.<\/p>\n<p>Menurut Bahlil, pemerintah tidak ingin kebijakan yang telah dirancang dengan tujuan baik justru menimbulkan persoalan karena basis data yang belum akurat.<\/p>\n<p>\u0093Jangan sampai harapan kita baik, tapi ternyata implementasinya karena datanya yang tidak valid membuat sesuatu yang tidak sesuai harapan kita,\u0094 katanya.<\/p>\n<p>Penguatan data juga menjadi bagian dari upaya memastikan subsidi benar-benar diterima kelompok masyarakat yang berhak.<\/p>\n<p>\u0093BBM subsidi itu kepada saudara-saudara kita yang berhak menerimanya,\u0094 ujarnya.<\/p>\n<p>Pemerintah sekaligus memastikan ketersediaan pasokan tetap terjaga. \u0093Kami pemerintah akan menyiapkan stok kebutuhan masyarakat, khususnya terkait dengan BBM bersubsidi,\u0094 ujar Bahlil.<\/p>\n<p>Sementara itu, Ketua Badan Anggaran DPR RI Said Abdullah menyampaikan bahwa pemanfaatan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) berpotensi memperbaiki ketepatan sasaran penerima subsidi.<\/p>\n<p>\u0093Katanya dengan barcode atau sidik jari. Kalau itu terjadi, pasti lebih turun lagi, dalam pengertian tidak salah sasaran,\u0094 kata Said.<\/p>\n<p>Said juga menekankan pentingnya pembenahan kualitas data sebelum efisiensi anggaran dilakukan. Ia menilai persoalan ketepatan data perlu menjadi perhatian dalam penataan subsidi.<\/p>\n<p>Penguatan DTSEN menjadi langkah strategis karena data tersebut digunakan pemerintah sebagai rujukan bersama untuk perencanaan, penetapan sasaran, dan evaluasi berbagai program. BPS menyatakan DTSEN terus diperbarui melalui berbagai sumber data dan mekanisme pemutakhiran.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jakarta \u0097 Pemerintah terus memperkuat tata kelola subsidi energi dengan menjadikan akurasi data sebagai fondasi utama dalam penyaluran BBM dan LPG bersubsidi. Langkah tersebut diarahkan agar subsidi semakin tepat sasaran, menjaga hak masyarakat yang membutuhkan, sekaligus meningkatkan efisiensi penggunaan anggaran negara. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan pemerintah tengah melakukan pemutakhiran [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-54318","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-sda-dan-agraria"],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/54318","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=54318"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/54318\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":54319,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/54318\/revisions\/54319"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=54318"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=54318"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=54318"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}