{"id":54411,"date":"2026-10-02T08:57:16","date_gmt":"2026-10-02T08:57:16","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/?p=54411"},"modified":"2026-10-02T08:57:18","modified_gmt":"2026-10-02T08:57:18","slug":"dua-tahun-prabowo-gibran-integritas-kepemimpinan-dinilai-bawa-harapan-baru","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/2026\/10\/02\/dua-tahun-prabowo-gibran-integritas-kepemimpinan-dinilai-bawa-harapan-baru\/","title":{"rendered":"Dua Tahun Prabowo-Gibran, Integritas Kepemimpinan Dinilai Bawa Harapan Baru"},"content":{"rendered":"<p>JAKARTA \u2013 Menjelang dua tahun pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, pemerintah terus menonjolkan sejumlah capaian dan program strategis yang diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Penguatan ketahanan pangan, pembangunan sumber daya manusia, pemberdayaan nelayan, serta pelaksanaan Asta Cita menjadi bagian dari agenda yang dinilai penting untuk menjaga keberlanjutan pembangunan nasional.<\/p>\n<p>Prabowo menyampaikan bahwa masa pemerintahannya akan memasuki usia dua tahun dalam waktu kurang dari satu bulan. Dalam periode tersebut, ia mengaku semakin optimistis terhadap kinerja pemerintah karena didukung jajaran menteri, jenderal, gubernur, serta unsur pemerintahan lainnya yang dianggap memiliki komitmen menjalankan tanggung jawabnya.<\/p>\n<p>\u201cSaya semakin yakin karena selama hampir dua tahun ini pemerintahan saya didukung oleh orang-orang yang memiliki kemampuan dan dedikasi tinggi. Bersama para menteri, jenderal, dan kepala daerah, kita telah menunjukkan kepada masyarakat bahwa ada hasil nyata yang berhasil dicapai,\u201d kata Prabowo.<\/p>\n<p>Presiden juga menegaskan bahwa pemerintahannya ingin membuktikan kinerja melalui tindakan, bukan sekadar menyampaikan pernyataan. Menurut dia, kecepatan dalam bekerja menjadi penting karena kebutuhan masyarakat tidak dapat ditunda.<\/p>\n<p>\u201cYang menjadi perhatian kita adalah bekerja dengan cepat dan sungguh-sungguh. Masyarakat yang membutuhkan makanan tidak dapat menunggu, begitu juga petani yang memerlukan pupuk untuk menjaga produksi pertanian,\u201d ujar Prabowo.<\/p>\n<p>Salah satu agenda yang mendapat perhatian adalah ketahanan pangan. Pemerintah menyebut Indonesia berhasil mencapai swasembada pangan pada 2025, dengan produksi beras nasional mencapai 34,71 juta ton atau meningkat 13,36 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Capaian tersebut menjadi salah satu indikator pemerintah dalam mendorong kemandirian pangan nasional.<\/p>\n<p>\u201cSyukur alhamdulillah, Indonesia telah mampu mencapai swasembada pangan. Kita semakin mampu menyediakan kebutuhan makanan bagi masyarakat dengan kekuatan produksi sendiri,\u201d tutur Prabowo.<\/p>\n<p>Selain pangan, pemerintah juga menaruh perhatian terhadap sektor kelautan. Prabowo menyampaikan rencana pembangunan ribuan kapal nelayan untuk memperkuat kemampuan masyarakat pesisir dalam mengelola potensi laut Indonesia.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAKARTA \u2013 Menjelang dua tahun pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, pemerintah terus menonjolkan sejumlah capaian dan program strategis yang diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Penguatan ketahanan pangan, pembangunan sumber daya manusia, pemberdayaan nelayan, serta pelaksanaan Asta Cita menjadi bagian dari agenda yang dinilai penting untuk menjaga keberlanjutan pembangunan nasional. Prabowo menyampaikan bahwa masa pemerintahannya akan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-54411","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-sda-dan-agraria"],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/54411","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=54411"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/54411\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":54412,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/54411\/revisions\/54412"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=54411"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=54411"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=54411"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}