{"id":54570,"date":"2026-10-07T08:36:14","date_gmt":"2026-10-07T08:36:14","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/?p=54570"},"modified":"2026-10-07T08:36:16","modified_gmt":"2026-10-07T08:36:16","slug":"dua-tahun-prabowo-gibran-menegaskan-pembangunan-manusia-jadi-fondasi-indonesia-emas","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/2026\/10\/07\/dua-tahun-prabowo-gibran-menegaskan-pembangunan-manusia-jadi-fondasi-indonesia-emas\/","title":{"rendered":"Dua Tahun Prabowo-Gibran Menegaskan Pembangunan Manusia Jadi Fondasi Indonesia Emas"},"content":{"rendered":"<p>Oleh: Bara Winatha*)<\/p>\n<p>Pembangunan manusia menjadi salah satu fondasi utama dalam perjalanan Indonesia menuju visi Indonesia Emas 2045. Dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka memperlihatkan arah kebijakan yang tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga pada peningkatan kualitas pendidikan, penguatan sumber daya manusia, kesejahteraan pendidik, serta pembentukan generasi yang mampu menghadapi persaingan global.<\/p>\n<p>Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto mengatakan bahwa pemerintah terus memperluas akses terhadap pendidikan berkualitas melalui pengembangan SMA Unggul Garuda sebagai bagian dari upaya menyiapkan talenta unggul nasional. Program tersebut dirancang untuk memberikan kesempatan kepada anak-anak berprestasi dari berbagai daerah agar memperoleh pendidikan dengan standar tinggi tanpa terhambat kondisi ekonomi maupun keterbatasan geografis. Melalui pendekatan tersebut, pembangunan manusia ditempatkan sebagai investasi jangka panjang yang menentukan kemampuan Indonesia bersaing di tingkat global.<\/p>\n<p>SMA Unggul Garuda menjadi salah satu gambaran konkret bagaimana pemerataan pendidikan diarahkan agar tidak hanya terkonsentrasi di wilayah tertentu. Pada 2026, pemerintah telah menggandeng 47 instansi pendidikan dalam skema SMA Unggul Garuda Transformasi serta menyelesaikan empat sekolah baru melalui skema SMA Unggul Garuda Baru. Dengan demikian, terdapat 51 pusat pendidikan bermutu tinggi yang tersebar di 20 provinsi dan 39 kabupaten atau kota.<\/p>\n<p>Pemerintah menargetkan jumlah SMA Unggul Garuda terus bertambah hingga mencapai 100 sekolah pada 2029. Perluasan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa pembangunan sumber daya manusia tidak dapat dilepaskan dari upaya memperluas kesempatan anak-anak daerah untuk mendapatkan pendidikan yang mampu mengantarkan mereka menuju perguruan tinggi terbaik dan kemudian berkontribusi bagi pembangunan daerah asalnya.<\/p>\n<p>Keberpihakan terhadap pemerataan juga terlihat dari lokasi empat SMA Unggul Garuda Baru yang berada di Kepulauan Bangka Belitung, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Utara, dan Sulawesi Tenggara. Pemilihan wilayah tersebut menunjukkan upaya pemerintah memperluas pusat pertumbuhan pendidikan hingga keluar dari konsentrasi pembangunan di Pulau Jawa. Dengan cara itu, kesempatan mendapatkan pendidikan berkualitas dapat semakin dekat dengan masyarakat di berbagai wilayah Indonesia.<\/p>\n<p>Dari sisi kualitas pembelajaran, SMA Unggul Garuda mengembangkan kurikulum pengayaan global seperti International Baccalaureate Diploma Program yang dipadukan dengan kurikulum nasional berbasis sains, teknologi, rekayasa, dan matematika. Sistem pendidikan berasrama juga diterapkan untuk membentuk karakter, kepemimpinan, kemandirian, sekaligus memberikan ruang pembelajaran yang lebih intensif.<\/p>\n<p>Akses pendidikan tersebut diperkuat melalui dukungan pembiayaan. Pemerintah telah menyediakan lebih dari 3.400 beasiswa penuh yang terdiri atas 640 kuota bagi peserta didik sekolah baru dan 2.798 beasiswa untuk siswa sekolah transformasi. Dukungan tersebut menjadi penting karena kualitas pendidikan hanya dapat memberikan dampak luas apabila kelompok masyarakat dari berbagai latar belakang ekonomi memiliki kesempatan yang sama untuk mengaksesnya.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Oleh: Bara Winatha*) Pembangunan manusia menjadi salah satu fondasi utama dalam perjalanan Indonesia menuju visi Indonesia Emas 2045. Dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka memperlihatkan arah kebijakan yang tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga pada peningkatan kualitas pendidikan, penguatan sumber daya manusia, kesejahteraan pendidik, serta pembentukan generasi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-54570","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-sda-dan-agraria"],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/54570","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=54570"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/54570\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":54571,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/54570\/revisions\/54571"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=54570"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=54570"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=54570"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}