{"id":54609,"date":"2026-10-08T02:20:51","date_gmt":"2026-10-08T02:20:51","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/?p=54609"},"modified":"2026-10-08T02:20:54","modified_gmt":"2026-10-08T02:20:54","slug":"bgn-perbaharui-pks-dengan-mitra-pengelola-dapur-sppg-demi-perbaikan-tata-kelola","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/2026\/10\/08\/bgn-perbaharui-pks-dengan-mitra-pengelola-dapur-sppg-demi-perbaikan-tata-kelola\/","title":{"rendered":"BGN Perbaharui PKS dengan Mitra Pengelola Dapur SPPG Demi Perbaikan Tata Kelola"},"content":{"rendered":"<p>BGN Perbaharui PKS dengan Mitra Pengelola Dapur SPPG Demi Perbaikan Tata Kelola<br \/>\nJakarta, Badan Gizi Nasional (BGN) memperbarui tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG) setelah menemukan sejumlah persoalan dalam hubungan antara mitra, yayasan, dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di sejumlah daerah.<\/p>\n<p>Saat meresmikan SPPG Wilayah 3T dan Prevalensi Stunting Tinggi di 16 Provinsi Indonesia Timur, Kepala BGN Sudaryono mengatakan pembaruan ini dilakukan melalui revisi Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan mitra dan dapur SPPG.<\/p>\n<p>\u201cLangkah ini ditujukan untuk menghilangkan potongan yang dinilai tidak berkaitan langsung dengan penyelenggaraan program,\u201d ujar Sudaryono.<\/p>\n<p>Sudaryono juga menegaskan BGN akan menghentikan kerja sama dengan yayasan yang dinilai tidak memiliki kontribusi dalam penyelenggaraan MBG tetapi tetap meminta setoran kepada mitra.<\/p>\n<p>\u201cPokoknya orang-orang yang tidak ada andil, tidak membina, tidak ikut repot, tidak modal, tidak membina, tidak ikut sibuk, tidak mengawasi, tidak ada andil apa pun hanya minta kejar setoran, itu semua akan kita cut off,\u201d kata Sudaryono.<\/p>\n<p>Menurutnya, evaluasi dilakukan berdasarkan persoalan yang ditemukan selama MBG berjalan. Mekanisme program akan terus diperbaiki dengan mempertahankan hal-hal yang dinilai sudah berjalan baik dan membenahi pelaksanaan yang masih bermasalah.<\/p>\n<p>\u201cYang baik kita tambah baik, yang jelek kita perbaiki jadi tambah baik, dan kita terus kita perbaiki, insya Allah,\u201d tuturnya.<\/p>\n<p>Senada, Ketua DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Sulawesi Tenggara, La Ode Abdul Muis, mendukung langkah BGN untuk membenahi tata kelola kemitraan dalam program MBG. Menurutnya, keberhasilan MBG tidak hanya ditentukan oleh jumlah penerima manfaat, tetapi juga oleh kualitas makanan, ketepatan penggunaan anggaran, serta transparansi dalam setiap tahapan pengelolaan.<\/p>\n<p>\u201cUsulan Kepala BGN sangat baik dan menjadi penguatan bagi pengelola dapur. Prinsipnya, jangan sampai anggaran yang seharusnya digunakan untuk memenuhi kebutuhan gizi anak-anak justru berkurang karena adanya beban setoran yang tidak memberikan nilai tambah terhadap operasional dapur,\u201d ucap Muis.<\/p>\n<p>Muis juga mendorong adanya evaluasi menyeluruh terhadap pola kemitraan yang selama ini berjalan, termasuk memetakan kontribusi masing-masing pihak. Hubungan antara BGN, yayasan, dan mitra pengelola dapur perlu dibuat lebih transparan, dan akuntabel.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BGN Perbaharui PKS dengan Mitra Pengelola Dapur SPPG Demi Perbaikan Tata Kelola Jakarta, Badan Gizi Nasional (BGN) memperbarui tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG) setelah menemukan sejumlah persoalan dalam hubungan antara mitra, yayasan, dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di sejumlah daerah. Saat meresmikan SPPG Wilayah 3T dan Prevalensi Stunting Tinggi di 16 Provinsi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-54609","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-sda-dan-agraria"],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/54609","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=54609"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/54609\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":54610,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/54609\/revisions\/54610"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=54609"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=54609"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=54609"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}