{"id":54762,"date":"2026-10-12T03:34:39","date_gmt":"2026-10-12T03:34:39","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/?p=54762"},"modified":"2026-10-12T03:34:41","modified_gmt":"2026-10-12T03:34:41","slug":"pemuda-didorong-perkuat-kopdes-merah-putih-sebagai-penggerak-ekonomi-desa","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/2026\/10\/12\/pemuda-didorong-perkuat-kopdes-merah-putih-sebagai-penggerak-ekonomi-desa\/","title":{"rendered":"Pemuda Didorong Perkuat Kopdes Merah Putih sebagai Penggerak Ekonomi Desa"},"content":{"rendered":"<p>Pemuda Didorong Perkuat Kopdes Merah Putih sebagai Penggerak Ekonomi Desa<br \/>\nJAKARTA \u2013 Penguatan Koperasi Desa\/Kelurahan Merah Putih (Kopdes Merah Putih) terus diarahkan untuk memperluas aktivitas ekonomi produktif di perdesaan. Keterlibatan generasi muda dinilai penting dalam mendorong inovasi, digitalisasi usaha, serta pengembangan potensi lokal agar koperasi mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.<\/p>\n<p>Wakil Menteri Koperasi Farida Farichah mendorong Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) mengambil peran strategis dalam mempercepat operasional Kopdes Merah Putih. Menurutnya, jaringan kepemudaan hingga tingkat desa dapat menjadi motor penggerak koperasi yang produktif.<\/p>\n<p>\u201cKita berharap jaringan pemuda, dan KNPI sampai desa menjadi penggeraknya, motornya, untuk pergerakan aktivasi Koperasi Desa Merah Putih,\u201d kata Farida.<\/p>\n<p>Farida menjelaskan, pengembangan koperasi tidak terbatas pada penyediaan kebutuhan pokok. Gerai Potensi Desa juga diharapkan memperkuat pemasaran produk lokal sekaligus membuka peluang usaha bagi masyarakat.<\/p>\n<p>Sementara itu, Pengamat Kebijakan Publik dan Pembangunan Daerah Martayadi Tajuddin menilai Kopdes Merah Putih merupakan peluang membenahi struktur perekonomian desa.<\/p>\n<p>\u201cFakta strukturalnya sederhana, ekonomi desa adalah ekonomi yang bocor,\u201d ungkap Martayadi.<\/p>\n<p>Menurutnya, koperasi dapat memperkuat distribusi, penyimpanan hasil pertanian, serta akses usaha produktif masyarakat.<\/p>\n<p>\u201cIni bukan bansos, melainkan modal produktif,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p>Martayadi menambahkan pengembangan koperasi memerlukan tata kelola profesional agar manfaat ekonomi dapat dirasakan secara berkelanjutan.<\/p>\n<p>\u201cNegara meminjamkan sistem, bukan sekadar uang,\u201d tuturnya.<\/p>\n<p>Di sisi lain, anggota Dewan Pertimbangan Presiden Rocky Gerung menyoroti keberlanjutan Kopdes Merah Putih sebagai komitmen pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.<\/p>\n<p>\u201cMBG dan koperasi itu kan janji kampanye. Bagaimana dibatalkan?\u201d kata Rocky.<\/p>\n<p>Menurutnya, pelaksanaan program merupakan bagian dari tanggung jawab pemerintah memenuhi komitmen kepada masyarakat.<\/p>\n<p>\u201cItu janji presiden mesti dia kerjakan, konsekuensinya yang dihitung itu,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Rocky juga mengingatkan pentingnya penilaian rasional terhadap berbagai kebijakan pemerintah.<\/p>\n<p>\u201cTapi kita hanya ingin mengatakan, bahwa ini negeri harus dikembalikan pada akal sehat,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p>Penguatan Kopdes Merah Putih melalui keterlibatan pemuda diharapkan mampu memperluas kesempatan usaha, meningkatkan daya saing produk lokal, serta menciptakan kegiatan ekonomi desa yang lebih mandiri. Keberhasilannya tetap memerlukan pendampingan, transparansi, dan pengawasan agar manfaat koperasi benar-benar menjangkau masyarakat.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pemuda Didorong Perkuat Kopdes Merah Putih sebagai Penggerak Ekonomi Desa JAKARTA \u2013 Penguatan Koperasi Desa\/Kelurahan Merah Putih (Kopdes Merah Putih) terus diarahkan untuk memperluas aktivitas ekonomi produktif di perdesaan. Keterlibatan generasi muda dinilai penting dalam mendorong inovasi, digitalisasi usaha, serta pengembangan potensi lokal agar koperasi mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Wakil Menteri Koperasi Farida Farichah mendorong [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-54762","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-sda-dan-agraria"],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/54762","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=54762"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/54762\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":54763,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/54762\/revisions\/54763"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=54762"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=54762"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=54762"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}