{"id":54932,"date":"2026-10-15T12:58:44","date_gmt":"2026-10-15T12:58:44","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/?p=54932"},"modified":"2026-10-15T12:58:46","modified_gmt":"2026-10-15T12:58:46","slug":"ketum-pb-esi-m-herindra-komitmen-bawa-talenta-muda-esports-indonesia-mendunia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/2026\/10\/15\/ketum-pb-esi-m-herindra-komitmen-bawa-talenta-muda-esports-indonesia-mendunia\/","title":{"rendered":"Ketum PB ESI M.Herindra Komitmen Bawa Talenta Muda Esports Indonesia Mendunia"},"content":{"rendered":"<p>Jakarta &#8211; Ketua Umum PB Esports Indonesia (PB ESI) M.Herindra mengatakan pihaknya berkomitmen untuk membawa talenta &#8211; talenta muda Indonesia untuk dapat Berprestasi ditingkat Internasional. Hal tersebut diwujudkan dengan pembinaan secara berkelanjutan agar dapat menciptakan atlet-atlet yang berprestasi. <\/p>\n<p>Hal tersebut disampaikan Ketua Umum PB ESI M.Herindra saat pelantikan Pengurus ESports Indonesia (PB ESI) Periode 2026 &#8211; 2030 di Jakarta.  <\/p>\n<p>Menurut M.Herindra, PB ESI akan membuat pembinaan jalur prestasi yang jelas dan berjenjang.  <\/p>\n<p>&#8220;Setiap atlet berbakat, di mana pun ia berada, harus tahu jalan menuju timnas. Pelatnas harus berkelanjutan, bukan musiman, menuju ajang multievent berikutnya&#8221;, tuturnya.  <\/p>\n<p>Selain itu M.Herindra juga menyoroti terkait pembinaan berbasis data dan ilmu keolahragaan.  <\/p>\n<p>&#8220;Setiap nomor wajib memiliki evaluasi pascakompetisi yang terdokumentasi. Kita juga perlu memperkuat sport science, psikologi, dan kebugaran bagi atlet&#8221;, pungkasnya.<\/p>\n<p>Lebih lanjut Ketum PB ESI juga menginginkan adanya tata kelola dan regulasi yang baik,  serta perlindungan terhadap atlet.   <\/p>\n<p>&#8220;PB Esports Indonesia akan mendorong regulasi dan standarisasi yang melindungi atlet dan pelaku industri, kepastian hukum, perlindungan kontrak pemain, standar pembinaan, serta kesehatan fisik dan mental, &#8221; imbuhnya.  <\/p>\n<p>M.Herindra berkomitmen membentuk PB ESI yang berintegritas dan menjaga keamanan para atletnya. <\/p>\n<p>&#8220;Esports yang sehat adalah Esports yang bersih. Tidak ada tempat bagi pengaturan skor, perjudian, kecurangan, maupun penyalahgunaan data pribadi atlet,&#8221; imbuh M.Herindra.<\/p>\n<p>Sementara itu, Ketua Umum KONI Pusat Marciano Norman memberikan penghargaan setinggi-tingginya pada ketua umum PB ESI yang telah melengkapi kepengurusan masa bakti 2026-2030. <\/p>\n<p>&#8220;Apresiasi dan rasa hormat yang tinggi pada Ketum PB ESI, jajaran pengurus, dan jajaran atlet dan pelatih yang selalu membuat indonesia bangga karena prestasinya,&#8221; ujar Matciano. <\/p>\n<p>Ditambahkannya, baru saja tim Esports merebut dua medali perak pada Asian Games yang lalu, dan di tingkat south east asia beberapa event tim indonesia selalu menjadi juara umum.  <\/p>\n<p>&#8220;Kepada Bapak Menpora, ini perlu diberikan perhatian khusus karena mereka memberikan prestasi, kata Marcoano. <\/p>\n<p>&#8220;Sekali lagi saya mendukung seluruh kegiatan esport dan ke depan mengikuti event nasional maupun internasional,&#8221; ucapnya. <\/p>\n<p>&#8220;Saya tidak bosan menekankan dan menitipkan, untuk memberi ruang kepada event-event olahraga esports produk anak bangsa sendiri sehingga selalu ada kelas-kelas yang dipertandingkan. Sehingga dengan cara itu satu hari kita akan mampu memberikan dukungan ke pada industri esports indonesia agar mereka semakin jaya dan kualitasnya semakin baik,&#8221; tutupnya.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jakarta &#8211; Ketua Umum PB Esports Indonesia (PB ESI) M.Herindra mengatakan pihaknya berkomitmen untuk membawa talenta &#8211; talenta muda Indonesia untuk dapat Berprestasi ditingkat Internasional. Hal tersebut diwujudkan dengan pembinaan secara berkelanjutan agar dapat menciptakan atlet-atlet yang berprestasi. Hal tersebut disampaikan Ketua Umum PB ESI M.Herindra saat pelantikan Pengurus ESports Indonesia (PB ESI) Periode 2026 [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-54932","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-sda-dan-agraria"],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/54932","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=54932"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/54932\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":54933,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/54932\/revisions\/54933"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=54932"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=54932"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=54932"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}