{"id":55064,"date":"2026-10-18T23:59:10","date_gmt":"2026-10-18T23:59:10","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/?p=55064"},"modified":"2026-10-18T23:59:12","modified_gmt":"2026-10-18T23:59:12","slug":"pertumbuhan-ekonomi-ditopang-investasi-dan-produktivitas","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/2026\/10\/18\/pertumbuhan-ekonomi-ditopang-investasi-dan-produktivitas\/","title":{"rendered":"Pertumbuhan Ekonomi Ditopang Investasi dan Produktivitas"},"content":{"rendered":"<p>Jakarta \u2013 Pertumbuhan ekonomi Indonesia di era Prabowo-Gibran terus diperkuat melalui peningkatan investasi, pengembangan industri, dan produktivitas sektor unggulan.<\/p>\n<p>Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat sebanyak 99 kabupaten\/kota mengalami pertumbuhan ekonomi di atas 6% pada semester I-2026. Capaian ini menunjukkan potensi daerah dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.<\/p>\n<p>Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, mengatakan pertumbuhan ekonomi nasional merupakan agregasi dari kinerja ekonomi kabupaten\/kota hingga provinsi.<\/p>\n<p>Sejumlah daerah mampu mencatatkan pertumbuhan di atas 8%, antara lain Kabupaten Kendal yang ditopang industri manufaktur dan Kabupaten Batang yang memperoleh dorongan dari Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Batang.<\/p>\n<p>\u201cAda Kendal, karena dia memang ditopang oleh industri manufakturnya yang bergerak. Kemudian ada Batang,\u201d ujar Amalia.<\/p>\n<p>Selain industri, peningkatan produktivitas pertanian turut memperkuat ekonomi daerah. Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Sulawesi Selatan, misalnya, mampu mencatatkan pertumbuhan mendekati 7% melalui peningkatan produktivitas pertanian serta masuknya investasi untuk mengembangkan industri pengolahan porang.<\/p>\n<p>Dari sisi investasi, realisasi pada semester I-2026 mencapai Rp1.010,6 triliun atau tumbuh 7,2% secara tahunan. Pengamat ekonomi Ronny P Sasmita mengatakan, investasi tersebut menyerap 1,45 juta tenaga kerja langsung dan menjadi perkembangan positif bagi perekonomian nasional.<\/p>\n<p>\u201cPersoalan investasi kita memang bukan hanya soal berapa besar modal yang masuk, melainkan seberapa besar nilai tambah dan penyerapan tenaga kerja yang dihasilkan,\u201d ungkap Ronny.<\/p>\n<p>Ronny menekankan pentingnya investasi yang mampu menciptakan pekerjaan berkualitas, memperkuat industri domestik, serta meningkatkan keterampilan tenaga kerja.<\/p>\n<p>\u201cIntinya, kita membutuhkan investasi yang bukan hanya capital-intensive, tetapi juga mampu menciptakan employment multiplier yang kuat,\u201d bebernya.<\/p>\n<p>Penguatan produktivitas juga tercermin dari kinerja Perum BULOG. Direktur Utama Perum BULOG, Ahmad Rizal Ramdhani, mengatakan perusahaan mencatatkan laba Rp2,4 triliun hingga 26 September 2026, seiring pengadaan beras yang melampaui 4 juta ton setara beras.<\/p>\n<p>\u201cPotensinya di akhir tahun bisa lebih dari Rp3 triliun. Insyaallah,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Capaian tersebut didukung margin usaha 7% dan efisiensi biaya bunga pinjaman. Sinergi investasi, produktivitas, dan penguatan sektor strategis diharapkan mampu memperluas lapangan kerja berkualitas sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. (*)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jakarta \u2013 Pertumbuhan ekonomi Indonesia di era Prabowo-Gibran terus diperkuat melalui peningkatan investasi, pengembangan industri, dan produktivitas sektor unggulan. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat sebanyak 99 kabupaten\/kota mengalami pertumbuhan ekonomi di atas 6% pada semester I-2026. Capaian ini menunjukkan potensi daerah dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, mengatakan pertumbuhan ekonomi nasional [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-55064","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-sda-dan-agraria"],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/55064","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=55064"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/55064\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":55065,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/55064\/revisions\/55065"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=55064"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=55064"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=55064"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}