{"id":55158,"date":"2026-10-19T06:49:21","date_gmt":"2026-10-19T06:49:21","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/?p=55158"},"modified":"2026-10-19T06:49:23","modified_gmt":"2026-10-19T06:49:23","slug":"fundamental-ekonomi-kuat-tekanan-ihsg-akibat-sentimen-msci-hanya-sementara","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/2026\/10\/19\/fundamental-ekonomi-kuat-tekanan-ihsg-akibat-sentimen-msci-hanya-sementara\/","title":{"rendered":"Fundamental Ekonomi Kuat, Tekanan IHSG akibat Sentimen MSCI Hanya Sementara"},"content":{"rendered":"<p>JAKARTA \u2013 Pemerintah menegaskan bahwa penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akibat sentimen Morgan Stanley Capital International (MSCI) tidak secara langsung menunjukkan memburuknya fundamental ekonomi Indonesia. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan kondisi ekonomi nasional masih kuat. Pemerintah bersama Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus mengupayakan perbaikan pasar modal untuk menjaga kepercayaan investor.<\/p>\n<p>Gejolak pasar terjadi setelah MSCI mempertimbangkan perubahan klasifikasi pasar saham Indonesia dari emerging market menjadi standalone market. Gejolak pasar tercermin dari koreksi IHSG yang memicu penghentian perdagangan sementara, di tengah tekanan nilai tukar rupiah. Pemerintah dan otoritas terkait terus mencermati dinamika tersebut sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas pasar keuangan.<\/p>\n<p>Airlangga menjelaskan bahwa pengumuman MSCI disampaikan lebih awal daripada perkiraan sebelumnya sehingga memengaruhi respons pelaku pasar. Ia mengingatkan investor agar mampu membedakan gejolak akibat sentimen dengan kondisi ekonomi nasional yang sesungguhnya.<\/p>\n<p>\u0093Pada dasarnya, fundamental ekonomi Indonesia masih kuat. Tekanan yang terjadi saat ini lebih banyak dipengaruhi oleh sentimen di pasar keuangan,\u0094 ujar Airlangga.<\/p>\n<p>Airlangga meminta penjelasan lebih lanjut mengenai dasar penilaian dan tahapan reformasi yang disampaikan MSCI agar tindak lanjut dapat dilakukan secara terarah dan terukur.<\/p>\n<p>\u0093Kami berharap para investor bisa melihat secara jelas perbedaan antara pengaruh sentimen pasar dan kekuatan fundamental ekonomi Indonesia,\u0094 katanya.<\/p>\n<p>Airlangga menyebut MSCI memberikan tenggat tindak lanjut pada April dan Juni 2027. Pemerintah akan mengevaluasi berbagai masukan, khususnya mengenai pelaksanaan regulasi dan percepatan pembenahan pasar modal. Menurutnya, pemerintah bersama otoritas pasar modal akan melanjutkan reformasi melalui tahapan yang jelas dan indikator kemajuan yang terukur.<\/p>\n<p>\u0093Pembenahan harus dilaksanakan secara konsisten dan perkembangannya perlu terlihat, baik oleh investor domestik maupun investor asing,\u0094 ungkap Airlangga.<\/p>\n<p>Pemerintah juga akan berkoordinasi dengan BEI untuk mempercepat langkah perbaikan. Airlangga menyampaikan bahwa pemerintah akan melanjutkan komunikasi dengan MSCI untuk memperjelas berbagai masukan dan memastikan proses reformasi pasar modal berjalan konstruktif.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAKARTA \u2013 Pemerintah menegaskan bahwa penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akibat sentimen Morgan Stanley Capital International (MSCI) tidak secara langsung menunjukkan memburuknya fundamental ekonomi Indonesia. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan kondisi ekonomi nasional masih kuat. Pemerintah bersama Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus mengupayakan perbaikan pasar modal untuk [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-55158","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-sda-dan-agraria"],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/55158","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=55158"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/55158\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":55159,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/55158\/revisions\/55159"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=55158"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=55158"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=55158"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}