{"id":55233,"date":"2026-10-21T01:37:41","date_gmt":"2026-10-21T01:37:41","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/?p=55233"},"modified":"2026-10-21T01:37:42","modified_gmt":"2026-10-21T01:37:42","slug":"modifikasi-cuaca-dalam-penanganan-karhutla-menjadi-ikhtiar-melindungi-rakyat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/2026\/10\/21\/modifikasi-cuaca-dalam-penanganan-karhutla-menjadi-ikhtiar-melindungi-rakyat\/","title":{"rendered":"Modifikasi Cuaca dalam Penanganan Karhutla Menjadi Ikhtiar Melindungi Rakyat"},"content":{"rendered":"<p>Oleh Andini Putri )*<\/p>\n<p>Pemerintah terus memperkuat upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Kalimantan Tengah. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah untuk melindungi masyarakat dari dampak kebakaran, mengurangi potensi penyebaran asap, serta menjaga kualitas lingkungan. Melalui koordinasi lintas sektor, pengerahan personel di darat, dan pemanfaatan teknologi dari udara, pemerintah berupaya memastikan penanganan karhutla berjalan secara terarah, adaptif, dan berkelanjutan. Upaya tersebut juga mencerminkan pentingnya kehadiran negara dalam menghadapi bencana lingkungan yang berdampak langsung terhadap kesehatan, aktivitas ekonomi, dan kehidupan masyarakat.<\/p>\n<p>Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menegaskan bahwa pemerintah akan terus mengoptimalkan berbagai langkah penanganan karhutla dengan melibatkan seluruh sektor yang memiliki peran strategis. Menurutnya, upaya pengendalian kebakaran tidak dapat bergantung pada satu metode saja, melainkan membutuhkan kerja bersama melalui penanganan di darat maupun udara. Ia menyampaikan bahwa pemerintah akan terus berjuang agar kebakaran hutan dan lahan dapat dikendalikan secara maksimal. Komitmen tersebut menunjukkan bahwa penanganan karhutla tetap menjadi perhatian pemerintah, terutama ketika ancaman kebakaran berpotensi mengganggu keselamatan warga dan kelestarian lingkungan.<\/p>\n<p>Salah satu langkah yang ditempuh ialah pelaksanaan OMC dengan memanfaatkan potensi awan dan kondisi atmosfer. Operasi ini dilakukan melalui pemantauan cuaca secara berkelanjutan untuk menentukan metode yang paling sesuai dengan perkembangan di lapangan. Kehadiran teknologi modifikasi cuaca menjadi pelengkap upaya pemadaman langsung, sehingga penanganan dapat dilakukan melalui pendekatan yang lebih menyeluruh. Pemerintah tidak hanya berfokus pada penanggulangan api, tetapi juga berupaya mengurangi dampak lanjutan yang ditimbulkan oleh karhutla. Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa penanganan bencana membutuhkan kesiapan, ketepatan pengambilan keputusan, serta kemampuan menyesuaikan strategi dengan situasi yang terus berubah.<\/p>\n<p>Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan, Thomas Nifinluri, menjelaskan bahwa pelaksanaan OMC turut menggunakan dry ice atau es kering untuk memengaruhi kondisi suhu atmosfer dan membantu mengganggu kestabilan lapisan inversi. Dalam keadaan tertentu, lapisan tersebut dapat menyebabkan asap terperangkap di dekat permukaan sehingga kualitas udara dan jarak pandang terganggu. Melalui penggunaan dry ice, tim berupaya melemahkan kondisi lapisan inversi agar pergerakan udara menjadi lebih baik dan konsentrasi asap di permukaan berpotensi berkurang. Langkah ini memperlihatkan pemanfaatan pendekatan berbasis pemantauan ilmiah dalam mendukung penanganan karhutla. Meski demikian, hasilnya tetap bergantung pada dinamika atmosfer sehingga evaluasi terus diperlukan untuk memastikan tindakan yang diambil sesuai dengan kondisi aktual.<\/p>\n<p>Pada tahap awal pelaksanaan operasi, satu sortie atau penerbangan dilakukan dengan menyemai sebanyak 800 kilogram dry ice di sekitar wilayah Palembang. Operasi kemudian direncanakan berlanjut melalui dua sortie penerbangan dengan mempertimbangkan kondisi cuaca dan perkembangan atmosfer. Berdasarkan hasil pemantauan, jarak pandang di Palembang menunjukkan perbaikan dibandingkan kondisi sebelumnya. Perkembangan tersebut menjadi indikasi positif yang mendukung aktivitas Satuan Tugas Udara dalam menjalankan tugasnya. Namun, pemerintah tetap melakukan pemantauan dan evaluasi karena perubahan jarak pandang tidak dapat dijadikan satu-satunya ukuran keberhasilan operasi. Kondisi atmosfer dan perkembangan karhutla perlu terus diperhatikan agar langkah berikutnya dapat ditentukan secara tepat.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Oleh Andini Putri )* Pemerintah terus memperkuat upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Kalimantan Tengah. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah untuk melindungi masyarakat dari dampak kebakaran, mengurangi potensi penyebaran asap, serta menjaga kualitas lingkungan. Melalui koordinasi lintas sektor, pengerahan personel di darat, dan pemanfaatan teknologi dari [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-55233","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-sda-dan-agraria"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/55233","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=55233"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/55233\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":55234,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/55233\/revisions\/55234"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=55233"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=55233"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=55233"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}