{"id":55343,"date":"2026-10-22T23:59:25","date_gmt":"2026-10-22T23:59:25","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/?p=55343"},"modified":"2026-10-22T23:59:26","modified_gmt":"2026-10-22T23:59:26","slug":"pakar-politik-optimistis-mbg-dan-koperasi-desa-merah-putih-jadi-penggerak-ekonomi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/2026\/10\/22\/pakar-politik-optimistis-mbg-dan-koperasi-desa-merah-putih-jadi-penggerak-ekonomi\/","title":{"rendered":"Pakar Politik Optimistis MBG dan Koperasi Desa Merah Putih Jadi Penggerak Ekonomi"},"content":{"rendered":"<p>JAKARTA \u0097 Capaian pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka dalam memperkuat pembangunan yang berorientasi pada kepentingan masyarakat tercermin melalui berbagai program strategis, termasuk Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih. Kedua program tersebut berpotensi menjadi penggerak ekonomi kerakyatan, memperkuat UMKM, serta membuka peluang usaha baru hingga ke pelosok desa.<\/p>\n<p>Pengamat politik Adi Prayitno dalam sebuah dialog di stasiun televisi swasta menilai, MBG tidak hanya berorientasi pada pemenuhan gizi anak-anak dan ibu hamil, tetapi juga memiliki peran strategis dalam membangun ekosistem ekonomi masyarakat. Keterlibatan petani, pemasok bahan pangan, pelaku UMKM, dan usaha ekonomi kreatif dapat memperluas manfaat program bagi perekonomian daerah.<\/p>\n<p>\u0093Yang paling penting kan ekosistem ekonomi rakyat di bawah itu berdenyut, UMKM terbantu, kemudian petani-petani, misalnya sayur-mayur, kemudian ekonomi kreatif itu semakin terbantu secara signifikan,\u0094 ujar Adi dalam sebuah dialog di stasiun televisi swasta.<\/p>\n<p>Menurutnya, keberhasilan MBG ditunjukkan melalui manfaat nyata yang dirasakan masyarakat. Keterlibatan pelaku usaha lokal dalam rantai pasok bahan pangan dapat menjadi salah satu cara agar program tersebut memberikan nilai tambah ekonomi sekaligus memperkuat kemandirian daerah.<\/p>\n<p>Adi juga menyoroti pentingnya Kopdes Merah Putih sebagai instrumen pemberdayaan masyarakat desa. Program ini diharapkan mampu memperkuat aktivitas ekonomi lokal dan membantu menjawab kebutuhan petani, nelayan, buruh, serta kelompok masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah.<\/p>\n<p>\u0093Kopdes itu kan tujuannya adalah bagaimana desa menjadi episentrum ekonomi,\u0094 katanya.<\/p>\n<p>Pengamat Ekonomi INDEF Abra Talattof menambahkan, penguatan ekonomi nasional perlu ditopang investasi swasta dan belanja pemerintah yang berkualitas. Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,29 persen pada kuartal II, sementara investasi swasta tumbuh 6,8 persen.<\/p>\n<p>Capaian tersebut menjadi modal untuk memperluas kesempatan ekonomi melalui program pembangunan yang produktif. Dalam konteks ini, MBG dan Kopdes Merah Putih berpeluang memperkuat hubungan antara kebijakan nasional dan aktivitas ekonomi masyarakat di tingkat akar rumput.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAKARTA \u0097 Capaian pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka dalam memperkuat pembangunan yang berorientasi pada kepentingan masyarakat tercermin melalui berbagai program strategis, termasuk Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih. Kedua program tersebut berpotensi menjadi penggerak ekonomi kerakyatan, memperkuat UMKM, serta membuka peluang usaha baru hingga ke pelosok desa. Pengamat politik Adi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-55343","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-sda-dan-agraria"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/55343","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=55343"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/55343\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":55344,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/55343\/revisions\/55344"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=55343"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=55343"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=55343"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}