{"id":55347,"date":"2026-10-23T00:00:52","date_gmt":"2026-10-23T00:00:52","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/?p=55347"},"modified":"2026-10-23T00:00:53","modified_gmt":"2026-10-23T00:00:53","slug":"ekonomi-ri-tumbuh-positif-pengamat-indef-optimistis-target-6-persen-bisa-tercapai","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/2026\/10\/23\/ekonomi-ri-tumbuh-positif-pengamat-indef-optimistis-target-6-persen-bisa-tercapai\/","title":{"rendered":"Ekonomi RI Tumbuh Positif, Pengamat INDEF Optimistis Target 6 Persen Bisa Tercapai"},"content":{"rendered":"<p>JAKARTA \u0096 Pengamat Ekonomi Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Abra Talattov, menilai ketahanan ekonomi Indonesia menjadi modal optimisme untuk mencapai target pertumbuhan sebesar 6 persen pada 2027. Kinerja perekonomian nasional dinilai tetap menunjukkan tren positif di tengah berbagai tantangan global.<\/p>\n<p>Hal tersebut disampaikan Abra dalam sebuah dialog di stasiun televisi swasta, Kamis (22\/10\/2026), yang membahas capaian dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.<\/p>\n<p>Abra mengungkapkan, pertumbuhan ekonomi Indonesia yang mencapai 5,29 persen pada kuartal II mencerminkan ketahanan ekonomi nasional yang relatif kuat dibandingkan sejumlah negara lainnya.<\/p>\n<p>\u0093Saya melihat bahwa kita masih memiliki ekspektasi positif terhadap target pemerintah. Pertumbuhan tahun depan itu ditargetkan 6 persen,\u0094 ujar Abra.<\/p>\n<p>Menurutnya, peningkatan belanja pemerintah menjadi salah satu indikator positif dalam mendorong aktivitas perekonomian nasional.<\/p>\n<p>\u0093Salah satu sinyal yang kuat yang dilakukan pemerintah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi adalah dari sisi belanja pemerintah, itu sampai pertumbuhannya double digit,\u0094 ungkapnya.<\/p>\n<p>Optimisme tersebut turut diperkuat perkembangan sektor pangan. Abra menyoroti kebijakan penurunan harga pupuk bersubsidi hingga 20 persen serta meningkatnya cadangan beras pemerintah yang disebut mencapai 4,6 juta ton.<\/p>\n<p>Namun, ia mengingatkan pentingnya menjaga stabilitas harga pangan dan energi agar momentum pertumbuhan tetap berkelanjutan.<\/p>\n<p>Senada, Anggota Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Mochammad Firman Hidayat, menilai perekonomian Indonesia menunjukkan ketahanan yang baik meskipun menghadapi ketidakpastian global.<\/p>\n<p>\u0093Dihadapkan pada berbagai tantangan tadi, saya kira yang perlu di-highlight adalah ekonomi Indonesia masih cukup resilient. Kalau kita lihat pertumbuhan ekonomi, masih tumbuh di atas 5 persen,\u0094 kata Firman.<\/p>\n<p>Firman juga menekankan pentingnya investasi swasta untuk mendukung pencapaian target pertumbuhan ekonomi nasional.<\/p>\n<p>\u0093Target 6 persen ini tentu harus didorong oleh investasi dari sektor swasta,\u0094 tegasnya.<\/p>\n<p>Sementara itu, pengamat politik Adi Prayitno berharap pertumbuhan ekonomi dapat memberikan manfaat yang semakin merata bagi masyarakat.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAKARTA \u0096 Pengamat Ekonomi Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Abra Talattov, menilai ketahanan ekonomi Indonesia menjadi modal optimisme untuk mencapai target pertumbuhan sebesar 6 persen pada 2027. Kinerja perekonomian nasional dinilai tetap menunjukkan tren positif di tengah berbagai tantangan global. Hal tersebut disampaikan Abra dalam sebuah dialog di stasiun televisi swasta, Kamis [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-55347","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-sda-dan-agraria"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/55347","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=55347"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/55347\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":55348,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/55347\/revisions\/55348"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=55347"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=55347"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=55347"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}