{"id":55353,"date":"2026-10-23T00:02:17","date_gmt":"2026-10-23T00:02:17","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/?p=55353"},"modified":"2026-10-23T00:02:18","modified_gmt":"2026-10-23T00:02:18","slug":"ekonom-nilai-kepastian-hukum-dan-investasi-swasta-kunci-capaian-pertumbuhan-ekonomi-prabowo-gibran","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/2026\/10\/23\/ekonom-nilai-kepastian-hukum-dan-investasi-swasta-kunci-capaian-pertumbuhan-ekonomi-prabowo-gibran\/","title":{"rendered":"Ekonom Nilai Kepastian Hukum dan Investasi Swasta Kunci Capaian Pertumbuhan Ekonomi Prabowo-Gibran"},"content":{"rendered":"<p>Jakarta \u0097 Dalam dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, penguatan investasi swasta dan kepastian hukum dinilai menjadi faktor penting untuk menjaga pertumbuhan ekonomi nasional. Penyederhanaan perizinan, stabilitas ekonomi, dan perbaikan iklim usaha diperlukan agar capaian pembangunan menjadi fondasi pertumbuhan berkelanjutan.<\/p>\n<p>Anggota Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Mochammad Firman Hidayat, dalam sebuah dialog di stasiun televisi swasta, mengatakan perekonomian Indonesia tetap menunjukkan ketahanan di tengah ketidakpastian global, termasuk tekanan perdagangan internasional dan kenaikan harga energi. Pertumbuhan ekonomi di atas 5 persen, inflasi yang relatif terkendali, serta penurunan tingkat pengangguran menjadi sejumlah indikator ketahanan ekonomi nasional selama dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran.<\/p>\n<p>\u0093Indonesia tetap bisa resilien di tengah tantangan global yang saat ini benar-benar tidak mudah. Ini merupakan capaian yang baik di tengah ketidakpastian yang tinggi,\u0094 ujar Firman.<\/p>\n<p>Menurut Firman, tantangan berikutnya adalah mempertahankan momentum pertumbuhan melalui peningkatan kontribusi sektor swasta. Di tengah komitmen pemerintah menjaga disiplin fiskal dan meningkatkan efisiensi anggaran, investasi swasta diperlukan untuk mendukung target pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi.<\/p>\n<p>Karena itu, deregulasi dan penyederhanaan perizinan perlu diperkuat. Penerapan sistem Online Single Submission (OSS), termasuk mekanisme fiktif positif dan standar waktu pelayanan sesuai ketentuan, diharapkan memberikan kepastian bagi pelaku usaha.<\/p>\n<p>\u0093Yang paling penting untuk meningkatkan peran swasta adalah memberikan kepastian hukum dan meningkatkan kepercayaan investor,\u0094 tegas Firman.<\/p>\n<p>Sejalan dengan pandangan tersebut, Pengamat Ekonomi INDEF, Abra Tallatof, menilai investasi swasta menjadi salah satu penopang pertumbuhan ekonomi. Dalam dialog tersebut, Abra menyebut investasi swasta tumbuh 6,8 persen pada kuartal II. Kinerja ini menjadi modal untuk mendorong pertumbuhan pada periode berikutnya.<\/p>\n<p>\u0093Dari dukungan investasi swasta, pertumbuhannya cukup tinggi, 6,8 persen pada kuartal II kemarin,\u0094 ujar Abra.<\/p>\n<p>Abra menambahkan, pengendalian harga pangan dan energi tetap diperlukan agar capaian pembangunan selama dua tahun pemerintahan dapat dirasakan masyarakat. Stabilitas harga juga penting untuk menjaga daya beli sekaligus mendukung keberlangsungan aktivitas usaha.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jakarta \u0097 Dalam dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, penguatan investasi swasta dan kepastian hukum dinilai menjadi faktor penting untuk menjaga pertumbuhan ekonomi nasional. Penyederhanaan perizinan, stabilitas ekonomi, dan perbaikan iklim usaha diperlukan agar capaian pembangunan menjadi fondasi pertumbuhan berkelanjutan. Anggota Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Mochammad Firman Hidayat, dalam [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-55353","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-sda-dan-agraria"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/55353","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=55353"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/55353\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":55354,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/55353\/revisions\/55354"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=55353"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=55353"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=55353"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}