{"id":55401,"date":"2026-10-23T03:33:35","date_gmt":"2026-10-23T03:33:35","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/?p=55401"},"modified":"2026-10-23T03:33:36","modified_gmt":"2026-10-23T03:33:36","slug":"pemerintahan-prabowo-perkuat-hilirisasi-untuk-tingkatkan-daya-saing-ekspor-indonesia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/2026\/10\/23\/pemerintahan-prabowo-perkuat-hilirisasi-untuk-tingkatkan-daya-saing-ekspor-indonesia\/","title":{"rendered":"Pemerintahan Prabowo Perkuat Hilirisasi untuk Tingkatkan Daya Saing Ekspor Indonesia"},"content":{"rendered":"<p>JAKARTA \u2014 Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto terus memperkuat daya saing Indonesia dalam perdagangan global melalui peningkatan ekspor, percepatan hilirisasi, dan penguatan investasi industri. Strategi ini diarahkan untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya alam sekaligus memperkokoh fondasi pertumbuhan ekonomi nasional di tengah dinamika pasar internasional.<\/p>\n<p>Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekspor Indonesia pada Agustus 2026 tumbuh 6,72 persen menjadi US$26 miliar. Secara kumulatif, ekspor Januari\u2013Agustus 2026 mencapai US$163 miliar dengan surplus neraca perdagangan US$7,25 miliar.<\/p>\n<p>Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Aditya Laksmana, mengatakan capaian tersebut menjadi modal penting bagi Indonesia untuk memperkuat ketahanan ekonomi dan memperluas peluang perdagangan internasional.<\/p>\n<p>\u201cPertumbuhan ekspor dan surplus perdagangan menunjukkan potensi ekonomi nasional yang perlu terus diperkuat. Pemerintah mendorong agar momentum ini menghasilkan nilai tambah lebih besar melalui pengembangan industri, peningkatan investasi, dan diversifikasi produk ekspor,\u201d ujar Aditya.<\/p>\n<p>Menurut dia, aktivitas manufaktur juga menunjukkan perkembangan positif. Impor bahan baku meningkat 22 persen dan barang modal naik 10 persen. Sementara itu, indeks manajer pembelian (PMI) manufaktur Indonesia mencapai 52,4 pada September 2026, meningkat dari 49 pada Agustus 2026. Angka di atas 50 menandakan ekspansi sektor manufaktur.<\/p>\n<p>Aditya menilai perkembangan tersebut membuka peluang bagi industri nasional untuk meningkatkan kapasitas produksi dan memperluas kesempatan kerja. Namun, peningkatan aktivitas industri perlu diikuti ekspansi usaha agar manfaatnya semakin luas.<\/p>\n<p>Ia menambahkan, struktur ekspor yang masih bertumpu pada sejumlah komoditas, seperti CPO dan nikel, perlu diperkuat melalui hilirisasi.<\/p>\n<p>\u201cIndonesia harus mampu meningkatkan ekspor produk bernilai tambah, bukan hanya mengandalkan komoditas mentah. Hilirisasi dapat memperkuat industri domestik, meningkatkan daya saing, dan membuka peluang ekonomi baru,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Dari sisi investasi, realisasi Januari\u2013September 2026 mencapai Rp1.500 triliun, tumbuh 7 persen secara tahunan, dengan estimasi penyerapan 2,1 juta tenaga kerja. Total investasi selama dua tahun pemerintahan Prabowo mencapai Rp3.900 triliun.<\/p>\n<p>Aditya menegaskan, penguatan investasi, manufaktur, dan hilirisasi menjadi langkah strategis untuk membangun ekonomi yang lebih produktif, memperluas lapangan kerja, serta meningkatkan posisi Indonesia dalam perdagangan global. (*)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAKARTA \u2014 Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto terus memperkuat daya saing Indonesia dalam perdagangan global melalui peningkatan ekspor, percepatan hilirisasi, dan penguatan investasi industri. Strategi ini diarahkan untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya alam sekaligus memperkokoh fondasi pertumbuhan ekonomi nasional di tengah dinamika pasar internasional. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekspor Indonesia pada Agustus 2026 tumbuh [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-55401","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-sda-dan-agraria"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/55401","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=55401"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/55401\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":55402,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/55401\/revisions\/55402"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=55401"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=55401"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=55401"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}