{"id":55405,"date":"2026-10-23T03:35:15","date_gmt":"2026-10-23T03:35:15","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/?p=55405"},"modified":"2026-10-23T03:35:16","modified_gmt":"2026-10-23T03:35:16","slug":"di-tengah-ketidakpastian-global-ekspor-dan-investasi-indonesia-buka-peluang-kerja","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/2026\/10\/23\/di-tengah-ketidakpastian-global-ekspor-dan-investasi-indonesia-buka-peluang-kerja\/","title":{"rendered":"Di Tengah Ketidakpastian Global, Ekspor dan Investasi Indonesia Buka Peluang Kerja"},"content":{"rendered":"<p>Jakarta,- Kinerja ekspor, aktivitas manufaktur, dan realisasi investasi menjadi indikator penting dalam menjaga momentum perekonomian Indonesia di tengah ketidakpastian global. Penguatan ketiga sektor tersebut diharapkan dapat memperluas kapasitas produksi nasional, mendorong pertumbuhan industri, serta membuka peluang kerja yang lebih luas bagi masyarakat.<\/p>\n<p>Tenaga Ahli Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Aditya Laksmana, menyoroti perkembangan ekspor Indonesia yang pada Agustus 2026 tumbuh 6,72 persen menjadi US$26 miliar. Secara kumulatif, ekspor Januari\u2013Agustus 2026 mencapai US$163 miliar, dengan surplus neraca perdagangan sebesar US$7,25 miliar. Surplus tersebut dapat membantu memperkuat posisi eksternal Indonesia di tengah dinamika perdagangan dunia.<\/p>\n<p>\u201cPertumbuhan ekspor dan surplus perdagangan menjadi indikator penting bagi ketahanan ekonomi Indonesia di tengah ketidakpastian global. Namun, momentum ini perlu dijaga melalui penguatan daya saing industri dan perluasan pasar ekspor agar manfaatnya semakin besar bagi perekonomian nasional,\u201d ujar Aditya.<\/p>\n<p>Aktivitas manufaktur juga menunjukkan perkembangan positif. Indeks Purchasing Managers\u2019 Index (PMI) manufaktur Indonesia pada September 2026 meningkat menjadi 52,4 dari 49 pada Agustus. Angka di atas 50 menunjukkan ekspansi aktivitas manufaktur, yang dapat mencerminkan membaiknya kegiatan produksi dan permintaan industri.<\/p>\n<p>Peningkatan impor bahan baku sebesar 22 persen dan barang modal sebesar 10 persen, sebagaimana tercantum dalam bahan wawancara, turut menjadi perhatian dalam membaca aktivitas ekonomi. Impor bahan baku dapat mendukung proses produksi, sementara barang modal diperlukan untuk meningkatkan kapasitas industri. Meski demikian, dampaknya terhadap pertumbuhan dan lapangan kerja bergantung pada realisasi ekspansi usaha.<\/p>\n<p>Aditya menilai peningkatan ekspor dan aktivitas manufaktur perlu diikuti perluasan kegiatan bisnis agar pertumbuhan ekonomi menghasilkan kesempatan kerja baru.<\/p>\n<p>\u201cPenguatan industri tidak cukup hanya meningkatkan produktivitas perusahaan yang sudah ada. Ekspansi usaha, investasi baru, dan hilirisasi perlu didorong agar pertumbuhan sektor produktif turut menciptakan lapangan kerja formal dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Di sisi lain, struktur ekonomi Indonesia masih bergantung pada konsumsi rumah tangga. Karena itu, peningkatan peran investasi, manufaktur, ekspor, dan hilirisasi menjadi penting untuk memperkuat sumber pertumbuhan ekonomi sekaligus meningkatkan nilai tambah produk dalam negeri.<\/p>\n<p>Berdasarkan data dalam bahan wawancara, investasi Januari\u2013September 2026 mencapai Rp1.500 triliun atau tumbuh 7 persen secara tahunan, dengan estimasi penyerapan 2,1 juta tenaga kerja. Sementara itu, total investasi selama dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran disebut mencapai Rp3.900 triliun, dengan estimasi penciptaan 5,4 juta lapangan kerja.<\/p>\n<p>Ke depan, konsistensi kebijakan, penguatan daya saing, serta pengelolaan risiko eksternal diperlukan agar kinerja perdagangan dan investasi tetap terjaga. Dengan demikian, ketahanan ekonomi Indonesia tidak hanya bertumpu pada konsumsi, tetapi juga pada industri yang produktif, investasi berkelanjutan, dan penciptaan lapangan kerja yang lebih luas.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jakarta,- Kinerja ekspor, aktivitas manufaktur, dan realisasi investasi menjadi indikator penting dalam menjaga momentum perekonomian Indonesia di tengah ketidakpastian global. Penguatan ketiga sektor tersebut diharapkan dapat memperluas kapasitas produksi nasional, mendorong pertumbuhan industri, serta membuka peluang kerja yang lebih luas bagi masyarakat. Tenaga Ahli Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Aditya Laksmana, menyoroti perkembangan ekspor Indonesia [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-55405","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-sda-dan-agraria"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/55405","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=55405"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/55405\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":55406,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/55405\/revisions\/55406"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=55405"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=55405"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=55405"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}