{"id":55719,"date":"2026-10-31T15:31:30","date_gmt":"2026-10-31T15:31:30","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/?p=55719"},"modified":"2026-10-31T15:31:31","modified_gmt":"2026-10-31T15:31:31","slug":"sekolah-rakyat-dorong-siswa-mengembangkan-potensi-dan-kepercayaan-diri","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/2026\/10\/31\/sekolah-rakyat-dorong-siswa-mengembangkan-potensi-dan-kepercayaan-diri\/","title":{"rendered":"Sekolah Rakyat Dorong Siswa Mengembangkan Potensi dan Kepercayaan Diri"},"content":{"rendered":"<p>Jakarta \u2013 Sekolah Rakyat mendorong siswa dari keluarga kurang mampu untuk mengenali bakat, mengembangkan potensi, dan membangun kepercayaan diri melalui pendidikan berkualitas serta pendampingan berkelanjutan. Program ini memberikan kesempatan kepada setiap anak untuk mengasah kemampuan akademik, kreativitas, dan karakter agar mampu meraih prestasi serta mempersiapkan masa depan yang lebih baik.<\/p>\n<p>Menteri Sosial, Saifullah Yusuf mengatakan empat dari 10 anak Sekolah Rakyat memiliki bakat di bidang sains dan teknologi. Temuan tersebut berdasarkan pemetaan terhadap lebih dari 11.000 siswa melalui metode Talent DNA. Hasil pemetaan juga menunjukkan potensi siswa untuk menekuni berbagai profesi, mulai dari insinyur, ahli teknologi, guru, penegak hukum, hingga dokter dan tenaga kesehatan.<\/p>\n<p>Menurut Gus Ipul, pengembangan potensi siswa tidak hanya berfokus pada kemampuan akademik, tetapi juga mencakup pendampingan emosional dan sosial. Karena itu, Sekolah Rakyat menerapkan pendekatan pendidikan dan rehabilitasi untuk membantu siswa mengembangkan kemampuan sekaligus memperkuat kepercayaan diri.<\/p>\n<p>\u201cKarena itu, Sekolah Rakyat bekerja dengan dua pendekatan sekaligus, edukasi dan rehabilitasi. Mendidik sekaligus memulihkan,\u201d ujar Gus Ipul.<\/p>\n<p>Sebelum mengikuti pembelajaran, siswa menjalani pemeriksaan kesehatan, pemetaan bakat, serta matrikulasi selama tiga bulan untuk membantu mengejar ketertinggalan belajar dan menyesuaikan diri dengan lingkungan sekolah.<\/p>\n<p>Upaya tersebut didukung fasilitas berupa asrama, ruang kelas, laboratorium, ruang makan, tempat ibadah, dan sarana olahraga. Sekolah Rakyat juga mencatat 11 prestasi internasional, lebih dari 200 prestasi nasional, serta lebih dari 1.100 siswa berprestasi di bidang olahraga, seni, dan sains.<\/p>\n<p>Sementara itu, Kepala Sekretariat Kantor Staf Presiden (KSP), Prof. Achmad Tjahja Nugraha, mengatakan Sekolah Rakyat memberikan kesempatan setara bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk memperoleh pendidikan berkualitas dan mengembangkan kemampuan.<\/p>\n<p>\u201cEkonomi orang tua tidak boleh membatasi masa depan anak dalam mendapatkan hak pendidikan,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Menurut Achmad, pendidikan gratis berasrama pada jenjang SD, SMP, dan SMA juga diarahkan untuk membangun karakter, kepemimpinan, nasionalisme, dan keterampilan siswa. Berdasarkan data Kementerian Sosial per 7 Oktober 2026, sekitar 44.000 siswa telah mengikuti pendidikan di 182 Sekolah Rakyat.<\/p>\n<p>Melalui pendidikan dan pendampingan menyeluruh, Sekolah Rakyat diharapkan membantu siswa semakin percaya diri menunjukkan kemampuan, berani mengembangkan bakat, dan meraih prestasi sebagai bekal membangun masa depan yang lebih baik. (*)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jakarta \u2013 Sekolah Rakyat mendorong siswa dari keluarga kurang mampu untuk mengenali bakat, mengembangkan potensi, dan membangun kepercayaan diri melalui pendidikan berkualitas serta pendampingan berkelanjutan. Program ini memberikan kesempatan kepada setiap anak untuk mengasah kemampuan akademik, kreativitas, dan karakter agar mampu meraih prestasi serta mempersiapkan masa depan yang lebih baik. Menteri Sosial, Saifullah Yusuf mengatakan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-55719","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-sda-dan-agraria"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/55719","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=55719"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/55719\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":55720,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/55719\/revisions\/55720"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=55719"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=55719"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=55719"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}