{"id":5782,"date":"2022-08-22T12:36:41","date_gmt":"2022-08-22T12:36:41","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/?p=5782"},"modified":"2022-08-22T12:36:41","modified_gmt":"2022-08-22T12:36:41","slug":"ketua-gp-ansor-jawa-barat-deni-ahmad-haidar-ajak-seluruh-elemen-bangsa-bersatu-tolak-gerakan-radikal-berkedok-dakwah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/2022\/08\/22\/ketua-gp-ansor-jawa-barat-deni-ahmad-haidar-ajak-seluruh-elemen-bangsa-bersatu-tolak-gerakan-radikal-berkedok-dakwah\/","title":{"rendered":"Ketua GP Ansor Jawa Barat Deni Ahmad Haidar Ajak Seluruh Elemen Bangsa Bersatu Tolak Gerakan Radikal Berkedok Dakwah"},"content":{"rendered":"\n<p><strong>Jurnalredaksi, Jakarta\u2013<\/strong> Ketua Gerakan Pemuda Ansor Jawa Barat Deni Ahmad Haidar mengatakan seluruh Elemen Bangsa harus bersatu menolak gerakan radikal yang berkedok dakwah. Tidak boleh ada dakwah \u2013 dakwah radikal yang menghasut masyarakat untuk melakukan pergantian idelogi bangsa dan ingin merubah negara Indonesia. Itu semua hukumnya haram.<\/p>\n\n\n\n<p>Hal tersebut diungkapkan Ketua Gerakan Pemuda Ansor Jawa Barat Deni Ahmad Haidar atau biasa disapa Kang Deni pada dialog daring dalam program Dialog Kebangsaan di Pancasila TV, 22\/8\/2022.<\/p>\n\n\n\n<p>Kang Deni mengatakan para tokoh \u2013 tokoh agama harus bersama \u2013 sama dengan elemen bangsa lainnya melakukan edukasi kepada publik agar tidak ada yang salah dalam pemahaman agamanya sehingga dapat menjalankan kehidupan beragama di Indonesia dengan damai.<\/p>\n\n\n\n<p>Masyarakat Indonesia harus paham bahwa sebenarnya manusia diciptakan berbeda \u2013 beda sehingga kiata juga harus memahami perbedaan tersebut dalam kehidupan sehari \u2013 hari, ucap Deni Haidar.<\/p>\n\n\n\n<p>Perlu ada kewaspadaan terhadap paham \u2013 paham transnasional yang ingin masuk ke Indonesia karena pada dasarnya paham \u2013 paham tersebut memiliki tujuan politik dengan merubah bentuk negara dan menghancurkan pemerintahan yang sah, sehingga masyarakat Indonesia harus benar \u2013 benar sadar dan mengerti Politik yang dibalut dengan agama seperti itu, ujar Kang Deni.<\/p>\n\n\n\n<p>Kang Deni mengatakan masyarakat perlu mengapresiasi Pemerintah karena telah menetapkan isu radikalisme dan intoleransi sebagai isu arus utama sehingga kembali ke partisipasi masyarakat untuk dapat memahami bahwa Islam yang selama ini ada sudah bertoleransi dengan yang lain dan tidak radikal.<\/p>\n\n\n\n<p>Penting untuk menyelaraskan kurikulum pendidikan agar tidak tersusupi oleh paham \u2013 paham radikal sehingga panduan dan pedoman pendidikan secara benar terarah dengan paham agama benar, kata Deni.<\/p>\n\n\n\n<p>Indonesia suatu negara yang diikhtiarkan oleh para leluhur kita menjadi tempat hidup bersama, tempat bernaung bersama, dan tempat semua orang mendapatkan haknya yang sama secara proporsional, tentunya harus kita jaga. Dinegeri ini kaum muslimin bisa berislam se &#8211; Islam \u2013 Islamnya tanpa harus dipertentangkan dengan ke Indonesiaannya. Jadi kita harus pastikan bahwa kita orang Indonesia yang beragama Islam sehingga ke Indonesiaan dan ke Islaman bisa seiring sejalan. Indonesia didirikan oleh tokoh \u2013 tokoh yang memahami agama secara baik dan benar sehingga tidak ada alasan untuk mengubah ideologi dan negara Indonesia, tutup Deni Haidar.<\/p>\n\n\n\n<p>(CA\/AA)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jurnalredaksi, Jakarta\u2013 Ketua Gerakan Pemuda Ansor Jawa Barat Deni Ahmad Haidar mengatakan seluruh Elemen Bangsa&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":5783,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"om_disable_all_campaigns":false,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[38],"tags":[58],"newstopic":[],"class_list":["post-5782","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-agama-dan-pluralitas","tag-radikalisme"],"aioseo_notices":[],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5782","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=5782"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5782\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":5784,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5782\/revisions\/5784"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/5783"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=5782"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=5782"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=5782"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=5782"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}